Liputan6.com, Jakarta Cabai menjadi salah satu bumbu masakan yang wajib ada di dapur. Tapi untuk pemanfaatannya, cabai juga bisa disulap menjadi pestisida alami. Bahan dapur ini juga mengandung capsaicin, yaitu senyawa yang memberikan sensasi pedas dan memiliki potensi sebagai bahan pengusir hama tanaman. Karena itu, cabai kerap dimanfaatkan sebagai bahan dasar racikan pestisida nabati.
Menurut penelitian yang diterbitkan jurnal Agronomy for Sustainable Development berjudul Efficacy of Homemade Botanical Insecticides Based on Traditional Knowledge, cabai termasuk salah satu tanaman yang memiliki kandungan aktif dengan potensi insektisida, antifeedant (menghambat aktivitas makan), dan repelan (mengusir hama).
Meski demikian, efektivitas pestisida berbahan tanaman bisa berbeda-beda, bergantung pada kandungan senyawa aktif, konsentrasi, serta cara pembuatannya. Artinya, racikan cabai tidak bisa dianggap sebagai pengganti pestisida komersial yang telah diuji. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (5/11/2026).
Advertisement
Mengapa Cabai Bisa Dimanfaatkan sebagai Pestisida Nabati?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4811616/original/055502300_1713948634-IMG_2190.jpeg)
Cabai mengandung capsaicin, senyawa alami yang menghasilkan rasa pedas. Kandungan ini tak hanya membuat seseorang berkeringat, tapi juga dianggap ampuh mengusir sejumlah hama yang mengganggu tanaman.
Penggunaan cabai sebagai pestisida nabati menjadi salah satu alternatif yang menarik bagi penghobi tanaman. Bahan bakunya relatif mudah ditemukan, proses pembuatannya sederhana, dan tidak membutuhkan peralatan khusus.
Namun, perlu dipahami bahwa larutan cabai rumahan belum tentu memiliki efektivitas yang sama dengan produk pestisida berbahan capsaicin yang sudah diformulasikan dan diuji. Hasilnya juga dapat berbeda bergantung pada jenis tanaman dan hama yang ditangani.
Advertisement
Bahan untuk Membuat Pestisida dari Cabai
Sebelum membuat pestisida dari cabai, siapkan beberapa bahan sederhana yang mudah ditemukan di dapur. Untuk percobaan skala kecil, Anda bisa menggunakan bahan berikut:
- 3–5 buah cabai rawit merah segar.
- 1 liter air bersih.
- Botol semprot tanaman.
- Saringan halus atau kain bersih.
- Wadah bertutup untuk merendam cabai.
- Sarung tangan untuk melindungi tangan.
Cabai rawit merah dapat dipilih karena memiliki rasa pedas yang cukup kuat. Namun, tingkat kepedasan bukan ukuran pasti konsentrasi capsaicin sehingga hasil racikan tetap bisa berbeda meskipun menggunakan jumlah cabai yang sama.
Sebaiknya gunakan wadah khusus untuk meracik larutan dan jangan menggunakan kembali peralatan tersebut untuk menyiapkan makanan sebelum dibersihkan secara menyeluruh.
Cara Membuat Pestisida dari Cabai dengan Mudah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480336/original/073221300_1769054250-Untitled_design__6_.jpg)
Setelah semua bahan tersedia, Anda bisa mulai membuat larutan cabai. Prosesnya cukup sederhana dan tidak membutuhkan peralatan khusus.
1. Cuci Cabai hingga Bersih
Pertama, cuci cabai rawit merah menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada permukaannya. Setelah itu, tiriskan sampai airnya berkurang.
Gunakan sarung tangan saat menangani cabai, terutama ketika memotong atau menghaluskannya. Senyawa pedas pada cabai dapat menyebabkan iritasi apabila mengenai mata, hidung, atau kulit yang sensitif.
2. Potong atau Haluskan Cabai
Potong cabai menjadi beberapa bagian kecil agar permukaannya lebih terbuka. Anda juga bisa menghaluskannya menggunakan alat khusus yang tidak dipakai untuk mengolah makanan.
Proses ini bertujuan membantu senyawa yang terkandung dalam cabai bercampur dengan air selama perendaman. Tidak perlu menambahkan bahan lain seperti deterjen atau cairan pembersih rumah tangga.
3. Rendam Cabai dalam Air
Masukkan cabai yang sudah dipotong ke dalam wadah, kemudian tambahkan 1 liter air bersih. Aduk perlahan hingga seluruh potongan cabai terendam.
Tutup wadah dan diamkan selama sekitar 12–24 jam. Waktu tersebut merupakan panduan praktis untuk percobaan rumahan, bukan standar konsentrasi pestisida yang telah teruji secara ilmiah.
4. Saring Larutan Cabai
Setelah proses perendaman selesai, saring larutan menggunakan kain bersih atau saringan halus. Pisahkan seluruh ampas cabai agar tidak menyumbat lubang botol semprot.
Bagian cairannya dapat ditampung dalam wadah bersih. Jangan memeras ampas secara berlebihan karena cipratan larutan berpotensi mengenai kulit atau mata.
5. Masukkan ke Botol Semprot
Tuangkan larutan cabai ke dalam botol semprot yang sudah dibersihkan. Beri label berisi nama larutan dan tanggal pembuatan agar tidak tertukar dengan cairan lainnya.
Larutan siap digunakan untuk percobaan pada sebagian kecil tanaman. Jangan langsung menyemprotkan seluruh bagian tanaman sebelum memastikan tidak muncul tanda kerusakan.
Advertisement
Cara Menggunakan Pestisida Cabai pada Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5855520/original/003899000_1778756520-Gunakan_Pestisida_Nabati_Hanya_Jika_Terpaksa.jpg)
Penggunaan pestisida nabati perlu dilakukan secara hati-hati. Meskipun berasal dari bahan alami, larutan cabai tetap memiliki senyawa aktif yang dapat menimbulkan iritasi dan berpotensi memengaruhi tanaman maupun makhluk lain.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Lakukan Uji Coba pada Beberapa Helai Daun
Sebelum menyemprotkan larutan ke seluruh tanaman, pilih satu atau dua helai daun untuk percobaan. Amati kondisinya selama beberapa hari untuk mengetahui apakah muncul bercak, perubahan warna, atau tanda kerusakan lainnya.
Jangan melanjutkan penyemprotan apabila daun menunjukkan reaksi negatif.
2. Semprotkan secara Terbatas
Jika tidak terlihat tanda kerusakan, Anda bisa melakukan percobaan pada area tanaman yang mengalami gangguan hama. Gunakan semprotan secukupnya dan hindari membuat daun terlalu basah.
Jangan menyemprotkan larutan secara berlebihan karena konsentrasi yang tidak terukur dapat meningkatkan risiko kerusakan tanaman.
3. Pilih Waktu Penyemprotan yang Tepat
Lakukan percobaan pada pagi atau sore hari ketika kondisi lingkungan relatif lebih sejuk. Hindari penyemprotan saat cuaca panas, berangin, atau ketika tanaman sedang mengalami kekeringan.
Jangan menyemprotkan larutan pada bunga yang sedang didatangi lebah atau serangga penyerbuk lainnya.
4. Amati Perkembangan Hama
Perhatikan perubahan jumlah hama setelah perlakuan. Jika tidak terlihat hasil yang berarti atau kondisi tanaman semakin memburuk, hentikan penggunaannya.
Jangan langsung meningkatkan konsentrasi larutan atau frekuensi penyemprotan tanpa mengetahui penyebab masalah.
Hama Apa Saja yang Berpotensi Diusir dengan Pestisida Cabai?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474951/original/024024100_1768545126-cara_mengatasi_kutu_daun_pada_tanaman_cabai.jpg)
Pestisida berbahan cabai berpotensi membantu mengurangi gangguan sejumlah hama karena capsaicin memiliki aktivitas sebagai bahan pengusir dan penghambat makan.
Menurut penjelasan Clemson University Cooperative Extension, capsaicin yang berasal dari cabai panas terutama bekerja sebagai repelan dan dapat membantu mengurangi kerusakan akibat beberapa jenis hama.
Beberapa kelompok hama yang dibahas dalam penggunaan produk berbahan capsaicin meliputi:
- Kutu daun (aphids): Serangga kecil yang mengisap cairan tanaman dan sering ditemukan pada tunas muda.
- Kutu kebul (whiteflies): Serangga kecil berwarna putih yang biasanya berkumpul di bagian bawah daun.
- Thrips: Serangga berukuran kecil yang dapat menyebabkan daun mengalami perubahan warna dan kerusakan.
- Tungau laba-laba (spider mites): Hama berukuran sangat kecil yang menyerang jaringan daun.
- Wereng daun (leafhoppers): Serangga yang mengisap cairan tanaman dan dapat mengganggu pertumbuhan.
Namun, daftar tersebut merujuk pada potensi bahan aktif capsaicin dalam produk pengendali hama, bukan bukti bahwa setiap racikan cabai rumahan efektif mengendalikan seluruh hama tersebut.
Advertisement
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Pestisida Cabai
Ada beberapa hal penting yang sebaiknya tidak diabaikan saat menggunakan racikan pestisida dari cabai di pekarangan rumah.
1. Jangan Menganggap Bahan Alami Selalu Aman
Capsaicin dapat menimbulkan sensasi terbakar dan iritasi. Gunakan sarung tangan, pakaian berlengan panjang, serta pelindung mata ketika membuat dan mengaplikasikan larutan.
2. Hindari Mencampurkan Deterjen Sembarangan
Sebagian resep rumahan menyarankan penambahan sabun cuci piring agar larutan lebih mudah menempel pada daun. Namun, deterjen rumah tangga tidak dirancang untuk penggunaan pada tanaman dan berpotensi merusak jaringan daun.
3. Lindungi Serangga yang Bermanfaat
Tidak semua serangga di taman merupakan hama. Lebah, kepik predator, dan beberapa jenis serangga lainnya membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Hindari penyemprotan langsung terhadap serangga yang bermanfaat.
4. Jangan Menyimpan Larutan Sembarangan
Simpan sisa larutan dalam wadah tertutup dan berlabel, jauh dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan. Jangan menyimpannya di dalam botol minuman atau wadah makanan.
5. Jangan Langsung Menggunakannya pada Tanaman Konsumsi
Untuk tanaman sayuran dan buah, jangan menganggap larutan rumahan otomatis aman digunakan menjelang panen. Tidak ada masa tunggu panen yang tervalidasi untuk resep sederhana ini.
Dilansir dari University of Connecticut Extension, pestisida rumahan tetap memiliki risiko karena konsentrasi dan petunjuk penggunaannya sering tidak terstandarisasi. Pengguna juga perlu memperhatikan perlindungan diri, lingkungan, serta penyimpanan larutan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Pestisida dari Cabai
1. Apakah Pestisida dari Cabai Bisa Mengusir Kutu Daun?
Cabai mengandung capsaicin yang berpotensi mengusir sejumlah serangga pengganggu. Namun, efektivitas racikan rumahan terhadap kutu daun belum memiliki standar konsentrasi yang dapat dijadikan patokan.
2. Berapa Lama Pestisida Cabai Harus Direndam?
Untuk percobaan rumahan, cabai bisa direndam selama 12–24 jam. Waktu tersebut merupakan panduan praktis, bukan durasi baku yang menjamin efektivitas pestisida.
3. Apakah Pestisida Cabai Aman untuk Semua Tanaman?
Belum tentu. Konsentrasi larutan dan sensitivitas setiap tanaman berbeda. Lakukan uji coba pada beberapa helai daun terlebih dahulu sebelum menggunakannya secara lebih luas.
4. Apakah Pestisida Cabai Bisa Dicampur dengan Sabun Cuci Piring?
Sebaiknya jangan menggunakan deterjen atau sabun cuci piring sembarangan. Bahan tersebut dapat merusak jaringan daun. Jika membutuhkan bahan pembasah, pilih produk yang memang diformulasikan khusus untuk tanaman.
5. Apakah Pestisida Cabai Bisa Digunakan pada Tanaman Sayuran?
Penggunaan pada tanaman sayuran perlu lebih berhati-hati karena larutan dapat mengenai bagian yang dikonsumsi. Resep rumahan ini belum memiliki data residu dan masa tunggu panen yang tervalidasi. Untuk tanaman pangan, lebih baik gunakan produk pengendali hama yang memiliki label dan petunjuk penggunaan sesuai komoditas.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390996/original/082942600_1793869035-prabowo_listrik_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390616/original/018537700_1793860521-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_1.34.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5389018/original/062498400_1761184750-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__95_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385462/original/040497900_1793258483-01M635FR5PFE4G9C74AEY99XCS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388355/original/019790500_1793610265-159d5c5c-ef56-4fe1-aaab-594e52ddbcb4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384778/original/077840700_1793181681-01M60WY7M84P3C5FF9K6R26D0C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154533/original/085644700_1741401411-sweet-potato-5318960_1280.jpg)