Liputan6.com, Jakarta - Pernah memiliki teman sekantor yang hampir selalu menawarkan untuk membelikan kopi, camilan, atau makanan ringan ketika jam istirahat? Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi sebagian orang, berbagi makanan merupakan salah satu cara untuk menunjukkan perhatian dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya.
Dalam psikologi, perilaku semacam ini dikaitkan dengan prosocial behavior atau perilaku prososial, yaitu tindakan sukarela yang bertujuan memberikan manfaat bagi orang lain. Meski tidak bisa digunakan untuk memastikan kepribadian seseorang hanya dari kebiasaan mentraktir, perilaku tersebut bisa memberikan gambaran tentang kecenderungan sosial, empati, dan cara seseorang membangun kedekatan dengan lingkungan kerjanya.
Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana ciri orang yang sering traktir jajan teman sekantor jika dilihat dari sisi psikologi.
Advertisement
1. Memiliki Kepedulian terhadap Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390863/original/056892700_1793864579-c44c23d7-3365-4f13-a76b-c1a51a1f6a1d.jpg)
Orang yang sering mentraktir teman sekantor mungkin memiliki perhatian yang cukup besar terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. Orang dengan kepribadian ini tidak selalu menunggu seseorang meminta, tapi langsung memberikan sesuatu untuk mereka.
Misalnya, ketika melihat rekan kerja belum sempat membeli makan siang atau sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan, mereka bisa berinisiatif menawarkan makanan ringan atau minuman. Tindakan tersebut menjadi bentuk perhatian sederhana yang membuat orang lain merasa diperhatikan.
Kecenderungan ini berkaitan dengan perilaku prososial. Seseorang melakukan sesuatu bukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan pribadi, melainkan juga karena ingin memberikan pengalaman positif kepada orang lain.
Advertisement
2. Senang Membangun Hubungan Sosial
Dengan mentraktir teman sekantor, menjadi cara seseorang untuk mempererat hubungan sosialnya, khususnya di lingkungan kerja. Ia tidak ingin membangun kedekatan hanya dari rapat, diskusi, atau kegiatan formal dari kantor. Seseorang dengan kebiasaan ini menikmati interaksi ringan seperti saat menikmati kopi di luar ruangan kerja.
Orang yang senang berbagi makanan mungkin menikmati momen kebersamaan tersebut. Mereka merasa senang ketika bisa mengajak rekan kerja berbincang santai, bercanda, atau sekadar beristirahat bersama setelah menyelesaikan pekerjaan.
Dalam kajian psikologi organisasi yang diterbitkan Annual Review of Psychology pada 2022, Adam M. Grant dan Marissa S. Shandell menjelaskan bagaimana hubungan sosial, motivasi untuk membantu orang lain, dan kolaborasi dapat memengaruhi dinamika serta motivasi kerja. Hal ini memperlihatkan bahwa interaksi positif antarkaryawan memiliki peran dalam kehidupan profesional.
3. Cenderung Memiliki Empati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390864/original/090370400_1793864590-0d0490e3-dafd-4309-a362-687b7983e757.jpg)
Empati merupakan kemampuan memahami atau merasakan keadaan emosional orang lain. Orang yang memiliki kecenderungan empati mungkin lebih mudah menyadari ketika teman sekantornya sedang mengalami hari yang melelahkan atau membutuhkan sedikit hiburan.
Memberikan makanan atau minuman bisa menjadi salah satu cara mereka menunjukkan perhatian tanpa harus mengucapkan banyak hal. Contohnya, membelikan kopi untuk rekan yang sedang dikejar tenggat pekerjaan atau membagikan camilan ketika suasana kantor terasa tegang.
Namun, perlu dipahami bahwa kebiasaan mentraktir tidak otomatis membuktikan seseorang memiliki empati tinggi. Empati juga terlihat dari cara mendengarkan, menghargai pendapat, memahami batasan orang lain, dan memberikan bantuan ketika diperlukan.
Advertisement
4. Menikmati Kebahagiaan dari Berbagi
Ada orang yang merasa puas ketika bisa membuat orang lain tersenyum. Bagi mereka, mengeluarkan sedikit uang untuk membelikan camilan teman bukan sesuatu yang terasa memberatkan selama masih sesuai kemampuan.
Fenomena ini berkaitan dengan konsep prosocial spending, yaitu penggunaan uang untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Sejumlah penelitian psikologi menemukan hubungan antara perilaku berbagi secara finansial dan peningkatan kebahagiaan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 2020 berjudul Does Spending Money on Others Promote Happiness? menguji hubungan tersebut melalui beberapa eksperimen dengan ribuan partisipan. Hasilnya mendukung bahwa membelanjakan uang untuk orang lain dapat meningkatkan kebahagiaan sesaat, meskipun besarnya efek bergantung pada metode dan kondisi penelitian.
Artinya, seseorang yang gemar mentraktir mungkin tidak hanya ingin menyenangkan teman-temannya. Mereka juga bisa menikmati perasaan positif yang muncul ketika melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
5. Tidak Terlalu Berorientasi pada Perhitungan Timbal Balik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390866/original/064199900_1793864603-9be69375-5fa6-4d3d-b8f4-4d0af5d54a76.jpg)
Salah satu ciri yang mungkin terlihat dari orang yang senang mentraktir adalah mereka tidak selalu menghitung siapa yang terakhir kali membayar makanan atau minuman.
Mereka bisa saja membelikan jajanan untuk teman tanpa berharap orang tersebut harus membalas dengan traktiran serupa pada kesempatan berikutnya. Bagi mereka, berbagi merupakan pilihan yang dilakukan secara sukarela.
Meski begitu, bukan berarti mereka tidak menghargai timbal balik. Mereka tetap bisa merasa senang ketika orang lain melakukan hal serupa, tetapi tidak menjadikan balasan sebagai syarat untuk berbagi.
Sikap ini dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih nyaman. Rekan kerja tidak merasa setiap kebaikan harus dibayar kembali dengan nilai yang sama.
Advertisement
6. Ingin Menciptakan Suasana Kerja yang Lebih Akrab
Lingkungan kantor terkadang terasa monoton karena sebagian besar waktu dihabiskan untuk menyelesaikan tugas. Dalam situasi seperti ini, hal sederhana seperti membagikan camilan dapat menjadi pembuka interaksi yang menyenangkan.
Orang yang sering mentraktir mungkin menyukai suasana kerja yang hangat dan tidak terlalu kaku. Mereka berusaha menciptakan kesempatan agar rekan-rekannya bisa berinteraksi di luar urusan pekerjaan.
Penelitian mengenai perilaku prososial di tempat kerja yang diterbitkan dalam jurnal Emotion pada 2017 menemukan bahwa tindakan kebaikan sehari-hari dapat memberikan manfaat bagi pemberi maupun penerima. Studi tersebut melibatkan 111 karyawan di sebuah perusahaan di Spanyol selama empat minggu.
Temuannya menunjukkan bahwa tindakan kebaikan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan hidup maupun pekerjaan. Penerima kebaikan juga cenderung meneruskan perilaku positif tersebut kepada orang lain.
Dengan demikian, kebiasaan mentraktir bisa menjadi salah satu bentuk interaksi positif yang membantu menciptakan suasana kantor lebih menyenangkan.
7. Memiliki Sifat Murah Hati dan Suka Berbagi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390869/original/032801500_1793864615-68280f14-a104-40fa-b651-2c747de4d8e1.jpg)
Kebiasaan membelikan jajanan untuk teman juga dapat mencerminkan kemurahan hati. Orang yang murah hati biasanya tidak keberatan membagikan sesuatu yang dimilikinya selama hal tersebut tidak mengganggu kebutuhan pribadi.
Bentuk kemurahan hati tidak harus selalu berupa pemberian mahal. Membelikan gorengan, berbagi makanan ringan, atau menawarkan segelas minuman ketika membeli untuk diri sendiri juga bisa menjadi bentuk perhatian.
Hal yang membedakan kemurahan hati dengan perilaku pamer terletak pada motivasi dan konsistensinya. Orang yang benar-benar senang berbagi biasanya tidak selalu membutuhkan pengakuan atau pujian dari orang lain.
Meski demikian, seseorang bisa saja mentraktir karena berbagai alasan, termasuk kebiasaan keluarga, budaya pertemanan, atau sekadar ingin merayakan sesuatu. Karena itu, motifnya tidak bisa disimpulkan hanya dari satu tindakan.
Advertisement
8. Mampu Menempatkan Uang sebagai Sarana Kebersamaan
Bagi sebagian orang, uang bukan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi sarana menciptakan pengalaman bersama. Mereka mungkin lebih menikmati membeli beberapa minuman untuk teman sekantor daripada menikmatinya sendirian.
Kebiasaan tersebut dapat menunjukkan bahwa mereka menghargai pengalaman sosial. Momen sederhana seperti makan bersama atau menikmati camilan setelah pekerjaan selesai bisa memiliki arti tersendiri.
Namun, sifat suka berbagi tetap perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang sehat. Seseorang tidak harus selalu membayar makanan teman agar dianggap baik atau disukai.
Traktiran yang menyenangkan seharusnya diberikan secara sukarela dan sesuai kemampuan finansial. Jika dilakukan karena takut ditolak, ingin mendapatkan penerimaan, atau merasa harus menyenangkan semua orang, kebiasaan tersebut justru berpotensi menjadi beban.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Sering Traktir Jajan Teman Sekantor
Apakah orang yang sering mentraktir teman termasuk orang yang baik hati?
Kebiasaan tersebut bisa menjadi salah satu bentuk kemurahan hati dan kepedulian. Namun, karakter baik seseorang perlu dilihat dari perilakunya secara menyeluruh, termasuk kejujuran, empati, dan cara memperlakukan orang lain.
Mengapa seseorang senang membelikan makanan untuk teman sekantor?
Ada berbagai kemungkinan, mulai dari ingin berbagi kebahagiaan, mempererat hubungan sosial, menunjukkan perhatian, hingga menikmati kebersamaan. Motivasinya bisa berbeda pada setiap individu.
Apakah sering mentraktir teman bisa meningkatkan kebahagiaan?
Penelitian tentang prosocial spending menunjukkan bahwa menggunakan uang untuk membantu atau menyenangkan orang lain dapat meningkatkan kebahagiaan. Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap orang dan situasi.
Apakah orang yang suka mentraktir mengharapkan balasan?
Belum tentu. Sebagian orang berbagi secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan langsung. Namun, ada juga yang menganggap traktiran sebagai bagian dari kebiasaan saling berbagi dalam pertemanan.
Apakah terlalu sering mentraktir teman merupakan kebiasaan yang buruk?
Tidak selalu. Kebiasaan tersebut bisa menjadi hal positif selama dilakukan secara sukarela dan tidak mengganggu kondisi keuangan pribadi. Masalah dapat muncul jika seseorang merasa terpaksa mengeluarkan uang demi mendapatkan penerimaan sosial.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390996/original/082942600_1793869035-prabowo_listrik_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2925355/original/035083300_1569813395-20190930-Apel-Pelantikan-Presiden-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390616/original/018537700_1793860521-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_1.34.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390862/original/058825200_1793864536-c7c9e400-bc23-4a81-a4e0-470cf32fa60f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)