Liputan6.com, Jakarta - Anda mungkin punya kerabat atau teman yang seperti ini. Baru mau pamit, tahu-tahu tangan sudah penuh. Ada kue, buah, atau kantong plastik berisi “sedikit saja kok” yang ternyata banyak.
Kebiasaan ini sering dianggap sekadar adat atau sopan santun. Psikologi melihatnya sedikit lebih dalam. Perlu dicatat, belum ada penelitian yang secara khusus menguji kebiasaan “tidak membiarkan tamu pulang tangan kosong”.
Tujuh ciri di bawah ini adalah rangkuman temuan riset tentang kemurahan hati, kepribadian, empati, dan keramahtamahan, yang paling relevan dengan perilaku tersebut. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (5/11/2026).
Advertisement
1. Memberi Justru Membuat Mereka Bahagia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387398/original/014463800_1793500889-2149306392.jpg)
Orang seperti ini biasanya merasa senang saat memberi, bukan cuma merasa wajib. Studi Elizabeth Dunn, Lara Aknin, dan Michael Norton di jurnal Science (2008) menemukan bahwa semakin besar bagian penghasilan yang dipakai untuk orang lain, semakin tinggi tingkat kebahagiaan yang dilaporkan. Dalam eksperimen, peserta yang diminta membelanjakan uang untuk orang lain merasa lebih bahagia daripada yang membelanjakannya untuk diri sendiri.
2. Tidak Perlu Kaya untuk Bermurah Hati
Si pemberi tak harus berduit banyak. Norton menjelaskan bahwa menghabiskan sekitar lima dolar sehari untuk orang lain sudah menunjukkan peningkatan kebahagiaan. Menurutnya, pengaruhnya datang dari porsi uang yang diberikan, bukan dari besarnya bonus yang diterima. Jadi sebungkus gorengan atau sekantong jeruk bisa punya makna psikologis yang sama besarnya.
Advertisement
3. Sifat Ini Muncul di Banyak Budaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390649/original/003798000_1793853363-Gemini_Generated_Image_k6qmw6k6qmw6k6qm.jpg)
Kebiasaan memberi bukan monopoli satu budaya. Riset Aknin dan kolega di Journal of Personality and Social Psychology (2013) menganalisis data dari 136 negara dan menemukan bahwa pengeluaran untuk orang lain konsisten berkaitan dengan kebahagiaan yang lebih tinggi. Eksperimen di Kanada dan Uganda juga menunjukkan dampak sebab-akibat dari memberi terhadap rasa bahagia. Para peneliti menyimpulkan bahwa rasa puas karena menolong orang lain tampaknya tertanam dalam sifat manusia.
4. Cenderung Punya Kepribadian Agreeable
Dalam psikologi kepribadian Big Five, ada sifat bernama agreeableness, yaitu kecenderungan bersikap hangat, kooperatif, dan peduli. Studi di jurnal PeerJ menemukan bahwa orang yang tinggi di sifat ini lebih sering menunjukkan sikap dan tindakan membantu di berbagai situasi. Pengaruhnya terutama datang dari sisi welas asih. nihnih
Temuan serupa muncul dalam meta-analisis terbaru. Analisis atas 29 studi internasional dengan lebih dari 90.000 partisipan menghubungkan sifat ini dengan kegiatan filantropi. Salah satu penjelasannya, orang yang agreeable cenderung lebih berbelas kasih dan memperhatikan perasaan orang lain.
5. Peka Membaca Kebutuhan Tamu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387392/original/076601000_1793500888-b22e402e-ff0e-4286-80e9-0c3873645b4c.jpg)
Mereka tahu kalau tamunya jauh dari rumah, atau sedang butuh sesuatu. Kepekaan ini terkait dengan empati. Sebuah studi tentang kemampuan bersikap ramah tamah menemukan hubungan erat antara empati dan kemampuan menjadi tuan rumah yang baik. Penelitian di tiga hotel juga mendapati bahwa kemampuan menempatkan diri di posisi orang lain mendorong perilaku sukarela yang membantu tamu. Konteksnya memang perhotelan, tetapi prinsipnya relevan untuk tamu di rumah.
6. Memandang Menjamu sebagai Cara Menjalin Hubungan
Para peneliti kesejahteraan (well-being) membedakan kemurahan hati dari keramahtamahan. Menurut mereka, keramahtamahan bersifat alami dan berorientasi pada hubungan sosial. Bagi orang jenis ini, bekal untuk tamu adalah bahasa kasih sayang, bukan hitung-hitungan untung rugi.
Advertisement
7. Paham Prinsip Timbal Balik, tapi Tulus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387393/original/081087900_1793500888-4a72b3c7-783b-4f92-b226-8440e037a8dc.jpg)
Psikolog Robert Cialdini menjelaskan prinsip resiprositas: manusia cenderung ingin membalas orang yang telah memberi kepadanya. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu masyarakat pun yang tidak mengajarkan aturan ini kepada anak-anaknya. Pemberian paling efektif membangun hubungan jika tulus dan tidak bergantung pada tanggapan tertentu. Orang yang hangat biasanya memberi tanpa menagih balasan.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Ciri Orang yang Tidak Pernah Membiarkan Tamu Pulang dengan Tangan Kosong
Apakah orang yang suka memberi pasti lebih bahagia?
Riset menunjukkan hubungan yang konsisten antara memberi dan rasa bahagia, bahkan di banyak negara. Namun itu temuan kecenderungan, bukan jaminan untuk setiap orang. nber
Apakah harus memberi barang mahal?
Tidak. Menurut Norton, perubahan kecil seperti memindahkan beberapa dolar dari diri sendiri ke orang lain sudah bisa berdampak.
Apa bedanya murah hati dan ramah tamah?
Kemurahan hati berkaitan dengan memberi sumber daya, sedangkan keramahtamahan berorientasi pada hubungan sosial. Seseorang bisa murah hati tanpa ramah tamah, dan sebaliknya.
Apakah sifat ini bisa dilatih?
Penelitian di atas tidak menguji pelatihan sifat ini. Yang bisa disimpulkan, perilaku memberi menghasilkan rasa positif. Mencoba berbagi hal kecil secara rutin bisa jadi awal yang wajar.
Apakah memberi karena tak enak hati termasuk sifat baik?
Niatnya penting. Menurut ulasan prinsip resiprositas, pemberian akan lebih bermakna jika tulus dan tidak bersyarat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390996/original/082942600_1793869035-prabowo_listrik_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2925355/original/035083300_1569813395-20190930-Apel-Pelantikan-Presiden-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390616/original/018537700_1793860521-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_1.34.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387394/original/089080700_1793500888-2151043655.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390937/original/003194500_1793867021-f1c7f372-8a24-4a62-9be4-398585dfb9a8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838436/original/041772600_1716273581-17498.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390649/original/003798000_1793853363-Gemini_Generated_Image_k6qmw6k6qmw6k6qm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3978106/original/023489100_1648535617-pexels-fauxels-3182808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390462/original/073654500_1793841185-e0472367-a320-44b2-a37c-da954a237a2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4528763/original/076803300_1691392507-eliott-reyna-jCEpN62oWL4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390113/original/061693800_1793783400-Gemini_Generated_Image_x549f1x549f1x549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390254/original/070126500_1793789820-pexels-karola-g-5979121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390216/original/073119600_1793787375-Gemini_Generated_Image_8794ni8794ni8794.jpg)