Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah masih menghitung ulang kebutuhan lahan untuk produksi bioetanol. Langkah ini dilakukan karena penanaman tebu sebagai bahan baku utama membutuhkan karakter lahan khusus.
Sebelumnya, pemerintah berencana menyiapkan 2 juta hektare lahan untuk mendukung pengembangan BBM campuran etanol dari E20 hingga E50. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut angka kebutuhan lahan tersebut masih dalam tahap finalisasi.
"Kita hitung ulang ya, kita tapi dari desain dari Kementerian Pertanian angkanya seperti itu. Kita kemarin juga sudah dipaparkan oleh Bapak Presiden dalam sidang Kabinet Paripurna. Bapak Presiden nanya, 'Pak Mentan, apakah ini sudah lepas dari kawasan hutan, atau itu tidak mengganggu hutan kan?'," kata Hanif di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Advertisement
Hanif menjelaskan, pemetaan lahan kebun tebu harus dilakukan secara teliti. Salah satu kendala utamanya adalah masalah tumpang tindih peta lahan yang perlu diseragamkan terlebih dahulu.
"Jadi untuk itu kita masih overlay-kan dengan banyak peta untuk mendukung kebijakan dari E50 gitu," ucap dia.
Karakteristik dan kondisi lahan saat ini menjadi pertimbangan utama. Pembukaan lahan baru mutlak diperlukan untuk menopang swasembada BBM etanol. Kondisi ini berbeda dengan program biodiesel B50 yang bisa dipenuhi hanya dengan menggenjot produktivitas lahan sawit yang sudah ada.
"Kalau B50 sepertinya sudah jalan saja karena saya pikir produktivitas kita perlu ditingkatkan. Kita punya 17 juta hektare kebun sawit yang produktivitasnya masih 2 ton per hektare yang tentu bisa sampai ke 4 ton ya. Jadi masih banyak upaya untuk itu, untuk intensifikasi," tutur dia.
"Namun untuk E ini benar-benar harus bangun perkebunan tebu baru sepertinya, seperti yang didesain oleh Kementerian Pertanian, gitu ya," sambungnya.
Cari 2 Juta Hektare Lahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385169/original/013551600_1793244576-email-attachment_2026_10_29_ariefhakim-at-klyid_amran-sulaiman-copot-delapan-pegawai-bapanas-bulog-buntut-kasus-beras-sphp-oplosan_1000489659.jpg)
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan pengembangan lahan hingga 2 juta hektare untuk memperkuat industri bioetanol nasional. Program ini diarahkan sebagai salah satu pilar menuju kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia.
Amran menerangkan, pengembangan bioetanol akan mengandalkan tiga komoditas utama: tebu, ubi kayu (singkong), dan jagung. Pemerintah bakal menyesuaikan komoditas yang ditanam dengan potensi daerah masing-masing.
"Pemerintah menyiapkan pengembangan lahan hingga 2 juta hektare sebagai fondasi pembangunan industri bioetanol nasional sekaligus langkah memperkuat kemandirian energi," kata Mentan dikutip dari Antara, Selasa (22/9/2026).
Advertisement
Jamin Ketersediaan Bahan Baku
Menurut Amran, membangun industri bioetanol tidak bisa sekadar mendirikan pabrik. Ketersediaan bahan baku harus dijamin lebih dulu melalui pengembangan kawasan pertanian berskala besar yang terintegrasi langsung dengan industri pengolahan.
"Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insya Allah kita akan bangun pabriknya,kita gerakkan masif seluruh Indonesia," ujarnya.
Tebu menjadi fokus utama karena potensinya yang sangat besar sebagai bahan baku bioetanol. Sementara singkong dan jagung akan dikembangkan di lokasi yang memiliki karakteristik lahan cocok serta berproduktivitas tinggi.
Amran menegaskan bahwa kepastian pasokan bahan baku menjadi kunci utama menarik investor. Oleh sebab itu, pemerintah fokus memetakan kawasan dan menyiapkan lahan terlebih dahulu.
Untuk pembiayaan pabrik, pemerintah berencana melibatkan BUMN dan sektor swasta. Pemerintah mengambil peran menyiapkan lahan, sedangkan investasi pengolahannya diperkuat sektor swasta.
"Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta dan pasti swasta mau karena tanahnya disiapkan oleh negara,” beber Amran.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6126278/original/025631900_1779010300-Tugas__13_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391573/original/004412000_1793940913-biotenal.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519356/original/081737900_1772549703-publikasi_1772539487_69a6ce5f5022d__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380797/original/076974700_1792738762-drajad_wibowo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371448/original/048361500_1791789367-IMG_7755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368674/original/095212500_1791444542-publikasi_1791435160_6ac721983d305.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363405/original/094446300_1790857719-publikasi_1790852625_6abe3e11d4523.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196560/original/068216900_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427473/original/098215900_1764389875-WhatsApp_Image_2025-11-29_at_09.54.54_e4039f61.jpg)