Liputan6.com, Jakarta - Rasa asin pada upil bukan kebetulan, melainkan jejak garam yang memang terkandung dalam lendirhidung. Lendir itu menjadi upil ketika airnya menguap dan debu yang terperangkap ikut mengering.
Cairan di permukaan hidung orang sehat mengandung natrium sekitar 109 mM dan klorida sekitar 125 mM, dikutip dari penelitian Knowles dan kolega di Journal of Clinical Investigation, Jumat (6/11/2026). Satuan mM berarti milimol per liter. Kalau dihitung sendiri, natrium 109 mM setara sekitar 6,37 gram garam dapur per liter, dengan rumus 109 dikali 58,44 miligram per milimol.
Lalu dari mana garam itu berasal, dan mengapa upil yang kering terasa lebih pekat? Jawabannya ada pada komposisi cairan hidung.
Advertisement
Isi Lendir Hidung: Air, Musin, dan Garam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391565/original/023508000_1793940408-pexels-yankrukov-8430407.jpg)
Lendir tersusun dari air, sel permukaan, sel darah putih yang sudah mati, musin, dan garam anorganik, menurut Encyclopaedia Britannica. Di hidung, lendir menangkap debu, bakteri, dan partikel kecil yang terhirup, lalu silia mendorongnya keluar.
| KOMPONEN | TEMUAN | ASAL DATA |
|---|---|---|
| Padatan | Sekitar 5 persen pada lendir saluran napas orang sehat | Studi Frontiers in Physiology 2023 |
| Air | Sekitar 95 persen (hitungan sendiri: 100 persen dikurangi 5 persen padatan) | Turunan dari angka padatan di atas |
| Musin dan sel | Musin, sel permukaan, dan sel darah putih yang sudah mati | Encyclopaedia Britannica |
| Garam anorganik | Natrium, klorida, dan kalium, dirinci di bagian berikutnya | Knowles dan kolega, 1997 |
Angka padatan itu berasal dari sampel lendir saluran napas bagian bawah, bukan khusus hidung, sehingga cocok sebagai gambaran kasar. Komposisi garam di hidung sendiri terukur lebih rinci, dan di situlah rasa asin berasal.
Natrium dan Klorida: Sumber Rasa Asin
Garam dapur terdiri atas ion natrium dan klorida, dua zat yang sama-sama ditemukan di cairan hidung. Peneliti menyebut cairan permukaan hidung orang normal hampir isotonik, yaitu mendekati konsentrasi cairan tubuh, dengan osmolaritas sekitar 277 mOsm/L dibanding sekitar 285 mOsm/L pada plasma darah.
| ZAT | DI CAIRAN HIDUNG | DIBANDING PLASMA |
|---|---|---|
| Natrium | Sekitar 109 mM | Lebih rendah dari plasma |
| Klorida | Sekitar 125 mM | Serupa dengan plasma |
| Kalium | Sekitar 30 mM | Lebih dari lima kali plasma |
| Osmolaritas | Sekitar 277 mOsm/L | Plasma sekitar 285 mOsm/L |
| Setelah rangsangan cabai | Osmolaritas berkurang sekitar 30 sampai 40 mOsm/L | Kelenjar hidung mengeluarkan cairan lebih encer |
Baris terakhir menjelaskan mengapa ingus bisa mendadak lebih encer dan lebih tawar ketika kelenjar hidung terangsang: volume cairan bertambah, sedangkan konsentrasi ion mengecil. Rasa asin pada kondisi biasa tetap berasal dari natrium dan klorida tadi, yang makin terasa ketika lendir mengering.
Advertisement
Saat Lendir Mengering Menjadi Upil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164862/original/028456900_1742183309-35593544ed96dc84959f451186758047.jpg)
Upil adalah lendir yang kehilangan sebagian besar airnya. Air menguap, sedangkan garam dan padatan lain tertinggal, sehingga garam per gram makin pekat. Ilustrasi hitungan sendiri berikut mengasumsikan lendir 95 persen air, hanya air yang menguap, dan garam tidak ikut hilang.
| AIR YANG MENGUAP | MASSA TERSISA DARI 1 GRAM LENDIR | GARAM PER GRAM MENJADI |
|---|---|---|
| 0 persen | 1,00 gram | 1,0 kali |
| 50 persen | 0,53 gram | 1,9 kali |
| 80 persen | 0,24 gram | 4,2 kali |
| 90 persen | 0,15 gram | 6,9 kali |
Rumusnya: massa tersisa = 0,05 + 0,95 dikali (1 dikurangi bagian air yang menguap), lalu pemekatan = 1 dibagi massa tersisa. Angka itu hanya ilustrasi dan bukan hasil pengukuran upil sungguhan, tetapi arahnya jelas: makin kering, makin pekat rasa garamnya.
Tips Memahami Rasa Asin pada Lendir Hidung
Beberapa hal berikut membantu membaca rasa dan kondisi lendir hidung dengan lebih tenang.
- Anggap rasa asin sebagai hal yang wajar, karena cairan hidung normal memang berosmolaritas sekitar 277 mOsm/L, hampir sama dengan plasma.
- Ingat bahwa upil yang lebih kering terasa lebih pekat karena airnya menguap, bukan karena garamnya bertambah.
- Wajar bila ingus mendadak encer saat kelenjar hidung terangsang, misalnya oleh cabai: osmolaritas cairan berkurang sekitar 30 sampai 40 mOsm/L pada penelitian Knowles.
- Bedakan ingus dari dahak. Ingus berasal dari hidung, sedangkan dahak dari mulut atau tenggorokan, seperti dijelaskan dalam artikel tentang dahak dan ingus.
- Dahak yang tertelan umumnya tidak berbahaya karena asam lambung, tetapi dahak yang masuk ke paru-paru bisa menimbulkan masalah serius pada orang berdaya tahan lemah.
- Bila ingus berubah drastis dan disertai gejala yang mengganggu, periksakan diri ke dokter THT, bukan menebak dari rasanya.
Pertanyaan yang paling sering muncul seputar rasa asin ini dijawab di bagian berikut.
Pertanyaan Seputar Rasa Asin pada Upil
- Kenapa upil terasa asin?
Karena cairan hidung mengandung natrium sekitar 109 mM dan klorida sekitar 125 mM, dua ion penyusun garam dapur. Saat lendir mengering menjadi upil, airnya menguap dan garamnya tertinggal.
- Seberapa asin cairan hidung dibanding cairan tubuh?
Hampir sama. Osmolaritas cairan hidung orang normal sekitar 277 mOsm/L, sedangkan plasma sekitar 285 mOsm/L. Natrium di hidung lebih rendah dari plasma, klorida serupa, dan kalium lebih dari lima kali lipat.
- Bagaimana mengubah 109 mM menjadi gram garam?
Kalikan konsentrasi dengan massa molar garam dapur, yaitu 58,44 miligram per milimol. Hitungan sendiri: 109 dikali 58,44 menghasilkan sekitar 6.370 miligram, atau 6,37 gram per liter, dengan asumsi semua natrium berpasangan dengan klorida.
- Mengapa ingus kadang terasa lebih encer dan tawar?
Rangsangan pada kelenjar hidung, misalnya oleh cabai, menambah volume cairan dan mengurangi osmolaritasnya sekitar 30 sampai 40 mOsm/L. Cairan dari kelenjar itu lebih encer daripada cairan permukaan biasa.
- Apa saja isi lendir hidung selain garam?
Selain garam anorganik, lendir mengandung air, musin, sel permukaan, dan sel darah putih yang sudah mati menurut Encyclopaedia Britannica. Pada lendir saluran napas sehat, padatan sekitar 5 persen sehingga sisanya sekitar 95 persen air.
- Apa bedanya ingus dan dahak?
Ingus berasal dari hidung, sedangkan dahak berasal dari mulut atau tenggorokan, meski keduanya sama-sama lendir yang dihasilkan selaput lendir saat meradang. Penjelasan lengkapnya ada di artikel tentang dahak dan ingus.
Angka konsentrasi di atas berasal dari pengukuran pada orang dewasa sehat dan bisa berbeda antarindividu. Untuk keluhan hidung yang menetap, konsultasikan ke dokter.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6126278/original/025631900_1779010300-Tugas__13_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4210625/original/081100500_1667285732-hand-gfac6b6820_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391557/original/024726700_1793939881-Gemini_Generated_Image_7blmb07blmb07blm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384140/original/017392900_1793159441-01M600Y1AD55BMTZFJDT1B23VS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303691/original/003977800_1784686904-555c1ba2-f666-4d10-b6d5-4399784070d0.jpg)