Liputan6.com, Jakarta -Halaman rumah sering jadi tempat favorit untuk bersantai, bermain, berkebun, atau menemani anak bermain di sore hari. Akan tetapi, di balik rimbunnya tanaman, ada berbagai tempat persembunyian ular di halaman rumah yang sering tidak disadari oleh pemiliknya, meskipun halaman tersebut rajin dibersihkan dan dirawat dengan baik.
Ular jarang terlihat di area terbuka karena hewan ini selalu mencari tempat yang gelap, lembap, dan tertutup. Area-area seperti ini sering ditemui di sudut-sudut halaman rumah yang biasanya jarang dijangkau, sehingga tak jarang pemilik rumah tidak menyadari kehadiran binatang melata ini di kediaman mereka.
Untuk memastikan kalau rumah Anda benar-benar beas dari ular, berikut ini adalah beberapa tempat persembunyian ular di halaman rumah yang sering tidak disadari oleh pemiliknya yang perlu Anda cek segera. Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini yang dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (6/11/2026).
Advertisement
1. Rumput Tinggi dan Semak yang Lebat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391439/original/041079200_1793932788-pexels-muhammet-mirik-386428358-14747265.jpg)
Rumput yang dibiarkan memanjang memang terlihat hijau dan asri, tetapi area ini menjadi jalur favorit ular untuk bergerak tanpa terlihat. Semak lebat di dekat pagar atau dinding rumah juga memberi efek yang serupa. Seperti yang dikatakan oleh Meg Pearson, manajer pelatihan satwa liar di Critter Control, dikutip dari Real Simple, rumput yang tinggi memberi ular perlindungan dari predator dan juga memudahkan ular mendekati mangsanya diam-diam.
Untuk mencegahnya, Anda perlu memangkas rumput secara rutin, terutama di bagian-bagian yang sering menjadi tempat bermain anak ataupun sering diakses keluarga. Selain itu, jangan lupa untuk merapihkan semak-semak dan dahan agar tidak menempel ke dinding rumah.
Advertisement
2. Tumpukan Kayu Bakar dan Papan Bekas
Sisa material renovasi atau kayu bakar yang ditumpuk di sudut halaman sering terlupakan sampai berbulan-bulan. Celah gelap di antara kayu dan papan termasuk tempat persembunyian favorit ular di halaman rumah yang sering tidak disadari, apalagi jika tikus ikut bersarang di sana.
Untuk mencegahnya, Anda bisa menyimpan kayu-kayu sisa di atas rak atau palet supaya lebih sulit untuk diakses oleh ular. Kalaupun tidak memungkinkan, cobalah untuk meletakkan tumpukan kayu jauh dari dinding dan pintu untuk mengurangi kemungkinan ular diam-diam menyelinap ke dalam rumah.
3. Tumpukan Daun Kering dan Pelepah Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391440/original/050345400_1793932788-pexels-jack-beaudoin-1404745046-27986849.jpg)
Daun kering hasil menyapu halaman sering dibiarkan menumpuk sampai sore atau keesokan harinya. Akan tetapi, tumpukan daun kering ataupun pelepah tanaman di halaman rumah ternyata menjadi salah satu tempat favorit ular untuk bersembunyi tanpa mudah terlihat oleh penghuni rumah, apalagi untuk ular-ular jenis tertentu yang warna kulitnya menyerupai daun kering.
Sebagai langkah pencegahan, biasakan menyapu dan membuang daun kering setelah selesai merapikan halaman. Jika memiliki pohon palem atau tanaman berdaun lebar, pangkas juga pelepah yang sudah mengering agar tidak terus menumpuk di sekitar pangkal tanaman dan menjadi tempat persembunyian ular.
Advertisement
4. Batu Hias dan Mulsa di Taman
Taman bergaya Jepang atau minimalis dengan batu-batu besar memang terlihat estetik di media sosial. Akan tetapi, celah-celah kecil di antara bebatuan bisa menjadi tempat bersembunyi yang nyaman bagi ular yang sering kali terlewatkan dari perhatian pemilik rumah..
Merujuk Utah State University Extension, mulsa dan batu berukuran besar sebaiknya dihindari karena menarik ular beserta mangsanya, bahkan bisa menjadi habitat berkembang biak. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan batu-batu berukulan kecil yang tersusun rapat seperti kerikil atau batu sungai. Jangan lupa untuk periksa sela batu atau dinding penahan tanah secara berkala untuk memastikan tidak ada ular yang bersembunyi di antaranya.
5. Selang Tergulung, Ban Bekas, dan Barang Tak Terpakai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391441/original/056578300_1793932788-2855f3be-c5dc-4c58-a31f-423e985649bf.jpg)
Selang air yang digulung di tanah, pot kosong, terpal, dan ban bekas mungkin terlihat sepele, tetapi benda-benda ini menciptakan ruang teduh yang tertutup yang merupakan favorit ular. Sebagaimana dikutip dari Outdoor Guide, ketika tidak sedang berjemur, ular suka berada di tempat yang nyaman dan tertutup, seperti rumput tinggi, kolong gudang, tumpukan ranting dan kayu, di bawah selang yang tergulung, serta di dalam wadah atau ayunan ban .
Supaya ular tidak bersembunyi di tempat-tempat seperti ini, pastikan untuk segera menyingkirkan barang-barang bekas dari halaman rumah. Selain itu, Anda bisa gantung selang yang tidak terpakai di dinding daripada membiarkannya tergeletak di tanah atau lantai, supaya ular tidak bisa masuk ke dalamnya.
Advertisement
6. Kolam Hias, Wadah Air, dan Genangan
Banyak orang membuat kolam ikan mini ataupun air mancur kecil untuk menghias halaman rumah. Akan tetapi, tempat-tempat yang lembap seperti ini adalah tempat kesukaan ular, terutama saat cuaca panas. Ular biasanya mencari tempat-tempat berair untuk minum, mendinginkan tubuhnya, dan juga untuk membantu mereka saat berganti kulit.
Jika Anda memiliki kolam atau tempat-tempat basah dan lembap di rumah, Anda perlu sering-sering menceknya. Selain itu, menjaga rumput di sekitar tempat-tempat tersebut supaya tetap pendek bisa menjadi salah satu langkah antisipasi yang dilakukan. Dan bila ada ember-ember yang tidak terpakai, taruhlah dengan posisi telungkup supaya ular tidak bisa masuk dan bersarang di dalamnya.
7. Kolong Gudang, Celah Fondasi, dan Pintu Hewan Peliharaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391442/original/062335200_1793932788-db7f41aa-e27b-4b84-afac-e2a99e6935bf.jpg)
Bagian bawah bangunan dan celah pada fondasi rumah sering luput dari perhatian saat membersihkan halaman. Padahal, area yang jarang dijangkau ini sering menjadi tempat persembunyian ular karena memberikan perlindungan dari panas matahari maupun gangguan manusia. Beberapa celah bahkan memungkinkan ular menyelinap masuk ke dalam rumah.
Untuk mencegahnya, cobalah memeriksa bagian bawah gudang dan fondasi rumah secara berkala. Jika menemukan lubang atau celah yang cukup besar, segera tutup menggunakan bahan yang sesuai. Periksa juga pintu khusus hewan peliharaan agar tidak menyisakan jalan masuk bagi ular.
Advertisement
Cara Mengusir Ular dari Halaman Rumah dengan Aman
Selain tips-tips yang sudah dibahas di atas, ada beberapa trik tambahan yang bisa Anda lakukan untuk mengusir ular dari halaman dengan aman dan memastikan rumah benar-benar bebas dari keberadaan hewan melata ini. Berikut adalah beberapa trik tambahan yang bisa Anda coba di rumah:
Jaga Halaman Tetap Rapi: Pangkas rumput, rapikan semak, dan singkirkan tumpukan daun, kayu, maupun barang bekas secara rutin. Halaman yang terbuka dan terang membuat ular kehilangan tempat bersembunyi sekaligus memudahkan penghuni melihat keberadaannya lebih awal.
Kendalikan Populasi Tikus: Tikus adalah salah satu makanan utama ular, jadi keberadaannya jelas menarik perhatian ular. Pasang perangkap, tutup tempat sampah rapat-rapat, dan bersihkan sisa makanan agar halaman tidak lagi menjadi sumber makanan bagi ular.
Simpan Makanan Hewan Peliharaan di Dalam: Makanan kucing atau anjing yang ditaruh di teras mengundang serangga dan tikus. Rantai makanan ini pada akhirnya menarik ular, jadi biasakan menyimpan wadah pakan di dalam rumah setelah hewan selesai makan.
Tutup Celah dan Lubang di Sekitar Rumah: Periksa retakan pada fondasi, dinding, saluran pembuangan, hingga ventilasi. Tutup celah tersebut dengan semen, dempul, atau kawat kasa halus agar ular dari halaman tidak menemukan jalan pintas masuk ke dalam rumah.
Hindari Kapur Barus dan Belerang: Sebagaimana diungkapkan Northwest Exterminating, kapur barus, belerang, perangkap lem, hingga telur palsu tidak mengusir ular. Banyak di antaranya justru berbahaya bagi anak, hewan peliharaan, dan satwa liar yang tidak berbahaya .
Pertimbangkan Pagar Antiular: Untuk rumah yang berbatasan langsung dengan kebun, sawah, atau lahan kosong, pagar rapat dari jaring kawat halus yang ditanam sebagian ke dalam tanah bisa menjadi penghalang fisik. Pastikan tidak ada celah di bagian bawah pagar.
Semprot Air dari Jarak Aman: Saat melihat ular kecil di halaman, semprotkan air dari selang agar ular merasa tidak nyaman dan pergi. Jaga jarak, jauhkan anak serta hewan peliharaan, dan jangan pernah menyentuh ular dengan tangan kosong.
Hubungi Petugas Pemadam Kebakaran: Untuk ular berukuran besar atau yang jenisnya tidak dikenali, serahkan penanganannya kepada petugas pemadam kebakaran atau komunitas penyelamat reptil. Mereka memiliki peralatan dan pengalaman untuk memindahkan ular tanpa membahayakan penghuni rumah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tempat Persembunyian Ular
Apakah semua ular yang muncul di halaman rumah berbahaya?
Tidak semua. Mengutip Sebagian besar ular yang ditemukan di halaman tidak berbahaya dan justru membantu mengendalikan tikus serta serangga . Meski begitu, Indonesia memiliki puluhan jenis ular berbisa, sehingga ular yang tidak dikenali sebaiknya tetap dijauhi.
Kapan ular paling sering muncul di sekitar rumah?
Di Indonesia, ular kerap muncul di permukiman saat musim hujan. Pada masa ini, ular mencari tempat yang lembap, gelap, dan sejuk, sekaligus memburu mangsa seperti tikus di sekitar rumah.
Apa yang harus dilakukan saat menemukan ular di halaman?
Tetap tenang, jauhkan anak dan hewan peliharaan, lalu amati dari jarak aman. Jika ular tidak pergi dengan sendirinya atau jenisnya tidak dikenali, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau ahli reptil setempat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6126278/original/025631900_1779010300-Tugas__13_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374504/original/093885100_1792053966-francesco-mocellin-LHuAyKkbA9w-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390976/original/031969100_1793868784-HL_Ular_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5281449/original/091039100_1752387232-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371764/original/062687700_1759720015-lubang_ular1.jpg)