Liputan6.com, Jakarta Ada kebiasaan unik dari sebagian orang saat menggunakan laptop, yaitu menutup bagian kameranya menggunakan stiker, selotip, atau apapun yang bisa menutupinya. Bahkan saat rapat daring sekalipun, kamera akan tetap ditutup. Kebiasaan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi ternyata memiliki alasan yang cukup menarik.
Bagi sebagian orang, menutup kamera laptop bukan sekadar tindakan pencegahan terhadap peretasan. Ada pula pertimbangan mengenai privasi, kenyamanan, hingga keinginan untuk memiliki kendali lebih besar terhadap perangkat yang digunakan sehari-hari. Kebiasaan tersebut juga tidak serta-merta menunjukkan bahwa seseorang terlalu curiga terhadap teknologi. Lantas, seperti apa karakteristik orang yang selalu menutup kamera laptop dan apa alasan di baliknya? Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (6/11/2026).
1. Memiliki Kesadaran Tinggi terhadap Privasi Digital
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391661/original/060736800_1793946360-4cb26999-13a7-4e3f-92b0-c1e8ac21f808.jpg)
Salah satu ciri orang yang terbiasa menutup kamera laptop adalah memiliki perhatian terhadap privasi digital. Mereka memahami bahwa perangkat yang digunakan untuk bekerja, belajar, maupun berkomunikasi dapat menyimpan berbagai informasi pribadi.
Kamera laptop, misalnya, memungkinkan orang lain melihat kondisi ruangan, aktivitas, hingga lingkungan pribadi ketika fitur tersebut sedang digunakan. Bagi seseorang yang cukup memperhatikan privasi, membiarkan kamera terbuka sepanjang waktu mungkin terasa kurang nyaman.
Kebiasaan menutup kamera menjadi cara sederhana untuk membatasi kemungkinan akses visual yang tidak diinginkan. Mereka cenderung lebih berhati-hati dalam memberikan izin aplikasi untuk menggunakan kamera maupun mikrofon.
Advertisement
2. Cenderung Berhati-hati terhadap Risiko Keamanan Teknologi
Orang yang selalu menutup kamera laptop biasanya memiliki perhatian terhadap kemungkinan penyalahgunaan teknologi. Mereka tidak selalu menganggap perangkatnya sedang diretas, tetapi memahami bahwa ancaman keamanan digital tetap bisa terjadi.
Salah satu risiko yang dikenal adalah akses kamera tanpa izin melalui perangkat lunak berbahaya atau malware. Dalam kondisi tertentu, pihak tidak bertanggung jawab dapat mencoba memperoleh akses ke perangkat korban.
Penelitian berjudul Webcam Covering as Planned Behavior yang dipublikasikan dalam konferensi CHI 2018 oleh Dominique Machuletz, Stefan Laube, dan Rainer Böhme mengamati perilaku 180 pengguna laptop. Penelitian tersebut menemukan bahwa keputusan seseorang menutup kamera tidak hanya berkaitan dengan kekhawatiran terhadap privasi. Sikap terhadap penggunaan penutup kamera, pengaruh lingkungan sosial, dan persepsi mengenai kemampuan melindungi privasi juga berperan dalam kebiasaan tersebut.
Temuan ini memperlihatkan bahwa kebiasaan menutup kamera tidak bisa dijelaskan hanya melalui satu faktor kepribadian. Ada berbagai pertimbangan yang memengaruhi keputusan seseorang.
3. Menyukai Kendali atas Ruang dan Aktivitas Pribadi
Ada orang yang merasa lebih nyaman ketika memiliki kendali terhadap apa saja yang bisa dilihat orang lain. Hal ini juga dapat tercermin dari kebiasaannya menutup kamera laptop.
Bagi mereka, kamera yang tertutup memberikan batas visual yang jelas antara kehidupan pribadi dan aktivitas digital. Saat sedang bekerja dari rumah, misalnya, seseorang mungkin tidak ingin kondisi ruangan atau aktivitas di belakangnya terlihat oleh orang lain.
Kebiasaan tersebut bisa memberikan rasa tenang, terutama ketika laptop digunakan di ruang yang juga menjadi tempat beristirahat atau melakukan kegiatan pribadi.
Namun, penting untuk dipahami bahwa kebutuhan menjaga ruang pribadi bukan berarti seseorang antisosial atau tidak suka berkomunikasi. Mereka mungkin hanya ingin menentukan kapan dan dalam situasi apa dirinya dapat terlihat melalui kamera.
Advertisement
4. Tidak Ingin Terlihat Kamera saat Tidak Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5192921/original/068703700_1745207937-woman-having-video-call-laptop.jpg)
Sebagian orang menutup kamera laptop karena merasa tidak perlu membiarkan perangkat tersebut terbuka ketika tidak sedang melakukan panggilan video.
Misalnya, ketika seseorang sedang mengetik pekerjaan, membaca dokumen, atau menonton video, kamera sebenarnya tidak dibutuhkan. Menutupnya menjadi kebiasaan praktis agar tidak perlu memikirkan apakah perangkat tersebut sedang aktif atau tidak.
Ada pula orang yang merasa kurang nyaman berada dalam jangkauan kamera, meskipun tidak ada pihak lain yang sedang mengaksesnya.
Perasaan tersebut tidak selalu berhubungan dengan ketakutan berlebihan. Bisa jadi, mereka hanya lebih menyukai kondisi ketika kamera tidak dapat menangkap gambar selama tidak diperlukan.
5. Memiliki Kebiasaan Preventif dalam Menghadapi Risiko
Orang yang selalu menutup kamera laptop juga bisa memiliki pola pikir preventif. Artinya, mereka lebih suka melakukan langkah pencegahan sebelum suatu masalah terjadi.
Cara berpikir seperti ini dapat terlihat dalam kebiasaan sehari-hari lainnya, misalnya mengunci laptop ketika meninggalkan meja kerja, menggunakan kata sandi yang kuat, atau memeriksa izin aplikasi sebelum menginstalnya.
Menutup kamera menjadi salah satu tindakan sederhana yang tidak membutuhkan kemampuan teknis khusus. Bahkan, penutup kamera khusus dapat digunakan untuk membuka dan menutup lensa sesuai kebutuhan.
Meski demikian, kebiasaan preventif tetap perlu disertai pemahaman yang tepat. Menutup kamera memang menghalangi pengambilan gambar melalui lensa, tetapi tidak otomatis membuat seluruh perangkat terbebas dari ancaman keamanan.
Advertisement
6. Lebih Nyaman Memisahkan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan
Bagi pekerja yang sering menggunakan laptop, kamera menjadi salah satu perangkat yang cukup sering diaktifkan untuk rapat virtual.
Ketika pekerjaan selesai, sebagian orang memilih menutup kamera sebagai tanda bahwa aktivitas visual tersebut sudah tidak diperlukan. Kebiasaan ini bisa membantu menciptakan batas sederhana antara waktu bekerja dan kehidupan pribadi.
Terlebih bagi mereka yang bekerja dari rumah, laptop sering digunakan di ruang yang sama untuk berbagai aktivitas. Tidak semua orang ingin kondisi rumahnya selalu siap terlihat oleh rekan kerja atau peserta rapat.
Menutup kamera menjadi pilihan praktis untuk menjaga kenyamanan tanpa harus mengubah seluruh pengaturan perangkat.
7. Terpengaruh Kebiasaan Lingkungan atau Orang Terdekat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341592/original/57317326-collaborative-process-multicultural-businesspeople-using-laptop-presentation-communication-meeting-brainstorming-ideas-about-project-colleagues-working-plan-success-strategy-modern-office.jpg)
Tak selalu karena preferensi pribadi, kebiasaan menutup kamera laptop juga bisa terbentuk karena pengaruh dari lingkungan sosial seseorang.
Seseorang mungkin mulai menggunakan penutup kamera setelah melihat teman, rekan kerja, atau anggota keluarganya melakukan hal serupa. Ada pula yang mengenal kebiasaan tersebut melalui pemberitaan mengenai keamanan perangkat digital.
Dalam penelitian Machuletz dan rekan-rekannya, pengaruh lingkungan sosial termasuk salah satu faktor yang berkaitan dengan keputusan seseorang menggunakan penutup webcam.
Artinya, perilaku tersebut tidak selalu muncul karena pengalaman pribadi mengalami peretasan. Kebiasaan yang terlihat sederhana bisa terbentuk melalui pengamatan dan informasi yang diterima dari orang lain.
Advertisement
8. Memahami Bahwa Keamanan Digital Membutuhkan Lebih dari Sekadar Penutup Kamera
Orang yang cukup peduli terhadap keamanan digital idealnya tidak hanya mengandalkan penutup kamera. Mereka juga memahami bahwa perlindungan perangkat membutuhkan beberapa langkah tambahan.
Menutup lensa memang dapat mencegah kamera menangkap gambar selama penutup terpasang. Namun, tindakan tersebut tidak menghentikan mikrofon untuk merekam suara apabila perangkat atau aplikasi memiliki akses terhadapnya.
Dalam penjelasan mengenai keamanan webcam, Mozilla melalui artikel Should You Cover Your Webcam? mengingatkan bahwa penutup kamera bukan perlindungan menyeluruh. Perangkat lunak berbahaya masih berpotensi mengakses fungsi lain, termasuk mikrofon.
Karena itu, perlindungan privasi perlu dilengkapi dengan penggunaan kata sandi yang kuat, pembaruan perangkat lunak, serta kehati-hatian ketika mengunduh aplikasi atau membuka tautan mencurigakan.
9. Tidak Mudah Menganggap Remeh Informasi Pribadi
Kebiasaan menutup kamera laptop juga dapat berkaitan dengan perhatian seseorang terhadap informasi pribadi yang berpotensi terlihat melalui perangkat.
Kamera bukan hanya menangkap wajah penggunanya. Dalam kondisi tertentu, lensa juga bisa memperlihatkan dokumen di meja, kondisi rumah, anggota keluarga, atau benda lain yang berada di sekitar perangkat.
Hal-hal tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi bisa memberikan informasi tambahan mengenai kehidupan seseorang apabila terekam dan tersebar tanpa izin.
Kantor Komisioner Privasi Kanada (Office of the Privacy Commissioner of Canada) dalam panduannya mengenai keamanan kamera yang terhubung ke internet menyarankan pengguna untuk menutup kamera ketika tidak digunakan, memperhatikan indikator aktivitas kamera, serta menonaktifkan kamera dan mikrofon saat tidak diperlukan.
Advertisement
Apakah Menutup Kamera Laptop Selalu Diperlukan?
Menutup kamera laptop bisa menjadi langkah tambahan untuk menjaga privasi, terutama ketika perangkat tidak sedang digunakan untuk panggilan video. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan jenis perangkat dan fitur keamanan yang tersedia.
Apple misalnya, yang memberikan peringatan bahwa memasang penutup kamera tambahan pada MacBook dapat berisiko merusak layar ketika laptop ditutup. Jarak antara layar dan keyboard pada perangkat tersebut dirancang sangat rapat. Penutup tambahan yang terlalu tebal juga berpotensi mengganggu sensor cahaya. Sebagai alternatif, Apple menyarankan pengguna memperhatikan lampu indikator kamera dan mengatur aplikasi yang memiliki izin mengakses kamera.
Jadi, kebiasaan menutup kamera laptop memang dapat mencerminkan perhatian terhadap privasi dan keamanan digital. Namun, perilaku tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan kepribadian seseorang secara keseluruhan. Ada yang melakukannya karena alasan keamanan, kenyamanan, kebiasaan, atau sekadar ingin memastikan kamera tidak aktif ketika sedang tidak dibutuhkan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Selalu Menutup Kamera Laptop
1. Mengapa seseorang selalu menutup kamera laptop?
Ada beberapa alasan, mulai dari menjaga privasi digital, mengantisipasi risiko peretasan, hingga merasa lebih nyaman ketika kamera tidak digunakan. Kebiasaan ini juga bisa terbentuk karena pengaruh lingkungan atau pengalaman menggunakan teknologi.
2. Apakah menutup kamera laptop menunjukkan seseorang paranoid?
Tidak. Menutup kamera laptop merupakan tindakan pencegahan yang tidak otomatis menunjukkan seseorang mengalami paranoia atau memiliki ketakutan berlebihan. Kebiasaan tersebut bisa menjadi bagian dari kesadaran menjaga privasi.
3. Apakah kamera laptop bisa diretas tanpa diketahui pemiliknya?
Dalam kondisi tertentu, kamera laptop dapat diakses melalui perangkat lunak berbahaya atau celah keamanan. Karena itu, pengguna perlu memperbarui sistem, berhati-hati memasang aplikasi, dan memeriksa izin akses kamera.
4. Apakah menutup kamera laptop cukup untuk melindungi privasi?
Belum cukup. Penutup kamera hanya menghalangi pengambilan gambar melalui lensa. Mikrofon, data pribadi, dan informasi lain di dalam perangkat tetap membutuhkan perlindungan tersendiri.
5. Apakah semua laptop aman menggunakan penutup kamera tambahan?
Tidak selalu. Pengguna perlu memperhatikan desain perangkat. Pada beberapa MacBook, misalnya, penutup kamera tambahan yang terlalu tebal dapat berisiko merusak layar ketika laptop ditutup. Sebaiknya periksa panduan produsen sebelum memasangnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391542/original/015530900_1793938826-cek_fakta_transfer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391660/original/098990100_1793946274-e9eff225-d76b-4b24-bdab-750ee7ee7181.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3514988/original/096801200_1626684374-gembok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331118/original/038875700_1787483789-rob5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387851/original/031864700_1793579352-DER06436.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374092/original/079487900_1792035656-01M4WRQF8DM2XCKCCE67562X0E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387014/original/082122500_1793422370-Menag_Santri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373350/original/005419400_1791963111-01M4TE4AQGR98QB66T3CVMJSZJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4605993/original/068347600_1696949483-turag-photography-1uQe5BIiH8w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384571/original/099718900_1793176612-IMG_8449.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365459/original/093580700_1541506163-040291100_1537702786-download_2.jpg)