Liputan6.com, Jakarta - Punya banyak teman, sering diajak nongkrong, aktif di grup percakapan, bahkan terlihat selalu ceria saat berkumpul. Namun, siapa sangka seseorang yang tampak memiliki kehidupan sosial menyenangkan justru bisa menyimpan perasaan kesepian?
Kesepian memang tidak selalu terlihat dari seberapa sering seseorang bertemu atau berkomunikasi dengan orang lain. Ada kalanya seseorang dikelilingi banyak teman, tetapi tetap merasa tidak memiliki sosok yang benar-benar memahami dirinya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesepian merupakan perasaan tidak nyaman yang muncul ketika hubungan sosial yang dimiliki seseorang tidak sesuai dengan hubungan yang sebenarnya diinginkan atau dibutuhkannya. Artinya, jumlah teman bukan satu-satunya ukuran seseorang merasa terhubung secara emosional.
Advertisement
Bahkan, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan bahwa kesepian berkaitan dengan kurangnya hubungan yang dekat dan bermakna, bukan sekadar sedikitnya interaksi sosial.
Lantas apa saja tanda seseorang merasa kesepian meski punya banyak teman? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (5/11/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Memiliki Banyak Teman, tetapi Tidak Tahu Harus Bercerita kepada Siapa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194968/original/051633600_1596098765-content-youngster-enjoying-time_23-2147656110__1_.jpg)
Salah satu tanda kesepian yang tidak selalu terlihat adalah seseorang merasa tidak mempunyai tempat bercerita. Ia mungkin memiliki banyak teman untuk mengobrol, bercanda, atau menghabiskan waktu bersama, tetapi kesulitan menemukan orang yang bisa dipercaya untuk membicarakan masalah pribadi.
Ketika sedang menghadapi persoalan, ia lebih sering menyimpannya sendiri. Bukan karena tidak ingin bercerita, melainkan merasa tidak ada orang yang benar-benar bisa mendengarkan tanpa menghakimi atau meremehkan perasaannya.
Kondisi ini berkaitan dengan konsep emotional loneliness atau kesepian emosional. Jenis kesepian ini muncul ketika seseorang merasa tidak memiliki hubungan dekat yang mampu memberikan rasa aman, kedekatan, dan dukungan emosional.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Social Development pada 2025 juga mengkaji hubungan antara kesepian remaja Indonesia dengan jumlah serta kualitas pertemanan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan sosial tidak hanya berkaitan dengan banyaknya teman, tetapi juga bagaimana hubungan tersebut memenuhi kebutuhan seseorang.
Advertisement
2. Percakapan dengan Teman Hanya Berputar pada Hal-Hal Ringan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4679459/original/056128400_1702045087-Ilustrasi_sahabat__teman__tertawa__ngobrol__lucu__main_tebak-tebakan_lucu.jpg)
Seseorang yang merasa kesepian terkadang tetap aktif berkomunikasi dengan teman-temannya. Ia bisa tertawa bersama, membicarakan pekerjaan, membahas tren terbaru, hingga bertukar cerita tentang aktivitas sehari-hari.
Namun, percakapan tersebut jarang menyentuh hal-hal yang lebih pribadi. Ia tidak terbiasa menceritakan ketakutan, kekecewaan, masalah keluarga, atau perasaan yang sedang mengganggu pikirannya.
Hubungan pertemanan akhirnya terasa menyenangkan di permukaan, tetapi belum tentu memberikan kedekatan emosional yang dibutuhkan. Bahkan, setelah menghabiskan waktu bersama, ia masih merasa ada sesuatu yang kosong.
Sebuah penelitian tentang pengalaman kesepian pada remaja dan dewasa muda yang diterbitkan dalam International Journal of Behavioral Development menemukan bahwa seseorang bisa aktif secara sosial, tetapi tetap kekurangan dukungan karena hubungan pertemanannya cenderung dangkal dan tidak menyediakan ruang untuk saling mencurahkan isi hati.
3. Sering Merasa Seperti Orang Asing saat Berada di Tengah Keramaian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4528763/original/076803300_1691392507-eliott-reyna-jCEpN62oWL4-unsplash.jpg)
Pernah berada di tengah banyak teman, tetapi justru merasa sendirian? Pengalaman seperti ini bisa menjadi salah satu gambaran kesepian emosional.
Seseorang mungkin ikut tertawa ketika teman-temannya bercanda, menghadiri acara bersama, dan terlibat dalam percakapan kelompok. Namun, jauh di dalam dirinya, ia merasa tidak benar-benar menjadi bagian dari lingkungan tersebut.
Ia mungkin merasa tidak memiliki kesamaan minat, sulit mengikuti pembicaraan, atau menganggap orang lain mempunyai kedekatan yang tidak bisa ia rasakan. Akibatnya, kehadiran fisik di tengah keramaian tidak otomatis membuatnya merasa diterima.
Tinjauan sistematis terhadap 29 penelitian tentang pengalaman kesepian yang diterbitkan dalam jurnal Health & Social Care in the Community menemukan bahwa kesepian dapat melibatkan perasaan terputus dari orang lain, tidak cocok dengan lingkungan sosial, dan tidak merasa dipahami.
Advertisement
4. Merasa Tidak Ada yang Benar-Benar Memahami Dirinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4668797/original/035595300_1701318473-Ilustrasi_persahabatan__teman.jpg)
Tanda berikutnya adalah munculnya perasaan bahwa tidak ada orang yang benar-benar mengenal dirinya secara utuh. Teman-temannya mungkin mengetahui kebiasaan, pekerjaan, kesukaan, hingga aktivitas sehari-harinya, tetapi belum tentu memahami apa yang sedang ia rasakan.
Karena itu, seseorang bisa terlihat terbuka dan mudah bergaul, tetapi sebenarnya menyimpan banyak hal yang tidak pernah disampaikan kepada siapa pun.
Ia juga mungkin merasa harus selalu menunjukkan sisi dirinya yang menyenangkan agar tetap diterima. Ketika sedang sedih atau menghadapi masalah, ia memilih berpura-pura baik-baik saja karena khawatir respons orang lain tidak sesuai harapan.
Dalam UCLA Loneliness Scale yang dikembangkan untuk mengukur pengalaman kesepian, terdapat sejumlah aspek yang berkaitan dengan perasaan tidak dipahami, tidak memiliki kesamaan dengan orang sekitar, dan merasa tidak ada orang yang benar-benar mengenal dirinya.
5. Sering Merasa Tersisih meski Tetap Diajak Berkumpul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390700/original/002268400_1793854723-portrait-three-asian-women-applying-Depositphotos_695535652_L.jpg.jpeg)
Seseorang yang merasa kesepian juga bisa mengalami perasaan tersisih, meskipun secara nyata masih menjadi bagian dari kelompok pertemanan.
Misalnya, ia merasa pendapatnya jarang diperhatikan, tidak pernah menjadi orang pertama yang dicari ketika teman-temannya membuat rencana, atau menganggap dirinya hanya menjadi pelengkap dalam sebuah kelompok.
Perasaan tersebut bisa membuat seseorang mempertanyakan posisi dirinya dalam pertemanan. Ia mungkin mulai berpikir bahwa kehadirannya tidak terlalu penting atau teman-temannya sebenarnya tidak begitu menginginkannya.
Namun, perlu diingat bahwa perasaan tersisih tidak selalu berarti orang lain sengaja mengucilkannya. Kesepian juga dapat memengaruhi cara seseorang menilai perhatian dan kepedulian yang diterimanya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 2024 menemukan bahwa kesepian berkaitan dengan kecenderungan memandang orang-orang terdekat sebagai pihak yang kurang peduli atau kurang menghargai dirinya. Penelitian tersebut melibatkan tiga studi dengan total 1.197 peserta.
Advertisement
6. Tetap Merasa Kosong setelah Menghabiskan Waktu Bersama Teman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3459188/original/022683600_1621386808-cowomen-cKQkMFzXHAI-unsplash_Fotor.jpg)
Berkumpul bersama teman seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk bersenang-senang dan membangun kedekatan. Akan tetapi, bagi seseorang yang mengalami kesepian, aktivitas tersebut belum tentu membuat perasaannya lebih baik.
Ia mungkin menikmati acara makan bersama, menonton film, atau pergi berlibur dengan teman-temannya. Namun, setelah semua kegiatan selesai dan kembali sendirian, perasaan kosong itu muncul lagi.
Hal ini bisa terjadi karena interaksi sosial yang dijalani belum memenuhi kebutuhan emosionalnya. Ia membutuhkan hubungan yang lebih dekat, percakapan yang bermakna, atau seseorang yang bisa memberikan dukungan ketika sedang mengalami masa sulit.
American Heart Association menjelaskan bahwa seseorang tetap bisa merasa kesepian meskipun berada di tengah keramaian. Kehadiran orang lain saja tidak selalu cukup karena manusia juga membutuhkan hubungan yang bermakna.
7. Mulai Menarik Diri dan Jarang Menghubungi Teman Lebih Dulu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4401348/original/088509500_1681892662-pexels-afta-putta-gunawan-1036804.jpg)
Tanda terakhir yang perlu diperhatikan adalah perubahan kebiasaan dalam menjalin hubungan sosial. Seseorang yang merasa kesepian mungkin mulai jarang menghubungi teman lebih dulu, menolak ajakan berkumpul, atau memilih menghabiskan lebih banyak waktu sendirian.
Dari luar, perubahan tersebut bisa dianggap sebagai tanda bahwa ia sedang sibuk atau membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Padahal, ada kemungkinan ia merasa lelah secara emosional karena menganggap hubungan pertemanannya tidak memberikan kedekatan yang diharapkan.
Sebagian orang juga memilih menarik diri karena takut dianggap merepotkan ketika bercerita tentang masalah pribadi. Akibatnya, kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat justru semakin berkurang.
American Heart Association menjelaskan bahwa kesepian dapat membentuk lingkaran yang membuat seseorang semakin menarik diri dari lingkungan sosial. Karena itu, menjaga komunikasi dan membangun kembali hubungan yang suportif menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasinya.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tanda Seseorang Merasa Kesepian meski Punya Banyak Teman
1. Apakah seseorang bisa merasa kesepian meski punya banyak teman?
Bisa. Kesepian merupakan pengalaman subjektif yang berkaitan dengan kesenjangan antara hubungan sosial yang dimiliki dan hubungan yang diinginkan. Karena itu, seseorang tetap bisa merasa kesepian meskipun sering berinteraksi dengan banyak orang.
2. Apa perbedaan kesepian dan menyendiri?
Menyendiri merupakan kondisi ketika seseorang sedang tidak bersama orang lain, sedangkan kesepian adalah perasaan tidak terhubung atau kurang memiliki kedekatan sosial yang bermakna. Seseorang bisa menikmati waktu sendiri tanpa merasa kesepian.
3. Mengapa berkumpul bersama teman tidak selalu menghilangkan kesepian?
Karena interaksi sosial belum tentu memberikan kedekatan emosional. Seseorang mungkin membutuhkan hubungan yang lebih dalam, rasa saling percaya, dan dukungan yang tidak selalu diperoleh dari pertemuan biasa.
4. Apakah kesepian bisa memengaruhi kesehatan mental?
Ya. Kesepian yang berlangsung lama berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan mental, termasuk gejala depresi dan kecemasan. Jika perasaan tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan profesional dapat menjadi langkah yang tepat.
5. Bagaimana cara membantu teman yang terlihat kesepian?
Mulailah dengan mengajaknya berbicara tanpa menghakimi. Dengarkan ceritanya, tunjukkan bahwa kehadirannya dihargai, dan jangan memaksanya untuk langsung terbuka. Terkadang, perhatian sederhana dan konsisten bisa menjadi awal hubungan yang lebih dekat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390996/original/082942600_1793869035-prabowo_listrik_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2925355/original/035083300_1569813395-20190930-Apel-Pelantikan-Presiden-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390616/original/018537700_1793860521-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_1.34.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391047/original/038504400_1793870111-Gemini_Generated_Image_kpdzplkpdzplkpdz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390862/original/058825200_1793864536-c7c9e400-bc23-4a81-a4e0-470cf32fa60f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390649/original/003798000_1793853363-Gemini_Generated_Image_k6qmw6k6qmw6k6qm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390462/original/073654500_1793841185-e0472367-a320-44b2-a37c-da954a237a2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4528763/original/076803300_1691392507-eliott-reyna-jCEpN62oWL4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389846/original/017152600_1793775267-f7c18ba9-12f3-449c-89f4-50759dc22641.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389750/original/058468800_1793770329-Gemini_Generated_Image_pt1eftpt1eftpt1e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388766/original/016149600_1793678808-b2e65bac-af9a-4def-8663-e95d5d0c67ef.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327819/original/025122400_1787126020-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380222/original/040170400_1792661486-01M5GVEC1SX8R4CRGY74ECZWY4.jpg)