Liputan6.com, Jakarta Cara memanfaatkan atap rumah untuk bertani dimulai dengan memastikan atap kuat, kedap air, dan memiliki drainase yang lancar. Setelah itu, pilih media tanam ringan seperti pot, grow bag, atau hidroponik.
Atap dak beton yang datar adalah pilihan paling ideal untuk dijadikan kebun. Dengan langkah yang tepat, sayur dan bumbu dapur bisa kamu panen sendiri tanpa butuh lahan luas.
Seperti yang dinyatakan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Perluasan Pertanian Kupang, "pertanian perkotaan adalah kegiatan menggunakan ruang kosong sebagai zona hijau untuk menghasilkan produk tanaman pertanian". Ada beberapa tempat digunakan sebagai zona penanaman dalam pertanian perkotaan seperti halaman rumah,balai dan atap bangunan.
Advertisement
1. Cek Daya Dukung dan Kondisi Atap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545519/original/006289900_1775196982-Kombinasi_Pot_Gantung___Tanaman_Rambat_di_Tepi_Atap.jpg)
Langkah pertama untuk memanfaatkan atap rumah untuk bertani adalah memastikan atap sanggup menahan beban tambahan. Tanah basah, pot, air, dan orang yang merawat kebun bisa jauh lebih berat dari perkiraanmu.
- Pastikan bentuk atap sesuai: Atap genteng miring tidak bisa dipakai. Kebun di atas rumah umumnya butuh atap datar dari dak beton, walau luasnya terbatas.
- Hitung beban dalam kondisi basah: Bedengan tinggi berukuran sekitar 1,2 x 2,4 meter yang berisi tanah basah dan tanaman beratnya bisa lebih dari 360 kg. Jadi, selalu hitung berat kebun saat media tanam sudah tersiram air.
- Konsultasikan dengan ahli struktur: Minta tukang berpengalaman atau insinyur sipil mengecek kekuatan dak dan menunjukkan titik paling aman untuk menaruh beban.
- Sebar beban ke titik yang kuat: Taruh pot besar di dekat kolom dan dinding penopang, bukan di tengah bentang dak.
- Siapkan akses dan pengaman: Pastikan ada tangga yang nyaman dan pagar pembatas di tepi atap supaya aktivitas menyiram dan memanen tetap aman.
Dilansir dari Harvest to Table, area yang mampu menahan beban biasanya berada di sekitar tepi atap atau di atas penopang internal.
Sebagai patokan, atap datar rumah tinggal di Amerika Serikat umumnya dirancang untuk beban hidup sekitar 20 pon per kaki persegi (kurang lebih 98 kg per meter persegi), jadi kamu tidak bisa asal menebak.
Advertisement
2. Lapisi Waterproofing dan Bangun Drainase
Kebocoran adalah masalah yang sering muncul saat orang mencoba memanfaatkan atap rumah untuk bertani tanpa persiapan. Air yang menggenang tidak cuma merembes ke plafon, tapi menambah berat di atas dak.
- Lakukan tes genangan: Genangi atap dengan air selama beberapa hari. Kalau tidak ada rembesan di ruangan bawah, atap aman dijadikan kebun.
- Pasang lapisan kedap air: Gunakan membran atau cat waterproofing yang tahan sinar UV. Kalau atap sudah punya lapisan, cek apakah ada retakan yang perlu ditambal.
- Arahkan air ke titik terendah: Atap datar sebenarnya dibuat sedikit miring. Cari titik terendahnya, lalu pastikan saluran pembuangan di sana tidak tersumbat daun atau media tanam.
- Beri jarak antara pot dan lantai: Letakkan pot di atas balok kayu, bata, atau rak supaya air bisa mengalir keluar dan lantai dak tidak lembap terus.
- Tampung air hujan: Pasang ember atau tong di ujung talang. Air hujan ini bisa kamu pakai lagi untuk menyiram tanaman.
Sebagaimana dilaporkan Home Run On Wheels, drainase yang baik pada wadah tanam sangat penting karena mencegah air menggenang, yang bisa merusak struktur atap sekaligus akar tanaman.
3. Pilih Metode Tanam dan Media yang Ringan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388931/original/009938800_1793689520-d6d2855a-da1f-4d53-aece-2c78394446e6.jpg)
Kunci cara memanfaatkan atap rumah untuk bertani ada pada bobot yang ringan. Karena itu, tanah kebun biasa sebaiknya diganti dengan media campuran atau sistem tanpa tanah.
- Gunakan wadah ringan: Grow bag kain, pot plastik, atau wadah bekas seperti ember dan galon lebih ringan dibanding pot semen atau tanah liat.
- Racik media tanam ringan: Campurkan kompos dengan perlit, vermikulit, sekam bakar, atau cocopeat. Selain lebih ringan, campuran ini juga menjaga drainase dan sirkulasi udara di akar.
- Pertimbangkan hidroponik: Sistem NFT atau DFT dengan pipa paralon tidak memakai tanah dan cukup hemat air. Rangkanya bisa dibuat dari aluminium hollow atau besi galvanis supaya tahan cuaca.
- Manfaatkan ruang vertikal: Rak bertingkat, pot gantung, dan teralis rambat bisa menambah jumlah tanaman tanpa menghabiskan lantai atap.
- Kelompokkan tanaman berdasarkan kebutuhan air: Taruh tanaman yang suka lembap di satu area, terpisah dari tanaman yang tahan kering, supaya menyiram lebih efisien.
Merujuk Home Depot, kalau kebunmu ada di lantai atas, perhatikan berat bahan yang harus kamu angkut, lalu pilih wadah ringan dan media tanam dalam kemasan kecil.
Kalau ingin melihat contoh rak dan sistemnya, kamu bisa menengok inspirasi kebun hidroponik di atap rumah yang cocok untuk lahan sempit.
Advertisement
4. Pilih Tanaman dan Atur Perawatan Harian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545520/original/014243800_1775196982-Manfaatkan_Atap_Fiber_Bening___Paranet_80______Tanaman_Tidak_Layu.jpg)
Setelah fondasinya siap, cara memanfaatkan atap rumah untuk bertani tinggal soal memilih tanaman yang tahan dengan kondisi atap. Di atas rumah, sinar matahari lebih terik dan angin lebih kencang dibanding di halaman.
- Mulai dari tanaman yang mudah: Cabai, tomat, daun mint, dan kacang-kacangan cocok untuk pot. Untuk hidroponik, coba kangkung, sawi, pakcoy, dan selada.
- Hitung jam sinar matahari: Amati bagian atap mana yang paling lama kena sinar matahari, lalu taruh tanaman buah di sana.
- Pasang penahan angin dan peneduh: Pakai jaring, teralis, atau tanaman tinggi sebagai penghalang angin. Paranet juga membantu saat siang sedang terik-teriknya.
- Gunakan irigasi tetes: Selang tetes atau pot self-watering membuat media tetap lembap walau kamu sedang sibuk.
- Jaga suhu air nutrisi: Untuk hidroponik, taruh tandon di tempat teduh atau bungkus dengan aluminium foil supaya air tidak terlalu panas.
Dalam buku The Edible Container Garden karya Michael Guerra, disebutkan bahwa tanaman yang paling cocok untuk wadah adalah kentang, chard, selada, lobak, bawang merah, tomat semak, terung, zukini, labu, wortel kerdil, bit kerdil, sawi dan sayuran hijau Asia, serta buncis rambat.
Yang lebih sulit adalah kembang kol, kubis, kubis Brussel, kale, parsnip, dan sayuran lain yang berakar dalam. Sebagaimana dikutip dari Borst Landscape, sebagian besar sayuran butuh 6-8 jam sinar matahari penuh.
Panas atap ternyata juga bisa jadi keuntungan. Horticulturist Jennifer Bousselot dari Colorado State University, dikutip dari Grist, menyatakan, "Sebagian besar tanaman bernilai tinggi kami diuntungkan oleh efek pulau panas perkotaan, karena musim tanamnya jadi lebih panjang."
Manfaat dan Tantangan Bertani di Atap Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545522/original/032216900_1775196982-Tanam_Tanaman_Perenial__Cut_and_Grow__di_Raised_Bed_Kecil.jpg)
Sebelum mulai, ada baiknya untuk menimbang untung dan risikonya. Dalam praktiknya, kebun sayur atap rumah bukan cuma soal hobi, tapi juga cara menyediakan pangan segar bagi keluarga di kota.
Manfaat yang Bisa Kamu Rasakan
Pangan segar dan hemat belanja: Sayur bisa dipetik sesaat sebelum dimasak, jadi pengeluaran dapur rumah tangga ikut berkurang.
Rumah terasa lebih sejuk: Lapisan tanaman dan media tanam bekerja seperti peneduh, sehingga panas yang masuk ke ruangan di bawahnya berkurang.
Lahan tidur jadi produktif: Dak yang tadinya cuma dipakai menjemur pakaian berubah menjadi ruang hijau.
Kesehatan mental lebih terjaga: Merawat tanaman memberi jeda dari rutinitas dan membantu meredakan stres.
Mengurangi sampah: Sisa sayuran dapur bisa diolah menjadi kompos untuk pot-pot di atap.
Tantangan yang Perlu Diantisipasi
Beban struktur: Tidak semua dak dirancang untuk beban tambahan, jadi mulailah dari skala kecil.
Risiko bocor: Cek lapisan waterproofing secara rutin, terutama menjelang musim hujan.
Panas dan angin ekstrem: Siapkan paranet, penahan angin, dan jadwal siram yang konsisten.
Waktu perawatan: Media di pot lebih cepat kering, jadi tanaman perlu dicek hampir setiap hari.
Pengetahuan dasar: Kalau masih ragu, ikut komunitas urban farming atau pelatihan dari dinas pertanian setempat.
Mulai dari beberapa pot cabai atau satu rak hidroponik kecil, lalu tambah pelan-pelan setelah kamu paham karakter atap rumahmu.
Dengan perencanaan yang matang, atap yang kosong bisa jadi kebun kecil yang rutin menghasilkan sayur untuk keluarga.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Kebun di Atap Rumah
1. Apakah atap rumah bisa digunakan untuk berkebun? Bisa, asalkan konstruksi atap mampu menahan beban tambahan dan tersedia akses air serta sinar matahari.
2. Tanaman apa yang cocok ditanam di atap rumah? Selada, kangkung, bayam, cabai, tomat, dan sawi cocok ditanam di area atap.
3. Media tanam apa yang cocok untuk kebun rooftop? Campuran cocopeat, sekam bakar, kompos, dan perlit dapat digunakan sebagai media tanam ringan.
4. Apakah hidroponik cocok untuk kebun di atap rumah? Cocok karena tidak menggunakan tanah dan dapat memanfaatkan ruang secara efisien.
5. Bagaimana cara mengurangi beban kebun di atap? Gunakan pot plastik, grow bag, media tanam ringan, serta hindari wadah berukuran besar yang menampung banyak air.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4586406/original/086311500_1695517878-BNI_naikan_tarif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384785/original/026689600_1793181689-01M60X268093K9CH6XNK01S0QG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384800/original/008972800_1793181706-01M60WX2HENTH7G9MYKJ2HR3CS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384140/original/017392900_1793159441-01M600Y1AD55BMTZFJDT1B23VS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390976/original/031969100_1793868784-HL_Ular_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388746/original/043666100_1793677886-vitaly-gariev-wS40ELZROLE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384166/original/009062400_1793159485-01M60130PQDAZEF26MPBZFZ8RC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384766/original/026351200_1793181654-01M60W8BFHWFNAPBWFVSG5FMTF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384768/original/056415900_1793181656-01M60W9PR4VD3VV7V9BBVY76NJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388110/original/003865700_1793600889-j-schiemann-Z4Sxy1_3wdY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386485/original/008208500_1793348676-pexels-sound-on-3761018.jpg)