Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda ingin membuat dessert yang ternyata menggunakan susu evaporasi? Anda lalu bertanya-tanya, apa sebenarnya perbedaan susu evaporasi dengan susu UHT yang lebih umum ditemukan. Apakah susu evaporasi bisa diganti dengan UHT dan jenis susu lain?
Susu evaporasi dan susu UHT sama-sama berasal dari susu sapi dan sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai olahan makanan maupun minuman. Keduanya juga memiliki masa simpan yang relatif panjang sehingga praktis disimpan sebagai persediaan di rumah. Namun, meskipun sekilas terlihat serupa, susu evaporasi dan susu UHT sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda.
Karakteristik tersebut membuat kedua jenis susu ini memiliki kegunaan yang berbeda di dapur. Susu evaporasi lebih sering digunakan untuk menghasilkan tekstur makanan yang creamy dan kental, sedangkan susu UHT lebih umum dikonsumsi langsung sebagai minuman maupun digunakan dalam berbagai resep sehari-hari.
Advertisement
Lantas, apa saja perbedaan susu evaporasi dengan susu UHT? Mulai dari proses pembuatan, kandungan nutrisi, hingga penggunaannya, berikut penjelasan yang perlu diketahui sebelum memilihnya, dirangkum Liputan6.com, Minggu (8/11/2026).
1. Perbedaan Proses Pembuatan Susu Evaporasi dan Susu UHT
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3450764/original/072586800_1620364108-glass-bottle-milk-white-wooden-surface_1150-41961.jpg)
Perbedaan mendasar antara susu evaporasi dan susu UHT terletak pada tujuan serta proses pengolahannya. Susu evaporasi dibuat melalui proses pengurangan kadar air, sedangkan susu UHT mengutamakan proses pemanasan bersuhu sangat tinggi untuk menghasilkan susu yang tahan lama.
Susu evaporasi merupakan susu sapi yang sebagian besar kandungan airnya dihilangkan melalui proses pemanasan. Mengutip The Spruce Eats, sekitar 60 persen kandungan air dalam susu dihilangkan sehingga menghasilkan susu yang lebih pekat.
Setelah proses penguapan, susu biasanya melalui tahap homogenisasi, pengemasan dalam kaleng, dan sterilisasi menggunakan panas. Proses tersebut membantu menghancurkan mikroorganisme sekaligus mempertahankan kualitas produk selama penyimpanan.
Sementara itu, susu UHT (Ultra High Temperature) diproses dengan memanaskan susu pada suhu minimal 135 derajat Celsius selama beberapa detik. Menurut Tetra Pak, pemanasan tersebut diikuti dengan pendinginan cepat sebelum susu dikemas secara aseptik dalam kemasan steril.
Proses pemanasan dan pengemasan aseptik membuat susu UHT dapat disimpan selama beberapa bulan tanpa pendinginan selama kemasannya belum dibuka.
Advertisement
2. Perbedaan Tekstur dan Kekentalan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3389349/original/084468900_1614569178-pexels-cats-coming-5545921.jpg)
Jika diperhatikan secara langsung, susu evaporasi dan susu UHT memiliki perbedaan tekstur yang cukup mudah dikenali. Susu evaporasi mempunyai konsistensi lebih kental karena sebagian besar kandungan airnya telah dihilangkan.
Teksturnya cenderung lebih creamy, pekat, dan sedikit menyerupai krim encer. Karakteristik ini membuat susu evaporasi cocok digunakan untuk memberikan kekentalan pada makanan tanpa harus menambahkan banyak krim.
Berbeda dengan susu evaporasi, susu UHT umumnya memiliki tekstur lebih cair seperti susu cair biasa yang dijual dalam kemasan karton. Konsistensinya lebih mudah dituang dan dicampurkan sebagai minuman sehari-hari.
Perbedaan kekentalan ini juga memengaruhi hasil akhir masakan. Penggunaan susu evaporasi dapat menghasilkan sup, saus, dan hidangan penutup yang lebih kaya tekstur. Sebaliknya, susu UHT lebih sesuai untuk resep yang membutuhkan konsistensi susu cair biasa.
3. Perbedaan Rasa dan Aroma
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379044/original/069386100_1760333223-09d0d962-e14b-4a10-a6d4-053726c6dd14.jpg)
Selain tekstur, rasa susu evaporasi dan susu UHT juga memiliki karakteristik tersendiri. Susu evaporasi mempunyai rasa susu yang lebih pekat dengan sedikit sentuhan karamel akibat proses pemanasan dan pengurangan kadar air.
Healthline menjelaskan bahwa proses pengolahan susu evaporasi menghasilkan warna yang sedikit lebih gelap serta cita rasa karamel yang ringan. Karakteristik tersebut membuatnya memberikan rasa lebih kaya ketika digunakan dalam makanan dan minuman.
Sementara itu, susu UHT memiliki rasa yang lebih mendekati susu cair pada umumnya. Namun, proses pemanasan bersuhu tinggi juga dapat memengaruhi cita rasanya. Menurut panduan teknologi UHT dari Tetra Pak, reaksi Maillard selama pemanasan dapat menghasilkan rasa yang sedikit lebih manis dan karamel.
Dengan demikian, susu UHT tidak selalu memiliki rasa yang sepenuhnya netral. Meskipun demikian, perbedaan cita rasanya dengan susu evaporasi umumnya dapat dikenali dari tingkat kepekatan dan konsistensinya.
Advertisement
4. Perbedaan Kandungan Nutrisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3191342/original/021952300_1595834314-white-box-with-bottles-milk_23-2148239856.jpg)
Dari segi nutrisi, susu evaporasi dan susu UHT sama-sama menyediakan berbagai zat gizi yang secara alami terdapat dalam susu sapi, seperti protein, lemak, karbohidrat, dan mineral.
Namun, susu evaporasi memiliki kandungan nutrisi yang lebih terkonsentrasi per volume karena sebagian besar airnya telah dihilangkan. Akibatnya, jumlah kalori, protein, lemak, dan karbohidrat dalam satu cangkir susu evaporasi umumnya lebih tinggi dibandingkan susu biasa dengan volume yang sama.
Dalam data yang dikutip Healthline dari USDA Food Database, satu cangkir atau sekitar 240 mililiter susu evaporasi utuh mengandung sekitar 338 kalori. Sementara itu, susu sapi utuh biasa dalam volume yang sama mengandung sekitar 149 kalori.
Perbedaan tersebut bukan berarti susu evaporasi otomatis lebih sehat atau lebih bergizi untuk semua orang. Kandungan nutrisinya lebih padat karena konsentrasi susu meningkat setelah sebagian air dihilangkan.
Sementara itu, Tetra Pak menjelaskan bahwa kandungan nutrisi utama susu UHT, seperti vitamin, mineral, dan protein, pada dasarnya sama dengan susu pasteurisasi. Proses UHT tidak dimaksudkan untuk meningkatkan konsentrasi zat gizi, melainkan menghasilkan produk yang lebih tahan lama.
Oleh karena itu, perbandingan nutrisi perlu memperhatikan jenis susu, kadar lemak, serta takaran yang dikonsumsi. Susu evaporasi juga tersedia dalam varian utuh, rendah lemak, dan tanpa lemak sehingga kandungan kalorinya tidak selalu sama.
5. Perbedaan Masa Simpan dan Cara Penyimpanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4533653/original/025976600_1691672781-nikolai-chernichenko-S1HuosAnX-Y-unsplash.jpg)
Susu evaporasi dan susu UHT sama-sama memiliki keunggulan dalam hal masa simpan karena telah melalui proses pengolahan yang membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Namun, lama penyimpanan keduanya dapat berbeda bergantung pada proses produksi dan kemasan yang digunakan.
Susu evaporasi umumnya dikemas dalam kaleng tertutup rapat dan telah melalui proses sterilisasi. Food Network menjelaskan bahwa susu evaporasi dalam kemasan kaleng dapat bertahan hingga sekitar dua tahun untuk mempertahankan kualitas rasa terbaiknya, bahkan mungkin lebih lama.
Sementara itu, susu UHT memiliki masa simpan beberapa bulan selama kemasannya belum dibuka. Tetra Pak menjelaskan bahwa kombinasi pemanasan bersuhu tinggi dan pengemasan aseptik memungkinkan susu UHT disimpan pada suhu ruang tanpa memerlukan pendinginan.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan setelah kemasan dibuka. Baik susu evaporasi maupun susu UHT tidak lagi memiliki perlindungan penyimpanan seperti ketika masih tersegel. Keduanya perlu disimpan dalam lemari pendingin dan digunakan sesuai petunjuk pada kemasan.
Selain itu, perubahan warna, aroma tidak sedap, atau tekstur yang menggumpal merupakan tanda bahwa susu evaporasi tidak layak digunakan. Food Network secara khusus mengingatkan agar susu evaporasi yang berubah menjadi kuning tua atau cokelat, berbau tidak normal, maupun menggumpal tidak dikonsumsi.
Advertisement
6. Perbedaan Penggunaan dalam Makanan dan Minuman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3477600/original/078617800_1623233214-pexels-photo-5846053__2_.jpeg)
Karena memiliki tekstur dan karakteristik rasa berbeda, susu evaporasi dan susu UHT juga mempunyai kegunaan yang tidak selalu sama.
Susu evaporasi lebih cocok digunakan untuk resep yang membutuhkan tekstur creamy, kental, dan rasa susu yang lebih pekat. Beberapa penggunaannya meliputi:
- Sup dan saus: memberikan tekstur lebih creamy tanpa harus selalu menggunakan krim kental.
- Kue dan dessert: digunakan dalam pembuatan custard, puding, pai, dan aneka hidangan penutup.
- Minuman: dapat ditambahkan ke kopi, teh, cokelat panas, dan milkshake untuk menghasilkan rasa susu yang lebih kaya.
- Olahan makanan: digunakan dalam mashed potato, oatmeal, casserole, dan berbagai resep yang membutuhkan tambahan kekentalan.
Food Network menjelaskan bahwa susu evaporasi dapat digunakan langsung dari kaleng untuk menambahkan kekayaan tekstur pada makanan. Namun, jika ingin menjadikannya pengganti susu biasa, susu tersebut perlu diencerkan terlebih dahulu dengan air.
Sementara itu, susu UHT lebih fleksibel untuk penggunaan sehari-hari. Susu ini dapat diminum langsung, dicampurkan ke sereal, kopi, teh, atau digunakan sebagai bahan berbagai resep yang membutuhkan susu cair.
Dalam resep kue dan masakan, susu UHT dapat digunakan untuk memberikan kelembapan serta rasa susu tanpa membuat adonan atau hidangan menjadi terlalu pekat. Oleh karena itu, pemilihannya perlu disesuaikan dengan konsistensi yang diinginkan.
7. Susu Evaporasi Bisa Menggantikan Susu UHT, tetapi Perlu Diencerkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5430638/original/090581700_1764668217-Depositphotos_686157766_L.jpg)
Susu evaporasi sebenarnya bisa digunakan sebagai pengganti susu UHT dalam beberapa resep. Namun, keduanya tidak selalu dapat ditukar secara langsung karena memiliki konsentrasi dan kekentalan yang berbeda.
Jika susu evaporasi digunakan tanpa pengenceran sebagai pengganti susu UHT, hasil masakan bisa menjadi lebih kental dan memiliki rasa susu yang lebih pekat. Hal ini dapat memengaruhi tekstur akhir, terutama pada resep yang membutuhkan perbandingan cairan secara presisi.
The Spruce Eats menjelaskan bahwa susu evaporasi dapat diencerkan dengan perbandingan 1:1 menggunakan air untuk mendekati kekentalan susu biasa. Sementara itu, Food Network memberikan panduan penggunaan sekitar satu setengah kaleng air untuk setiap satu kaleng susu evaporasi sebagai pengganti susu segar.
Perbedaan takaran tersebut menunjukkan bahwa pengenceran dapat disesuaikan dengan hasil yang diinginkan dan petunjuk resep. Jika resep secara khusus meminta susu evaporasi, sebaiknya gunakan tanpa pengenceran agar tekstur dan rasa yang dihasilkan sesuai dengan tujuan pembuatannya.
Pertanyaan Seputar Susu Evaporasi dan Susu UHT
Apakah susu evaporasi sama dengan susu kental manis?
Tidak. Susu evaporasi merupakan susu yang sebagian besar kandungan airnya dihilangkan tanpa penambahan gula sebagai pemanis. Sementara itu, susu kental manis atau sweetened condensed milk mengandung tambahan gula sehingga rasanya jauh lebih manis dan konsistensinya berbeda.
Apakah susu evaporasi bisa diminum langsung?
Bisa. Susu evaporasi dapat diminum langsung, tetapi rasanya lebih pekat dan teksturnya lebih kental dibandingkan susu cair biasa. Jika ingin mendapatkan konsistensi yang lebih mendekati susu biasa, tambahkan air sebelum dikonsumsi.
Apakah susu UHT lebih sehat daripada susu evaporasi?
Tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jenis pengolahannya. Susu evaporasi memiliki kandungan nutrisi yang lebih terkonsentrasi per volume karena sebagian airnya dihilangkan. Sementara itu, susu UHT memiliki kandungan nutrisi utama yang relatif serupa dengan susu pasteurisasi. Pilihan yang lebih sesuai bergantung pada kebutuhan nutrisi, jenis produk, dan jumlah konsumsi.
Apakah susu evaporasi bisa digunakan untuk membuat kopi?
Bisa. Susu evaporasi dapat ditambahkan ke kopi untuk menghasilkan rasa susu yang lebih pekat dan tekstur creamy. Bahkan, susu ini juga dapat digunakan untuk campuran teh dan cokelat panas. Jika tidak menginginkan rasa yang terlalu kuat, susu evaporasi bisa diencerkan terlebih dahulu.
Apakah susu evaporasi harus disimpan di kulkas?
Susu evaporasi yang masih tersegel umumnya dapat disimpan pada suhu ruang sesuai petunjuk penyimpanan pada kemasan. Namun, setelah dibuka, susu perlu disimpan dalam lemari pendingin dan digunakan sesuai anjuran produsen. Hal serupa berlaku untuk susu UHT yang sudah dibuka.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834006/original/050429600_1715854968-IMG_2500.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292496/original/090511000_1783600392-NTB_Karbon.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3224984/original/081641000_1598941095-girl-drinking-milk-from-bottle_23-2147824132.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3389349/original/084468900_1614569178-pexels-cats-coming-5545921.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329096/original/078228500_1787219467-17652882755122047085.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317428/original/092356700_1786011672-03cdc588-086c-4bd2-995b-aee25a989dc0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314434/original/064857200_1785746676-Guru_Besar_Bidang_Ilmu_dan_Teknologi_Susu_IPB__Prof._Dr._Epi_Taufik__S.Pt.__M.V.P.H.__M.Si._.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379044/original/069386100_1760333223-09d0d962-e14b-4a10-a6d4-053726c6dd14.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3240549/original/017525700_1600317151-photo-1588710929895-6ee7a0a4d155__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262375/original/094218300_1781783167-Dokter_Umum_sekaligus_Kreator_Konten_Kesehatan__dr._Ikhsanuddin_Qoth___i..jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257001/original/012837800_1781182038-Medical_and_Scientific_Affairs_Director_Sarihusada__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH.jpg)