Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mulai mengarahkan investasi hilirisasi nikel ke tahap yang lebih maju, yakni fokus pada pembuatan produk akhir seperti baterai kendaraan listrik. Langkah ini mendorong pengembangan industri nasional agar tidak berhenti pada pembangunan smelter maupun pembuatan bahan setengah jadi semata.
Pengembangan industri lanjutan tersebut diproyeksikan mencakup penyediaan bahan baku baterai, sel baterai, hingga produk baja nirkarat jadi. Melalui pendalaman rantai industri ini, pemerintah bertekad memaksimalkan manfaat pengolahan nikel bagi penyerapan tenaga kerja sekaligus peningkatan kemampuan teknologi dalam negeri.
"Hilirisasi kita tidak boleh berhenti pada produk setengah jadi. Kita harus bergerak sampai menghasilkan produk akhir,termasuk baterai kendaraan listrik, agar nilai tambah, lapangan pekerjaan, dan penguasaan teknologi benar-benar berada di Indonesia," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Advertisement
Peralihan fokus industri ini dilatarbelakangi oleh tantangan pada struktur pengolahan nikel saat ini. Berdasarkan naskah kebijakan yang disampaikan, sebanyak 50% hingga 60% kapasitas smelter nikel yang ada masih sebatas menghasilkan produk perantara.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fasilitas pengolahan nasional masih perlu dihubungkan secara langsung dengan industri manufaktur produk akhir. Dengan memperpanjang rantai produksi, dampak ekonomi dari pengolahan mineral dapat dinikmati secara lebih optimal di dalam negeri.
Guna mendukung arah investasi baru ini, pemerintah turut mengkaji rencana pembatasan pembangunan smelter baru yang sekadar memproses bahan setengah jadi.
Kebijakan hilirisasi sendiri sejatinya telah mendongkrak nilai perdagangan nikel nasional secara signifikan. Data dalam naskah mencatat angka ekspor nikel beserta produk turunannya melesat dari US$ 3,3 miliar pada 2017 menjadi US$ 33,9 miliar pada 2024.
Penguatan Kapasitas Produksi Barang Jadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381635/original/017040400_1792842919-WhatsApp_Image_2026-10-24_at_18.52.453.jpeg)
Meski demikian, lonjakan nilai ekspor tersebut mesti diimbangi dengan penguatan kapasitas produksi barang jadi. Dalam prosesnya, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kesiapan teknologi, kepastian pasokan energi,ketersediaan cadangan mineral, hingga daya serap pasar terhadap hasil industri.
Pertimbangan teknis ini juga menjadi rujukan utama pemerintah dalam mematangkan hilirisasi komoditas lain seperti bauksit, tembaga, hingga logam tanah jarang. Di samping memperluas skala industri, pemerintah tetap dituntut menjaga kelestarian lingkungan serta memperluas dampak positif ekonomi bagi warga di sekitar kawasan tambang.
"Kekayaan alam Indonesia harus kita kelola untuk kemakmuran rakyat, bukan hanya untuk kepentingan hari ini. Kita harus memastikan generasi berikutnya mewarisi industri yang kuat, lingkungan yang terjaga, dan ekonomi yang lebih mandiri," tegas Bahlil.
Keberhasilan tahap selanjutnya ini akan menjadi pembuktian bagi Indonesia dalam menyambungkan potensi sumber daya tambang domestik menuju industri produk akhir yang berdaya saing global.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387686/original/000829600_1793531037-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_17.16.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3441927/original/080733900_1619589140-058834200_1571731165-20191022-Bahlil-Lahadalia-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382752/original/046075900_1793008149-email-attachment_2026_10_26_immanuel-christian_tetap-hormati-kontrak-gas-bahlil-sebut-indonesia-terlalu-baik_IMG_8355.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385923/original/054926800_1793280742-1000490335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381638/original/054687100_1792842963-WhatsApp_Image_2026-10-24_at_18.52.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383001/original/055515100_1793058125-Menteri_ESDM_Bahlil_Lahadalia-27_Oktober_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351275/original/068623800_1789651182-IMG_8561.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384571/original/099718900_1793176612-IMG_8449.jpg)