Liputan6.com, Tel Aviv - Seorang mantan polisi Yahudi yang menyebut dirinya sebagai Zionis mungkin bukan sosok yang lazim dibayangkan akan mewakili sebuah partai Islam di parlemen Israel, Knesset.
Namun, Yoav Segalovitz akan segera menjadi anggota Knesset dari Ra'am, partai pimpinan kelompok Arab yang berhasil meraih delapan kursi dalam pemilu pada Selasa (27/10/2026).
Keputusan Segalovitz meninggalkan partai berhaluan tengah pimpinan kelompok Yahudi untuk bergabung dengan partai konservatif pimpinan kelompok Arab mengundang perhatian sekaligus kecaman di Israel.
Advertisement
Langkah tersebut menjadi sorotan karena hasil pemilu belum menghasilkan kubu dengan kursi mayoritas. Salah satu pertanyaan utama kini adalah apakah partai-partai pimpinan kelompok Arab dapat diterima oleh partai-partai lain yang menentang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membantu mengakhiri kekuasaannya.
Segalovitz mengatakan kerja samanya dengan pemimpin Ra'am, Mansour Abbas, bertujuan menunjukkan bahwa warga Yahudi dan Arab dapat membangun koalisi politik meskipun berbeda latar belakang etnis dan agama.
"Dia orang Arab. Saya orang Yahudi. Saya sekuler. Dia religius," kata Segalovitz mengenai Abbas seperti dilaporkan Associated Press dalam wawancara sebelum pemilu.
"Namun, kami semua adalah warga negara Israel. Kami semua bagian dari masyarakat ini. Jika ingin mencapai kemajuan, kami harus bekerja sama."
Saat itu, Segalovitz sedang menjelaskan kerja sama yang dibentuk untuk membantu sebuah partai kecil memperoleh penerimaan politik lebih luas. Namun, pernyataannya mencerminkan perdebatan yang lebih besar mengenai arah politik Israel setelah pemilu.
Partai-partai pimpinan kelompok Arab berhasil meraih total 19 dari 120 kursi Knesset, jumlah terbanyak yang pernah mereka peroleh.
Dengan perolehan tersebut, mereka berpeluang memainkan peran menentukan dalam pembentukan pemerintahan baru, asalkan partai-partai oposisi pimpinan kelompok Yahudi bersedia bekerja sama untuk membentuk koalisi mayoritas.
Contoh Kerja Sama Politik Yahudi dan Arab
Pada Selasa malam, Ra'am menggelar perayaan di sebuah aula setelah berhasil menambah tiga kursi di Knesset.
Di antara para politikus yang berbicara di hadapan pendukung partai tersebut, Segalovitz menjadi satu-satunya yang tidak berpidato dalam bahasa Arab.
Namun, hal itu tampaknya tidak menjadi persoalan. Tepuk tangan bergema di seluruh ruangan ketika ia berseru, "Kulanu Yisraelim!" yang dalam bahasa Ibrani berarti "Kita semua orang Israel!"
Meski demikian, tidak semua pihak menyambut baik langkah Segalovitz.
Para pengkritik dari kelompok sayap kanan menuduh keputusannya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap Israel dan membuka jalan bagi penerapan hukum Islam di negara tersebut.
Kritik turut datang dari sejumlah pihak di Joint List, partai pimpinan kelompok Arab yang berhaluan lebih kiri dibandingkan Ra'am.
Mereka menilai kerja sama tersebut sekadar upaya memperbaiki citra Ra'am agar lebih diterima oleh partai-partai arus utama, bukan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat Arab.
Sementara itu, Segalovitz dan Abbas menyatakan bahwa langkah mereka menawarkan pandangan berbeda mengenai masa depan Israel, sekaligus memperkuat peluang Ra'am untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan.
Namun, hal itu tidak menghentikan serangan politik Netanyahu dan para sekutunya terhadap Ra’am, baik sebelum, selama, maupun setelah pemilu.
Partai Netanyahu termasuk pihak yang mengajukan permohonan agar Ra'am dilarang mengikuti pemilu.
Selama kampanye, Netanyahu menggunakan slogan "Kanan atau Palestina", yang memiliki rima dalam bahasa Ibrani.
Ia berulang kali memperingatkan bahwa pesaing utamanya, mantan panglima militer Gadi Eisenkot, akan bekerja sama dengan Abbas untuk memperoleh mayoritas kursi di parlemen.
Partai Netanyahu sendiri meraih suara lebih banyak dibandingkan partai lainnya, meskipun posisinya dalam mempertahankan kekuasaan melemah.
Partai tersebut turut menyebarkan tuduhan tanpa bukti bahwa pemilu telah "dicuri" oleh partai-partai pimpinan kelompok Arab. Tuduhan itu dibantah oleh partai-partai yang menjadi sasaran.
"Berbagai bentuk hasutan, rasisme, dan pengucilan merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap ketahanan dan kekuatan Negara Israel," tulis Segalovitz melalui platform X pada Kamis (29/10).
Advertisement
Jalan Terjal bagi Partai Arab untuk Masuk Pemerintahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378258/original/080645800_1792494122-Untitled.jpg)
Ketidakmampuan blok politik Netanyahu mengumpulkan kursi mayoritas memperlihatkan ketimpangan dalam hubungan politik antara kelompok Yahudi dan Arab di Israel.
Di satu sisi, sebuah partai pimpinan kelompok Arab bersedia menerima politikus Yahudi sebagai anggotanya. Namun, di sisi lain, partai-partai pimpinan kelompok Yahudi sejauh ini masih enggan membentuk koalisi dengan partai-partai Arab untuk menyingkirkan Netanyahu dari kekuasaan.
Sepanjang sejarah politik Israel, baru satu kali partai Arab bergabung dalam koalisi pemerintahan, yakni pada 2021. Pemerintahan tersebut hanya bertahan sekitar 18 bulan.
Alih-alih berupaya mendekati partai-partai Arab, Eisenkot justru secara terbuka mengajukan sejumlah persyaratan kepada mereka.
Di antaranya, mereka harus menyatakan bahwa Israel merupakan negara Yahudi sekaligus demokratis, serta menyebut Hamas sebagai organisasi teroris yang harus dihancurkan.
Sebagai pemimpin Ra’am, Abbas telah mengakui Israel sebagai negara Yahudi dan berulang kali mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Namun, dalam sebuah acara kampanye di tepi kolam renang di Caesarea, kota berpenduduk mayoritas Yahudi, sepekan sebelum pemilu, Abbas menghindari pertanyaan mengenai apakah ia bersedia secara khusus menyebut Hamas sebagai organisasi teroris.
Sebelumnya, Abbas menggambarkan pertanyaan semacam itu sebagai jebakan atau ujian kesetiaan yang diajukan oleh kelompok ekstremis.
Kepentingan Bersama dalam Menentukan Masa Depan Israel
Warga Palestina yang tetap tinggal di Israel setelah perang yang menyertai berdirinya negara tersebut pada 1948, beserta keturunan mereka, kini mencakup lebih dari 20 persen populasi Israel.
Mereka memiliki kewarganegaraan Israel dan hak untuk memberikan suara dalam pemilu. Sebagian besar beragama Islam, sementara banyak di antara mereka memiliki rasa solidaritas yang kuat terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Sejumlah warga Israel keturunan Palestina berhasil menduduki posisi penting dalam dunia bisnis dan politik.
Namun, banyak pula yang merasa diabaikan oleh pemerintah. Komunitas mereka menghadapi persoalan kurangnya investasi dan kemiskinan.
Perasaan tersisih dan tidak aman di kalangan masyarakat tersebut semakin meningkat selama masa pemerintahan Netanyahu saat ini, ketika ia dan para menterinya yang berhaluan sayap kanan jauh menggambarkan mereka sebagai ancaman.
Bagi Segalovitz, warga Arab merupakan bagian dari masyarakat Israel yang majemuk, tempat orang-orang dengan latar belakang berbeda dapat bekerja berdampingan meskipun tidak selalu memiliki pandangan yang sama.
Mantan penyidik kepolisian berusia 67 tahun itu tidak menutupi perbedaan pendapatnya dengan Abbas dalam sejumlah persoalan, termasuk kewajiban dinas militer dan hak-hak kelompok LGBTQ.
Namun, menurutnya, menunjukkan bahwa partai pimpinan kelompok Arab dapat menerima politikus Yahudi berhaluan tengah jauh lebih penting daripada perbedaan pandangan mengenai satu persoalan tertentu.
Pesan tersebut mendapat sambutan dari warga Israel keturunan Palestina yang mendukung Ra'am. Pendekatan itu kemungkinan turut memengaruhi pilihan sejumlah pemilih Yahudi.
Irit Schenker, seorang konsultan restoran asal Caesarea, mengatakan bahwa dirinya memutuskan memilih Ra'am setelah mendengarkan Abbas dan Segalovitz berbicara bersama.
Schenker, yang sepanjang hidupnya mendukung partai-partai sayap kiri Israel, mengatakan bahwa warga Yahudi harus menerima kenyataan bahwa mereka berbagi negara dengan warga Israel keturunan Palestina.
Menurutnya, jika kenyataan tersebut terus diabaikan, seluruh masyarakat akan menanggung akibat dari perpecahan yang berkepanjangan.
"Kita tidak bisa terus mengabaikan masalah-masalah kita. Itu akan menjadi bencana," kata Schenker.
Latar belakang Segalovitz di kepolisian pun dikenal luas dan dihormati di kalangan pendukung Ra'am.
Mazen Ghnaim, Wali Kota Sakhnin di Israel utara, mengatakan Segalovitz dipandang sebagai sosok yang mampu bekerja secara efektif, terutama dalam menangani persoalan masyarakat yang menghadapi peningkatan kasus pembunuhan dan kekerasan terkait geng kriminal.
"Dia memiliki pengalaman dan kami juga menunjukkan bahwa kami bisa berdiri bersama warga Yahudi serta menjadi bagian dari pemerintahan berikutnya," ujar Ghnaim, yang merupakan pendukung Ra'am.
Advertisement
Ra’am Ingin Bergabung dalam Pemerintahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387804/original/068509400_1793553142-Untitled.jpg)
Segalovitz mengakui bahwa pengalaman panjangnya di kepolisian menjadi salah satu daya tariknya bagi pendukung Ra'am.
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah meruntuhkan hambatan yang selama ini merugikan masyarakat Israel.
"Kita tidak bisa begitu saja mengabaikan 21 persen penduduk. Warga Arab di Israel terlibat dalam segala bidang kehidupan. Hanya dalam politik masih ada tembok pemisah," katanya.
"Kami ingin menjadi bagian dari pemerintahan dan ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam masyarakat Israel."
Pada malam pemilu, ketika hasil penghitungan suara mulai terlihat jelas, Abbas menyampaikan pidato di hadapan para pendukungnya yang tengah merayakan keberhasilan Ra'am.
Ia mengatakan bahwa mayoritas pemilih Israel telah memberikan suara menentang Netanyahu dan para sekutu sayap kanannya, sekaligus menunjukkan adanya harapan bagi terwujudnya perdamaian, martabat, dan keamanan.
"Ratusan ribu warga Arab dan Yahudi telah berani melawan arus dan membuktikan bahwa orang Arab dan Yahudi di sini dapat menjadi mitra serta bekerja sama satu sama lain," kata Abbas.
Abbas dan Segalovitz dijadwalkan dilantik bersama enam anggota Ra'am lainnya pada 10 November.
Namun, masih diperlukan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk mengetahui apakah mereka akan tetap berada di kubu oposisi Knesset atau justru bergabung dengan koalisi mayoritas pemerintahan melalui kerja sama politik lain yang sebelumnya sulit dibayangkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387803/original/023031800_1793552971-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3007456/original/033777300_1577514700-20191228-Kapal-Kandas-di-Israel-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143513/original/090126200_1740541545-Intel_Xeon.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3344649/original/065111200_1610190724-000_8YD6X2.jpg)