Liputan6.com, Jakarta -Lintah darat termasuk hewan yang keberadaannya sangat dipengaruhi kelembapan tanah. Setelah hujan deras, halaman dan sela-sela teras menjadi basah. Kondisi ini kerap memunculkan pertanyaan: dari mana asal lintah yang tiba-tiba terlihat merayap di lantai rumah?
Petunjuknya dapat ditemukan dalam studi jangka panjang yang berlangsung pada 2012 hingga 2020 di hutan hujan Kalimantan. Riset yang dikutip dari jurnal Biotropica edisi 2022 itu mengidentifikasi kelembapan tanah sebagai faktor dengan pengaruh positif terbesar terhadap tingkat perjumpaan dua kelompok lintah darat.
Hewan yang dimaksud berasal dari famili Haemadipsidae, yakni kelompok lintah berahang yang hidup di daratan kawasan Indo-Pasifik. Bahkan, genus Haemadipsa saja telah memiliki lebih dari 25 spesies yang dideskripsikan, menurut tinjauan dalam The Journal of Parasitology tahun 2025.
Advertisement
Informasi tersebut membantu menjelaskan kemungkinan asal lintah di teras, alasan tanah lembap begitu berpengaruh, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan berdasarkan penelitian.
Mengenal Lintah Darat: Famili Haemadipsidae yang Hidup di Tanah
Di lapangan, lintah darat sering disebut pacet. Tidak seperti lintah yang hidup di sawah atau kolam, hewan dari kelompok ini menghabiskan hidupnya di tanah dan vegetasi. Mereka kemudian mencari darah vertebrata sebagai sumber makanan. Sejumlah informasi penting mengenai karakteristiknya dirangkum dalam tabel berikut.
| ASPEK | TEMUAN | DASAR |
|---|---|---|
| Famili | Haemadipsidae, lintah berahang yang hidup di darat | Tinjauan The Journal of Parasitology, 2025 |
| Genus Haemadipsa | Lebih dari 25 spesies sudah dideskripsikan, jumlah sebenarnya diperkirakan lebih banyak | The Journal of Parasitology, 2025 |
| Wilayah sebaran | Subtropis dan tropis di sekitar Samudra Hindia dan Samudra Pasifik | Tinjauan taksonomi famili Haemadipsidae |
| Cara bergerak | Melengkung seperti ulat jengkal (inchworm) | The Journal of Parasitology, 2025 |
Lebih dari 25 spesies dalam genus Haemadipsa menunjukkan bahwa lintah darat bukanlah satu jenis hewan, melainkan terdiri atas banyak spesies. Artinya, hewan yang terlihat di teras sebuah rumah belum tentu sama dengan yang ditemukan di tempat lain.
Meski memiliki wilayah persebaran luas, informasi tersebut belum menjelaskan mengapa lintah bisa tiba-tiba terlihat di sekitar rumah. Salah satu petunjuk utamanya berkaitan dengan kondisi tanah.
Advertisement
Dari Mana Datangnya? Petunjuk dari Hutan Kalimantan
Penelitian di hutan hujan tropis Kalimantan mencatat keberadaan dua kelompok lintah darat selama bertahun-tahun, yakni lintah harimau (Haemadipsa picta) dan lintah coklat (Haemadipsa spp.). Peneliti membandingkan beberapa model statistik untuk mengetahui faktor yang paling memengaruhi frekuensi perjumpaan dengan kedua jenis tersebut.
| KELOMPOK LINTAH | HUTAN YANG PALING BANYAK DIHUNI | SEBARAN |
|---|---|---|
| Lintah harimau (Haemadipsa picta) | Hutan dataran rendah dengan daya simpan air lebih tinggi | Lebih sempit |
| Lintah coklat (Haemadipsa spp.) | Hutan dataran tinggi | Lebih luas |
Hasil analisis menunjukkan bahwa kelembapan tanah memberikan pengaruh positif paling besar terhadap tingkat perjumpaan kedua kelompok tersebut. Penulis riset juga menduga lintah harimau lebih sensitif terhadap kondisi tanah kering. Selain itu, keberadaan satu kelompok meningkatkan peluang ditemukannya kelompok lain.
Perlu dicatat, penelitian tersebut mengukur kelembapan tanah, bukan curah hujan secara langsung. Meski begitu, hujan deras tentu membuat tanah di sekitar rumah menjadi basah. Hasil riset di hutan Kalimantan ini pun dapat menjadi petunjuk untuk memahami kemunculan lintah di teras. Adapun cara mereka bergerak setelah berada di sekitar manusia juga menarik untuk diperhatikan.
Cara Lintah Darat Mencari Inang dan Berapa Banyak Darah yang Diisap
Tinjauan dalam The Journal of Parasitology menyebutkan bahwa lintah darat berukuran lebih besar cenderung naik lebih tinggi ke vegetasi untuk mencari mangsa. Hewan ini juga lebih sering dijumpai di jalur buatan manusia. Orang yang berjalan di belakang rombongan memiliki peluang lebih besar untuk menjumpainya. Langkah orang di depan diduga membangunkan lintah yang sedang tidak aktif, sedangkan gerakan yang berlangsung terus-menerus dapat menarik perhatiannya.
| HAL YANG DICATAT | ANGKA ATAU TEMUAN |
|---|---|
| Darah yang bisa diisap | Lebih dari 10 kali berat tubuhnya |
| Rekor pada Haemadipsa | 14 kali berat tubuhnya |
| Santapan darah yang tersimpan | Hingga 4 santapan berbeda dalam satu lintah |
| Posisi mencari mangsa | Lintah lebih besar naik lebih tinggi ke vegetasi |
Jumlah darah tersebut memang terdengar besar, tetapi angka itu menggambarkan kemampuan lintah menampung darah, bukan banyaknya darah yang hilang dari tubuh manusia. Bagi pemilik rumah, pola pergerakannya lebih relevan untuk diketahui. Hewan ini merayap dengan gerakan melengkung, menunggu di vegetasi, dan dapat terpicu oleh aktivitas di sekitarnya.
Informasi tersebut bisa menjadi dasar untuk menyusun langkah pencegahan. Salah satu bahan yang dapat digunakan bahkan telah melalui pengujian ilmiah.
Advertisement
Repelen yang Sudah Diuji pada Lintah Darat
Peneliti dari Defence Research Laboratory, India, menguji sejumlah repelen untuk lintah darat melalui uji lapangan yang hasilnya dimuat dalam Defence Science Journal. Dari pengujian tersebut, DEET (N,N-dietil-m-toluamida) dinilai paling efektif dan memuaskan dalam mencegah gigitan.
Pengujian lain pada 2002 membandingkan tiga bio-repelen dengan DEET dan DMP. Para peneliti juga mengukur ketahanan masing-masing bahan saat diaplikasikan pada kain. Durasi perlindungannya dapat dilihat pada tabel berikut.
| REPELEN | DOSIS PADA KAIN | LAMA PERLINDUNGAN |
|---|---|---|
| DEET | 0,93 mg/cm² | 19,8 hari |
| DEET | 0,56 mg/cm² | 7 hari |
| DEET | 0,37 mg/cm² | 6,3 hari |
| Minyak bottle brush (Callistemon rigidus) | 0,93 mg/cm² | 13 hari |
Semakin tinggi dosis DEET, semakin panjang durasi perlindungannya. Sementara itu, minyak bottle brush memberikan hasil lebih baik dibandingkan minyak timur (Zanthoxylum armatum), minyak neem, dan DMP pada tiga konsentrasi yang diuji. Meski demikian, DEET tetap menunjukkan efektivitas tertinggi. Perlu diingat, angka dosis dalam tabel berasal dari percobaan laboratorium pada kain, bukan takaran semprot untuk penggunaan sehari-hari.
Tips Mencegah Lintah Darat Naik ke Teras Rumah
Beberapa langkah berikut disusun berdasarkan hasil penelitian tersebut. Tujuannya adalah mengurangi kelembapan dan tempat persembunyian lintah, sekaligus melindungi kulit dari kemungkinan gigitan.
- Keringkan genangan air di lantai teras, talang, dan sudut halaman setelah hujan. Kelembapan tanah merupakan faktor terkuat yang berkaitan dengan perjumpaan lintah dalam riset di hutan Kalimantan.
- Pangkas tanaman dan rumput yang menyentuh tepi teras. Lintah berukuran lebih besar diketahui naik ke vegetasi untuk mencari mangsa.
- Gunakan sepatu tertutup dan kaus kaki saat membersihkan halaman basah. Periksa kaki serta alas kaki sebelum masuk ke rumah.
- Jika ingin menggunakan repelen pada pakaian, pilih produk berbahan DEET dan ikuti petunjuk pada label. Bahan ini menunjukkan efektivitas tertinggi dalam uji lapangan.
- Kurangi jalur yang sering dilewati di halaman basah. Tinjauan 2025 mencatat bahwa lintah lebih sering dijumpai di jalur buatan manusia.
- Jangan menarik lintah yang sudah menempel secara paksa. Baca panduan pertolongan pertama gigitan lintah untuk mengetahui langkah penanganannya. Informasi lebih lanjut mengenai hewan ini juga tersedia dalam artikel ciri-ciri lintah.
Setelah teras dibersihkan dan dikeringkan, masih ada beberapa pertanyaan yang kerap muncul, terutama mengenai asal lintah, kaitannya dengan hujan, dan cara menghadapinya. Berikut penjelasannya.
Pertanyaan Seputar Lintah Darat di Teras Rumah
- Dari mana lintah darat di teras rumah berasal?
Lintah darat hidup di tanah lembap. Dalam penelitian jangka panjang di hutan Kalimantan, kelembapan tanah menjadi faktor dengan pengaruh positif terbesar terhadap tingkat perjumpaan hewan tersebut. Karena itu, halaman atau taman yang basah setelah hujan bisa menjadi tempat asal lintah di sekitar rumah.
- Apakah hujan deras membuat lintah darat muncul?
Penelitian di Kalimantan mengukur kelembapan tanah, bukan curah hujan secara langsung. Hujan deras memang membasahi tanah, sehingga hubungan antara keduanya masuk akal. Namun, riset tersebut dilakukan di kawasan hutan dan belum memastikan proses yang sama terjadi di teras rumah.
- Berapa banyak darah yang bisa diisap lintah darat?
Lintah darat mampu mengisap darah lebih dari 10 kali berat tubuhnya. Pada genus Haemadipsa, jumlahnya tercatat mencapai 14 kali berat tubuh. Satu ekor juga dapat menyimpan hingga 4 santapan darah berbeda, menurut tinjauan dalam The Journal of Parasitology.
- Repelen apa yang paling efektif untuk lintah darat?
DEET menjadi bahan paling efektif dalam uji lapangan yang dimuat di Defence Science Journal. Dalam pengujian ketahanan pada kain, dosis 0,93 mg/cm² mampu memberikan perlindungan selama 19,8 hari. Durasi tersebut lebih panjang dibandingkan minyak bottle brush dengan dosis sama, yang bertahan selama 13 hari.
- Apa yang harus dilakukan bila lintah sudah menempel di kulit?
Hindari menariknya secara paksa. Panduan mengenai pertolongan pertama dan tanda-tanda yang perlu diperiksakan ke tenaga kesehatan dapat dibaca melalui panduan pertolongan pertama gigitan lintah.
Informasi ilmiah di atas bersumber dari penelitian di hutan hujan dan pengujian lapangan, bukan pengamatan langsung di kawasan permukiman. Jika lintah terus muncul atau gigitannya menunjukkan tanda infeksi, segera hubungi tenaga kesehatan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388783/original/004839000_1793681254-Ilustrasi_Lintah_Darat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388691/original/096645400_1793675581-5151ddb2-655a-41fd-be3a-55598f2c4151.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388663/original/085959900_1793671977-Gemini_Generated_Image_qpqf8bqpqf8bqpqf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388506/original/089342100_1793619266-HL_Krokot.jpg)