Liputan6.com, Islamabad - Kepala MiliterPakistan, Field Marshal Asim Munir, mengunjungi Teheran, Iran, pada 20 Oktober 2026 untuk memperkuat peran Islamabad sebagai mediator di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Namun, kunjungan tersebut diwarnai kontradiksi setelah Pakistan sebelumnya menutup sejumlah jalur perbatasan penting yang menjadi tumpuan perdagangan Iran.
Dikutip dari laporan tersebut, dalam pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Munir menyampaikan bahwa persoalan perbatasan telah diselesaikan dan lalu lintas perdagangan kembali dibuka.
Penutupan perlintasan Taftan dan Gabd-Rimdan dilaporkan sempat menyebabkan sekitar 2.000 truk terjebak. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan ketidakpastian bagi pelaku usaha di kedua negara.
Advertisement
Islamabad menyebut penutupan perbatasan dilakukan atas pertimbangan keamanan, penyelundupan, serta kebutuhan pengelolaan wilayah perbatasan. Sementara itu, pejabat Iran menggambarkan penghentian aktivitas tersebut sebagai langkah teknis atau pencegahan yang bersifat sementara.
Meski demikian, keputusan tersebut dinilai memiliki dampak geopolitik yang lebih luas daripada sekadar persoalan prosedur kepabeanan, dikutip dari laman directus.gr.
Jalur Perdagangan Pakistan Jadi Tumpuan Ekonomi Iran
Di tengah terbatasnya perdagangan maritim Iran akibat blokade Amerika Serikat, jalur darat melalui Pakistan semakin penting bagi Teheran. Meski tidak dapat menggantikan peran pelabuhan utama, jalur tersebut menyediakan alternatif untuk pengiriman barang kebutuhan, menopang bisnis lokal, serta mengurangi isolasi ekonomi Iran.
Sebelumnya, Islamabad mengizinkan barang-barang dari negara ketiga untuk transit menuju Iran melalui sejumlah perlintasan darat yang telah ditentukan. Kebijakan tersebut menempatkan Pakistan sebagai salah satu jalur penting bagi perekonomian Iran.
Namun, penghentian sementara aktivitas perbatasan menunjukkan bahwa jalur perdagangan tersebut masih rentan terhadap keputusan politik dan keamanan yang diambil Islamabad.
Ketidakpastian juga muncul terkait kebijakan sanksi. Kementerian Luar Negeri Pakistan baru-baru ini menyatakan bahwa negaranya akan mematuhi rezim sanksi yang berlaku, tetapi tidak menjelaskan secara terperinci pembatasan yang dimaksud.
Bagi Iran, perbedaan antara kewajiban internasional dan tekanan Amerika Serikat menjadi persoalan penting. Sementara bagi pedagang dan perusahaan transportasi, ketidakjelasan tersebut berpotensi meningkatkan risiko finansial.
Dalam misi diplomatiknya, Munir juga menghadapi sikap tegas Teheran terhadap Washington. Iran menegaskan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat tidak akan dilanjutkan tanpa kemajuan atas tuntutan mereka, termasuk penghentian blokade, pelonggaran sanksi ekspor minyak, dan berakhirnya konflik regional.
Pejabat keamanan Iran, Mohsen Rezaei, turut menegaskan bahwa material nuklir yang telah diperkaya akan tetap berada di wilayah Iran.
Aliansi Pakistan-Arab Saudi Jadi Sorotan Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545301/original/017030700_1629368526-pakistan-895319_1280.jpg)
Di sisi lain, hubungan pertahanan Pakistan yang semakin erat dengan Arab Saudi turut memperumit posisi Islamabad sebagai mediator.
Perjanjian pertahanan Mekkah yang diaktifkan pada 5 Oktober di tengah meningkatnya serangan Houthi membuat Pakistan semakin terlibat dalam kerangka keamanan Riyadh.
Sehari sebelum Munir mengunjungi Teheran, militer Pakistan juga mengumumkan pembahasan dengan Duta Besar Arab Saudi mengenai penguatan kerja sama pertahanan dan koordinasi strategis.
Islamabad menegaskan bahwa personel militernya yang ditempatkan di Arab Saudi hanya menjalankan tugas defensif dan tidak akan terlibat dalam operasi militer di Yaman.
Jaminan tersebut dinilai penting, tetapi belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran Iran terhadap konsekuensi dari semakin eratnya kerja sama militer Pakistan dan Arab Saudi.
Meski demikian, perkembangan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa Pakistan berniat bergabung dalam operasi militer terhadap Iran atau bahwa Amerika Serikat memerintahkan penutupan perbatasan.
Namun, keterkaitan antara pembatasan ekonomi, aliansi militer, dan upaya diplomatik dinilai menciptakan situasi regional yang semakin rentan.
Advertisement
Konflik Balochistan Perumit Hubungan Pakistan-Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5186518/original/007891400_1744609932-20250414-Demo_Palstina-AFP_3.jpg)
Situasi keamanan di Balochistan juga menjadi tantangan bagi hubungan kedua negara. Pakistan menghadapi pemberontakan kelompok nasionalis yang berkepanjangan, sementara pasukan Iran berulang kali berhadapan dengan kelompok bersenjata yang beroperasi di dekat wilayah perbatasan.
Serangan balasan antara Pakistan dan Iran pada Januari 2024 menunjukkan betapa cepat ketegangan di kawasan tersebut dapat berkembang menjadi konfrontasi langsung.
Pembatasan perbatasan juga berdampak langsung terhadap masyarakat sipil. Para pengemudi truk terpaksa menunggu, barang-barang yang mudah rusak berisiko membusuk, biaya transportasi meningkat, dan pedagang kehilangan pelanggan.
Masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada perdagangan lintas batas turut menanggung dampak dari keputusan politik dan keamanan yang berada di luar kendali mereka.
Pakistan kini menghadapi tantangan untuk menjaga kepercayaan Iran, mempertahankan kerja sama keamanan dengan Arab Saudi, serta membangun hubungan yang tetap berjalan dengan Washington. Pada saat yang sama, Islamabad dituntut menjamin stabilitas jalur perdagangan regional.
Ketiga kepentingan tersebut dinilai tidak selalu bertentangan, tetapi membutuhkan konsistensi kebijakan dan transparansi.
Pembukaan kembali perlintasan Taftan dan Gabd-Rimdan menjadi langkah penting. Namun, memulihkan kepercayaan Iran terhadap Pakistan diperkirakan akan menjadi tantangan yang jauh lebih besar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4782569/original/007874200_1711248767-IMG_7742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516525/original/044369700_1772322540-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5264615/original/015287600_1750864611-WhatsApp_Image_2025-06-25_at_21.57.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477889/original/005926300_1687477254-panoramic-shot-oil-rigs-sea-with-beautiful-sunset.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537893/original/065086000_1774492418-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/876774/original/009328100_1431659143-OPEC_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540890/original/069512000_1774841005-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3344649/original/065111200_1610190724-000_8YD6X2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)