Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kondisi keuangan yang berkecukupan dan stabil hingga dapat liburan merupakan impian banyak orang. Dalam kepercayaan Feng Shui, penataan dan kebiasaan merawat rumah juga dipercaya dapat memengaruhi kelancaran rezeki melalui aliran energi positif atau chi.
Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari di rumah justru dipercaya dapat menghambat datangnya rezeki dan kemakmuran. Mulai dari membiarkan barang rusak menumpuk, menyimpan dompet dalam kondisi berantakan, hingga mengabaikan kebersihan dapur.
Meski tak ada bukti ilmiah yang menghubungkan penataan rumah dengan kelancaran rezeki, kebiasaan ini dapat dipelajari bagi siapa pun yang tertarik untuk belajar kepercayaan Feng Shui. Mengutip situs YourTango, berikut rangkuman Liputan6.com tentang kebiasaan-kebiasaan yang dapat menghambat rezeki (4/11/2026).
Advertisement
1. Membiarkan Pintu Masuk Rumah Berantakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389700/original/092163700_1793768401-02_pintu_masuk_berantakan.jpg)
Salah satu kebiasaan penghambat rezeki menurut Feng Shui adalah membiarkan area pintu masuk rumah kotor dan dipenuhi barang. Dalam prinsip Feng Shui, pintu utama merupakan tempat masuknya energi chi yang dipercaya membawa peluang, keberuntungan, dan kemakmuran bagi penghuni rumah.
Menumpuk sepatu, sandal, kardus, atau barang lainnya di dekat pintu dianggap dapat menghalangi aliran energi positif. Kondisi tersebut juga membuat rumah terlihat kurang terawat dan memberikan kesan tidak nyaman ketika seseorang pertama kali memasukinya.
Dalam artikel berjudul 11 Things In Your Home That Block Your Financial Blessings, According To Feng Shui, konsultan Feng Shui Elizabeth Aley menjelaskan bahwa rumah yang berantakan dapat menghambat aliran alami chi.
Untuk mengatasinya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan, seperti:
- Merapikan sepatu dan sandal ke dalam rak khusus.
- Menyapu serta mengepel area pintu masuk secara rutin.
- Tidak meletakkan kardus atau barang yang sudah tidak digunakan di dekat pintu.
- Memastikan pintu utama dapat dibuka dengan leluasa.
Advertisement
2. Menyimpan Barang Rusak dan Tidak Terpakai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389701/original/002515400_1793768402-03_barang_rusak.jpg)
Kebiasaan berikutnya adalah menyimpan barang rusak terlalu lama dengan alasan suatu saat akan diperbaiki. Padahal, menurut Feng Shui, benda yang rusak dipercaya melambangkan energi stagnan, hambatan, dan persoalan yang belum terselesaikan.
Barang seperti alat elektronik yang mati, furnitur rusak, pakaian robek, hingga laci yang tidak bisa digunakan sebaiknya segera diperbaiki atau disingkirkan. Membiarkannya menumpuk akan membuat ruangan terasa penuh dan mengurangi kenyamanan penghuni rumah. Keberadaan peralatan rumah tangga yang rusak sebagai salah satu hal yang dipercaya menghambat kelancaran rezeki.
Jika masih bisa digunakan, segera lakukan perbaikan terhadap barang-barang rusak tersebut. Namun, apabila kondisinya sudah tidak memungkinkan, lebih baik membuang atau mendaur ulang barang tersebut agar tidak terus memenuhi ruang penyimpanan.
3. Membiarkan Tanaman Mati dan Layu di Dalam Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389702/original/015242900_1793768402-04_tanaman_layu.jpg)
Tanaman hias sering digunakan untuk mempercantik interior sekaligus memberikan kesan segar pada ruangan. Dalam Feng Shui, tanaman hidup juga dikaitkan dengan pertumbuhan, vitalitas, dan energi positif yang mendukung kemakmuran.
Sebaliknya, tanaman yang dibiarkan mati, kering, atau layu dipercaya melambangkan energi yang melemah dan kurangnya perhatian terhadap lingkungan tempat tinggal. Kondisi tersebut dianggap tidak selaras dengan energi pertumbuhan yang ingin dihadirkan di dalam rumah.
Dalam artikel yang sama, praktisi dan konsultan Feng Shui Tanita Okanovic menjelaskan bahwa tanaman mati, tanaman yang membusuk, dan bunga yang tidak disiram dapat memberikan pengaruh berlawanan dengan energi kemakmuran.
Oleh karena itu, penting untuk merawat tanaman secara rutin dengan menyiram, memangkas daun atau batang kering, dan memastikan kebutuhan cahaya mataharinya terpenuhi. Jika tanaman sudah mati dan tidak dapat diselamatkan, sebaiknya segera singkirkan agar tidak menjadi bagian dari tumpukan barang yang tidak terurus.
Advertisement
4. Mengabaikan Keran Air yang Bocor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389703/original/025870100_1793768402-05_keran_bocor.jpg)
Kebiasaan membiarkan keran air yang terus menetes juga dipercaya dapat menghambat rezeki menurut Feng Shui. Air dalam prinsip ini memiliki hubungan dengan aliran energi dan kemakmuran, sehingga kebocoran sering diibaratkan sebagai uang yang terus mengalir keluar dari rumah.
Masalah tersebut tidak hanya berlaku pada keran wastafel, tetapi juga pipa, shower, dan saluran air lainnya. Kebocoran kecil yang dibiarkan terlalu lama dapat menimbulkan pemborosan air serta meningkatkan pengeluaran rumah tangga.
Dalam artikel 5 Things In Your Kitchen That Block Your Financial Blessings, According To Feng Shui, Yourtango juga membahas kebiasaan terkait membiarkan keran yang bocor. Artikel tersebut mengutip pernyataan konsultan Feng Shui Jemma yang menghubungkan air yang terus menetes dengan kekayaan yang ikut terkuras.
Karena itu, segera perbaiki keran atau pipa yang mengalami kebocoran. Selain dipercaya membantu menjaga energi kemakmuran, langkah ini juga bermanfaat untuk menghemat penggunaan air dan mencegah kerusakan rumah yang lebih besar.
5. Membiarkan Dapur Kotor dan Kompor Tidak Terawat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389704/original/037122800_1793768402-06_dapur_kotor.jpg)
Dalam Feng Shui, dapur merupakan salah satu area penting yang berkaitan dengan kemakmuran dan kesejahteraan keluarga. Kompor bahkan dianggap sebagai simbol sumber penghidupan karena menjadi tempat mengolah makanan untuk memenuhi kebutuhan penghuni rumah.
Kebiasaan membiarkan kompor kotor, dipenuhi sisa makanan, atau memiliki tungku yang tidak berfungsi dipercaya dapat mengganggu energi positif di dapur. Selain itu, meja dapur yang dipenuhi peralatan tidak tertata juga dianggap membuat aliran chi menjadi stagnan.
Beberapa kebiasaan yang bisa mulai diterapkan antara lain:
- Membersihkan kompor setelah selesai memasak.
- Memastikan semua tungku berfungsi dengan baik.
- Menyimpan peralatan yang jarang digunakan ke dalam lemari.
- Tidak membiarkan makanan kedaluwarsa menumpuk di dalam kulkas.
- Menjaga meja dapur tetap bersih dan tidak penuh barang.
Advertisement
6. Membiarkan Tutup Kloset Terbuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389705/original/047241900_1793768402-07_tutup_toilet_terbuka.jpg)
Kamar mandi juga menjadi salah satu area yang diperhatikan dalam prinsip Feng Shui karena berkaitan dengan elemen air. Aliran air yang terus keluar melalui saluran pembuangan dipercaya dapat melambangkan energi dan kemakmuran yang ikut meninggalkan rumah.
Salah satu kebiasaan yang dianggap kurang baik adalah membiarkan tutup kloset terbuka setelah digunakan. Menurut Feng Shui, kondisi tersebut dipercaya menjadi salah satu penyebab energi positif terkuras dari rumah.
Untuk menghindarinya, biasakan menutup tutup kloset setelah digunakan. Pastikan pula kamar mandi selalu bersih, tidak lembap, dan saluran air berfungsi dengan baik.
7. Menyimpan Uang di Bawah Kasur, Dapur, atau Kamar Mandi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389706/original/058866200_1793768402-08_menyimpan_uang_di_bawah_tempat_tidur.jpg)
Selain kebiasaan merawat rumah, tempat menyimpan uang juga menjadi perhatian dalam Feng Shui. Beberapa lokasi dipercaya kurang tepat karena dianggap memiliki energi yang bertentangan dengan simbol kemakmuran.
Melalui artikel People Who Put Their Money In These 3 Places Are More Likely To Struggle Financially, Says A Feng Shui Expert YourTango membahas tiga tempat penyimpanan uang yang sebaiknya dihindari menurut seorang ahli Feng Shui bernama Master Lee.
Ketiga tempat tersebut meliputi:
- Di bawah kasur: Menyimpan uang di bawah kasur dipercaya dapat menimbulkan konflik energi antara uang dan tempat beristirahat. Kondisi ini juga dikaitkan dengan kekhawatiran terhadap masalah keuangan.
- Di dapur: Area dapur memiliki elemen api yang dalam kepercayaan Feng Shui dianggap dapat melambangkan uang atau kekayaan yang terbakar dan cepat habis.
- Di kamar mandi: Elemen air di kamar mandi dipercaya dapat melunturkan energi kemakmuran sehingga uang sebaiknya tidak disimpan di area tersebut.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan yang Menghambat Rezeki Menurut Feng Shui
1. Apa faktor rezeki seret?
Rezeki yang terasa seret dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti minimnya kesempatan kerja yang layak, upah yang rendah, kurangnya perencanaan keuangan, pengeluaran yang tidak terkendali, serta kebiasaan menunda pekerjaan. Dalam kepercayaan Feng Shui, kondisi rumah yang berantakan, barang rusak, dan saluran air bocor juga dipercaya dapat menghambat aliran energi positif atau chi yang berkaitan dengan kemakmuran.
2. Apa saja ciri-ciri rezeki yang seret?
Beberapa kondisi yang kerap dianggap sebagai tanda rezeki sedang seret antara lain penghasilan sulit mencukupi kebutuhan, pengeluaran terus bertambah, kesempatan mendapatkan pekerjaan atau usaha terasa terbatas, serta sulit menyisihkan uang untuk ditabung. Namun, kondisi tersebut bukan pertanda mistis dan sebaiknya dievaluasi dari sisi keuangan, pekerjaan, serta kebiasaan sehari-hari.
3. Apa saja 7 hal yang dapat menghambat rezeki menurut Feng Shui?
Menurut kepercayaan Feng Shui, ada tujuh kebiasaan atau kondisi di rumah yang dipercaya dapat menghambat aliran energi positif dan keberuntungan finansial, yaitu:
- Membiarkan pintu masuk rumah berantakan dan dipenuhi barang.
- Menumpuk barang rusak atau benda yang sudah tidak terpakai.
- Memelihara tanaman layu atau membiarkannya mati.
- Mengabaikan keran air yang bocor.
- Membiarkan dapur kotor dan kompor tidak terawat.
- Membiarkan tutup toilet terbuka.
- Menyimpan uang di bawah tempat tidur, dapur, atau kamar mandi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519844/original/068556900_1772598514-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-04T112728.479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389699/original/082006500_1793768401-01_headline_feng_shui.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389584/original/070717000_1793761802-63456c66-d961-47ea-9b52-0feeea64e5a5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389560/original/095471600_1793759911-1245a808-289d-456f-a49d-14f36d9a43f4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389515/original/085502000_1793753801-ea64dd35-1e86-43c6-b7d3-dba7755b2956.jpg)