Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memastikan gejolak yang terjadi di pasar modal Indonesia tidak memberikan dampak negatif terhadap operasional maupun fundamental bisnis perusahaan, kendati terdapat gelombang aksi pelepasan modal asing dari pasar domestik.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Ahmad Yani, tak menampik adanya dampak dari rencana konsultasi pasar oleh MSCI terkait usulan perubahan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Meski demikian, bisnis PGEO dipastikan tetap bergemuruh positif di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Kondisi ini tidak memberikan dampak kepada fundamental PGE, serta tidak memengaruhi rencana pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan," ujar Yani dalam temu media di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Advertisement
Ia menerangkan, isu penyesuaian status klasifikasi pasar tersebut telah memicu aliran modal keluar (capital outflow) hingga mencapai Rp 94,87 triliun. Dampaknya, IHSG sempat terkoreksi signifikan dari level 8.647 menjadi 5.439 atau anjlok sekitar 37%.
"PGE sendiri sejak awal tahun 2026 hingga penutupan 31 Desember kemarin terkoreksi sekitar 8,89%. Nah, inilah gambaran kondisi pasar saat ini di Indonesia," jelasnya.
Meski begitu, ketahanan bisnis PGEO terbukti tetap kokoh. Hal ini ditopang oleh volume produksi listrik dari panas bumi yang berhasil menyentuh 4.113 GWh.
"Ini menjadi bukti nyata bahwasanya kondisi pasar yang tidak menentu dan volatilitas harga saham tidak memberikan dampak pada performance operasional PGE. Kinerja perusahaan tetap positif dan terus tumbuh," tegas Yani.
Cetak Laba Bersih US$ 126,62 Juta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826305/original/047526300_1715177049-Kinerja_Keuangan_dan_Produksi_Kuat__PGE_Berkomitmen_Garap_Sumber_Daya_Raksasa_Panas_Bumi_1.jpg)
Ketahanan bisnis emiten berkode saham PGEO ini dibuktikan melalui pencapaian laba bersih sebesar US$ 126,62 juta sepanjang periode Januari–September 2026. Angka tersebut melonjak 21,45% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan US$ 104,26 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan peningkatan laba, pendapatan PGEO turut terdongkrak 10,46% menjadi US$ 352,20 juta, dari sebelumnya US$ 318,86 juta pada sembilan bulan pertama 2025.
Pertumbuhan kinerja ini didorong oleh rekor baru produksi listrik panas bumi, sekaligus mencerminkan efektivitas strategi manajemen dalam menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional.
Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengungkapkan bahwa capaian ini memperlihatkan konsistensi perseroan dalam mengeksekusi strategi bisnis yang berkelanjutan.
"Pertumbuhan laba bersih yang melampaui kenaikan pendapatan ini mencerminkan kian kuatnya tingkat profitabilitas PGE. Kinerja positif didukung oleh peningkatan produksi, optimalisasi pendapatan, serta disiplin dalam pengelolaan biaya. Fundamental keuangan yang solid ini menjadi modal vital bagi perseroan untuk merealisasikan ekspansi kapasitas panas bumi ke depan," ujar Fransetya.
Advertisement
Laba Usaha Tumbuh 17,44%
Penguatan profitabilitas perseroan juga terlihat dari pertumbuhan laba usaha yang melesat 17,44% menjadi US$ 186,26 juta, naik dibanding posisi US$ 158,60 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Di samping itu, marjin laba bersih (net profit margin) PGEO berhasil merangkak naik dari 32,70% menjadi 35,95%. Kenaikan marjin tersebut membuktikan kemampuan efisiensi perseroan dalam merubah pendapatan menjadi keuntungan bersih yang lebih optimal bagi para pemegang saham.
Dari sisi neraca keuangan, PGEO sukses menekan total liabilitas menjadi US$ 955,55 juta dari posisi US$ 988,89 juta pada akhir 2025. Sementara posisi kas dan setara kas perseroan tercatat sangat tebal di angka US$ 713,68 juta, yang memberikan fleksibilitas likuiditas tinggi untuk mendukung pendanaan proyek pengembangan bisnis di masa mendatang.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389848/original/059413000_1793775328-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_12.15.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377022/original/021863400_1760072132-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__88_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390252/original/009086000_1793789441-pge.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182874/original/009156400_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365836/original/048774500_1791197416-WhatsApp_Image_2026-10-05_at_5.26.14_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3398545/original/042356000_1615390274-Geothermal__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307307/original/076718400_1784979049-email-attachment_2026_07_25_ariefhakim-at-klyid_pge-dapat-plafon-pinjaman-us-75-juta-dari-bank-mizuho-indonesia_1000387793.jpg)