Liputan6.com, Jakarta -Peretas mencatat rekor pencurian US$ 6,3 miliar atau Rp 114,45 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.170) dari Binance dengan memanfaatkan wawancara kerjapalsu dan sebuah alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) internal yang sudah dikuasai.
Mengutip BBC, Rabu, (4/11/2026), bursa kripto terbesar di dunia itu membeberkan temuan awal tersebut lewat unggahan di platform X.
Binance menyebut serangan itu sebagai kampanye bertahap yang canggih. Para pelaku menyasar insinyur Binance dengan rekayasa sosial, yaitu teknik yang memancing korban menyerahkan data pribadi atau data sensitif, misalnya lewat phishing. Data itu kemudian mereka pakai untuk menembus akun korban.
Advertisement
Para peretas juga memasang perangkat lunak berbahaya di komputer insinyur untuk menguasai alat yang mengendalikan dompet kripto perusahaan. Binance mengakui kejadian ini sebagai “insiden keamanan yang serius dan sangat canggih”.
"Hal ini seharusnya tidak terjadi," kata perusahaan tersebut.
Binance merinci seorang insinyurnya dihubungi lewat platform pencarian kerja yang sah. Pelaku menyamar sebagai perwakilan perusahaan dan mengundang sang insinyur ke wawancara kerja fiktif. Mereka membangun kepercayaan korban dengan metode yang "lebih canggih dan menipu", antara lain membagikan akun media sosial berisi foto pribadi.
Pada wawancara kedua, pelaku menyuruh sang insinyur mengunduh sebuah "tugas". Berkas itu ternyata malware yang menjalankan kode berbahaya dengan “teknik pengaburan”, sehingga program tersebut lolos dari sistem deteksi.
Pada Oktober, peretas memakai komputer insinyur itu bersama alat AI internal Binance yang sudah dibobol untuk menguasai laptop dua insinyur lain.
Binance Meminta Maaf
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4658698/original/013047000_1700643883-vadim-artyukhin-_92BitC3QEU-unsplash.jpg)
Langkah tersebut membuka jalan bagi tahap serangan berikutnya. Kasus ini menempatkan alat AI internal perusahaan sebagai salah satu pintu masuk penyerang.
Insiden ini memaksa Binance menghentikan penarikan dana pelanggan di seluruh dunia. Pengguna baru bisa menarik kripto mereka lagi pada Minggu. Pelanggan langsung menarik aset bernilai miliaran dolar AS setelah layanan dibuka kembali.
"Kami meminta maaf atas kekhawatiran, gangguan, dan ketidakpastian yang timbul bagi pengguna, mitra, dan industri secara luas,” tulis Binance.
Perusahaan menempuh sejumlah langkah pascainsiden. Binance bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melacak dan membekukan aset terdampak. Perusahaan juga menyisihkan dana lebih dari 100% dari kebutuhan untuk menutup kerugian. Hingga Sabtu, Binance sudah “mengisi kembali” 98% aset token yang terdampak.
Serangan ini diyakini sebagai peretasan kripto terbesar sepanjang sejarah.
Advertisement
Dugaan Keterlibatan Korea Utara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2354616/original/079282100_1540804612-Korut_3.jpg)
Sejumlah lembaga kejahatan Amerika Serikat, termasuk Biro Investigasi Federal (FBI) dan Secret Service, membantu Binance melacak kripto yang raib dari dompet milik platform. Lembaga-lembaga itu bersama para analis siber menilai peretasan tersebut menunjukkan ciri rancangan Korea Utara, seperti pembobolan serupa sebelumnya.
Pyongyang membantah tudingan itu pada Selasa. Kim Yo Jong, pejabat senior Korea Utara sekaligus adik pemimpin Kim Jong Un, menyebut tuduhan tersebut sebagai “upaya jahat” Amerika Serikat untuk merusak citra negaranya. Korea Utara selama ini konsisten menolak bertanggung jawab atas berbagai serangan siber besar yang dialamatkan kepadanya.
Unit TraderTraitor, yang juga dikenal sebagai Lazarus Group, menjadi tersangka dalam peretasan bursa kripto Bybit senilai US$ 1,5 miliar atau Rp 27,25 triliun pada 2025. Angka itu kala itu mencetak rekor.
Binance semula tidak menanggapi pertanyaan BBC soal dugaan peran Korea Utara. Pada Selasa, perusahaan menulis di X, informasi terbaru yang dirilis FBI menunjukkan bahwa Republik Rakyat Demokratik Korea bertanggung jawab atas insiden ini.
Ke depan, Binance akan menambah investasi pada alat AI pendeteksi ancaman keamanan. Perusahaan juga menggandeng pakar siber independen untuk meninjau insiden secara menyeluruh. Binance berencana membentuk dana riset keamanan dan menjalin kerja sama dengan perusahaan AI dan keamanan terkemuka untuk sejumlah inisiatif tertarget.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389848/original/059413000_1793775328-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_12.15.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377022/original/021863400_1760072132-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__88_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)