Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, parkir mungkin hanya bagian kecil dari perjalanan. Pengendara datang, mengambil tiket atau memindai kartu, memarkir kendaraan, lalu melanjutkan aktivitas.
Namun, di balik rutinitas tersebut, terdapat sistem operasional yang harus bekerja secara terkoordinasi. Arus kendaraan perlu diatur, transaksi harus tercatat dengan akurat, akses parkir perlu dikendalikan, dan petugas harus siap menangani berbagai kendala di lapangan.
Kompleksitas itu semakin besar ketika operasional tidak hanya berlangsung di satu gedung, melainkan tersebar di ribuan lokasi dengan karakteristik berbeda.
Advertisement
Inilah tantangan yang dihadapi PT Securindo Packatama Indonesia atau Secure Parking. Dengan pengalaman 34 tahun di industri perparkiran dan pengelolaan sekitar 1.700 lokasi, perusahaan harus memastikan standar pelayanan tetap terjaga di tengah besarnya skala operasional.
Presiden Direktur PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking), Rustam Rachmat, menilai pertumbuhan jumlah lokasi perlu diimbangi kemampuan perusahaan dalam mengelola kompleksitas. Sebab, keberhasilan bisnis tidak cukup diukur dari banyaknya fasilitas yang dikelola, tetapi juga dari konsistensi kualitas layanan di setiap lokasi.
"Mengelola sekitar 1.700 lokasi berarti mengelola ribuan situasi operasional dengan karakteristik yang berbeda. Tantangannya bukan sekadar memastikan setiap lokasi beroperasi, tetapi menjaga agar kualitas dan akuntabilitas layanan tetap konsisten di tengah perbedaan tersebut," kata Rustam kepada Liputan6.com, Jumat (30/10/2026).
Rustam mengungkapkan, guna menjaga konsistensi itu, Secure Parking mengandalkan standar operasional, pengawasan, evaluasi, serta pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Teknologi menjadi bagian dari sistem pengelolaan tersebut. Namun, menurut Rustam, perangkat digital saja tidak cukup untuk menjamin kualitas pelayanan apabila tidak didukung proses kerja dan kesiapan tim di lapangan.
Pengalaman selama lebih dari tiga dekade menjadi modal perusahaan untuk memahami beragam kebutuhan operasional. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi sistem kerja yang terukur, dapat dievaluasi, dan diterapkan secara konsisten.
Transformasi Digital
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386641/original/093532000_1793353612-IMG-20261030-WA0004.jpg)
Pria lulusan Computer Science dari University of Melbourne, Australia ini mengatakan perubahan perilaku konsumen turut menggeser ekspektasi terhadap layanan parkir. Pengguna kini menginginkan proses yang lebih cepat, praktis, dan transparan. Sementara itu, pemilik gedung dan pengelola kawasan membutuhkan informasi operasional yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan.
Kondisi ini mendorong Secure Parking mengembangkan teknologi yang tidak hanya mempermudah transaksi kendaraan, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan.
Salah satu solusi yang dikembangkan adalah Epsilon Parking System (EPS), yang mendukung operasional parkir. Perusahaan juga menghadirkan eNOS atau Epsilon No Scan No Tap, sistem yang memanfaatkan teknologi pengenalan pelat nomor kendaraan atau License Plate Recognition (LPR).
Melalui eNOS, kendaraan dapat masuk dan keluar dari area parkir tanpa perlu mengambil tiket maupun melakukan tap kartu di lokasi yang telah menerapkan sistem tersebut.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengurangi tahapan transaksi sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan. Meski demikian, penerapannya tetap harus mempertimbangkan kondisi infrastruktur dan kebutuhan setiap lokasi.
Inovasi lainnya adalah Flaplock, teknologi pengaman ruang parkir yang diadaptasi dari Jepang dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia. Sistem ini membantu mengatur akses kendaraan pada ruang parkir tertentu dan mengunci akses hingga proses pembayaran diselesaikan.
"Dengan demikian, Flaplock tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga mendukung pengendalian penggunaan ruang parkir dan transparansi transaksi," ujar Rustam.
Bagi Secure Parking, transformasi digital bukan tentang seberapa banyak teknologi yang digunakan. Yang lebih penting adalah apakah teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi, transparansi, keamanan, dan kualitas pengelolaan parkir.
Advertisement
Konsistensi Layanan
Rustam mengungkapkan, mengelola parkir di pusat perbelanjaan tentu berbeda dengan mengelola fasilitas parkir rumah sakit atau perkantoran. Setiap kawasan memiliki pola aktivitas, volume kendaraan, kapasitas, dan kebutuhan pengguna yang berbeda.
Perbedaan tersebut membuat Secure Parking harus menjaga keseimbangan antara standardisasi dan fleksibilitas. Di satu sisi, perusahaan membutuhkan prosedur operasional yang konsisten untuk menjaga kualitas dan akuntabilitas. Di sisi lain, penerapan prosedur tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi agar operasional tetap efektif.
Ia mengatakan, perusahaan mengandalkan pemantauan, koordinasi tim, dan evaluasi berkala untuk memastikan penyesuaian di lapangan tidak mengurangi kualitas pelayanan.
Pengalaman dari berbagai lokasi juga menjadi sumber pembelajaran untuk mengenali persoalan yang berulang dan menyempurnakan sistem pengelolaan secara lebih luas.
"Pengalaman dari berbagai lokasi membantu kami mengenali pola masalah dan mengembangkan perbaikan yang lebih relevan. Yang penting, pembelajaran dari satu lokasi tidak berhenti di sana, tetapi menjadi masukan untuk meningkatkan sistem pengelolaan secara lebih luas," ujarnya.
Pendekatan ini penting karena parkir bukan aktivitas yang berdiri sendiri. Kelancaran arus kendaraan dapat memengaruhi kenyamanan pengunjung dan mendukung aktivitas ekonomi di suatu kawasan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385829/original/024402600_1793271201-Screenshot_2026-10-29_174018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221825/original/025442000_1747374422-VaksinTb1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386642/original/075581400_1793353629-IMG-20261030-WA0002.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385174/original/005771900_1793244619-email-attachment_2026_10_29_ariefhakim-at-klyid_amran-sulaiman-copot-delapan-pegawai-bapanas-bulog-buntut-kasus-beras-sphp-oplosan_1000489661.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4175716/original/069148400_1664458437-Pemprov_DKI_Akan_Dukung_Pencabutan_Status_Pandemi_Covid-19-IQBAL_6.jpg)