Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan sejumlah langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi musim penghujan 2026-2027. Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan langkah ini bertujuan memperkuat kesiapan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
"Melalui Surat Edaran ini yang ditujukan kepada para pimpinan daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota, diharapkan meningkatkan keterpaduan antara kesiapan pemerintah, dukungan berbagai pemangku kepentingan, sistem peringatan dini, dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya melindungi keselamatan masyarakat," ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 2 November 2026.
Advertisement
Berton menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan pemerintah daerah adalah memetakan wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
"Yang pertama adalah memetakan daerah rawan bencana hidrometeorologi. Pemetaan dilakukan berdasarkan dokumen kajian risiko bencana, rencana kontingensi, portal Inaris, portal DB, maupun sumber informasi resmi lainnya," kata dia.
Kedua, pemerintah daerah diminta menggelar apel kesiapsiagaan untuk memastikan ketersediaan sumber daya, personel, peralatan, dan logistik dalam menghadapi keadaan darurat bencana.
Ketiga, meningkatkan pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala berdasarkan informasi BMKG. Pemerintah daerah juga diminta menganalisis wilayah rawan bencana serta menyebarluaskan informasi tersebut melalui berbagai saluran komunikasi.
"Yang ketiga, meningkatkan pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala berdasarkan informasi dari BMKG menganalisis wilayah rawan bencana di masing-masing daerah serta menyebarluaskan informasi tersebut melalui moda komunikasi yang tersedia," terang dia.
Keempat, memperkuat koordinasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, lembaga usaha, akademisi, dan media. Pemerintah daerah juga perlu memastikan posko penanganan darurat bencana dapat beroperasi selama 24 jam.
Kelima, meningkatkan edukasi dan sosialisasi kesiapsiagaan berbasis komunitas, termasuk mekanisme evakuasi mandiri serta perlindungan kelompok rentan.
"Yang kelima adalah meningkatkan edukasi dan sosialisasi kesiapsiagaan berbasis komunitas termasuk mekanisme evakuasi mandiri serta perlindungan kelompok rentan dalam menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi," papar dia.
Langkah Lainnya
Keenam, memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik serta mekanisme penyampaian informasi dapat dipahami seluruh masyarakat.
"Yang keenam, memastikan kesiapan dan keberfungsian sistem peringatan dini serta mekanisme penyampaian informasi kepada seluruh masyarakat dan masyarakat dapat mengerti apa yang disampaikan oleh pemerintah," ungkapnya.
Ketujuh, melakukan langkah mitigasi melalui pembersihan saluran air, normalisasi sungai, pemeriksaan fasilitas pengendali banjir, serta perbaikan infrastruktur fisik untuk mengurangi potensi dampak bencana.
"Segera melakukan pembersihan saluran air, normalisasi sungai, dan pemeriksaan fasilitas pengendali banjir serta perbaikan infrastruktur fisik guna mengurangi potensi dampak bencana hidrometeorologi," kata dia.
Selain itu, pemerintah daerah diminta menyampaikan laporan perkembangan situasi dan kejadian bencana secara berkala kepada BNPB melalui BPBD masing-masing wilayah.
"Dan yang terakhir (kedelapan), menyampaikan laporan perkembangan situasi dan kejadian kepada Bapak-Ibu Gubernur, Bupati, dan Wali Kota melalui BPPD, Kabupaten Kota kepada BNPB melaporkan secara berkala," tutup Berton.
Selain meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana selama musim penghujan.
Untuk mengantisipasi banjir, masyarakat diminta membersihkan saluran air, bergotong royong, serta mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman.
"Untuk banjir, bersihkan saluran air secara gotong royong. Melakukan susur sungai dengan supervisi dari petugas BPBD. Mengidentifikasi jalur evakuasi aman," kata Berton.
Advertisement
Tas Siaga Bencana
Masyarakat juga diimbau menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar untuk minimal tiga hari. Selain itu, pemeriksaan infrastruktur bendungan perlu dilakukan untuk mengantisipasi risiko bencana.
Sementara untuk mengantisipasi angin kencang atau puting beliung, masyarakat diminta memperkuat struktur atap rumah, memangkas ranting pohon yang berpotensi tumbang, serta menghindari objek berbahaya.
"Untuk bahaya angin puting beliung atau angin kencang, perkuat struktur atap rumah, memangkas ranting-ranting pohon yang ada di dekat rumah atau di ruang publik, serta menghindari berlindung di objek berbahaya seperti berdiri dekat papan reklame dan pohon yang berpotensi roboh," ucap dia.
BNPB juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor agar mengenali tanda-tanda bahaya dan segera melakukan evakuasi apabila terjadi hujan lebat berdurasi lama di kawasan hulu.
"Mengidentifikasi tanda-tanda bahaya longsor seperti munculnya retakan pada tanah dan lantai. Serta memantau informasi cuaca dan situasi lingkungan sekitar Anda," tutur dia.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa, 3 November 2026.
Berton menyampaikan, sejumlah daerah masuk kategori waspada karena berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
"Kami dapat menyampaikan bahwa di beberapa kabupaten kota kami bacakan situasi waspada atau level waspada yaitu hujan sedang sampai lebat dapat terjadi di Sumatera Barat, Riau, Provinsi Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, Papua dan Papua Selatan," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya masuk kategori siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Peringatan dini angin kencang juga dikeluarkan untuk wilayah Banten.
"Sedangkan pada level siaga besok (hari ini) yaitu dapat terjadi hujan lebat sampai sangat lebat terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Barat. Peringatan dini angin kencang dapat terjadi di Banten," sambung dia.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343642/original/087286100_1788864256-Konpers_Berton.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)