Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam jamur kuping di rumah bisa menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin mencoba kegiatan bercocok tanam dengan perawatan relatif sederhana. Jamur yang dikenal memiliki tekstur kenyal dan bentuk menyerupai daun telinga ini dapat dibudidayakan menggunakan media tanam khusus tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Menariknya, budidaya jamur kuping tidak harus dilakukan di kebun atau area pertanian. Anda bisa memanfaatkan sudut rumah, ruang kosong, maupun tempat teduh yang terlindung dari paparan sinar matahari langsung.
Meski terlihat mudah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar jamur tumbuh dengan baik. Mulai dari pemilihan bibit, penggunaan media tanam, pengaturan kelembapan, hingga waktu pemanenan.
Advertisement
Bagi pemula, menggunakan baglog siap tanam bisa menjadi cara praktis untuk memulai budidaya tanpa harus membuat media tanam dan melakukan proses pembibitan sendiri. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (3/11/2026).
1. Siapkan Baglog Jamur Kuping Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570617/original/096284900_1777533295-penyiraman.jpg)
Langkah pertama dalam cara menanam jamur kuping di rumah adalah menyiapkan baglog. Baglog merupakan media tanam berbentuk kantong plastik yang berisi campuran serbuk kayu dan bahan tambahan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan jamur.
Pilih baglog khusus jamur kuping yang sudah memiliki bibit atau miselium. Pastikan media terlihat ditumbuhi benang-benang putih secara merata, tidak berbau busuk, dan tidak menunjukkan tanda kontaminasi.
Untuk pemula, membeli baglog yang sudah siap tumbuh lebih praktis dibandingkan membuat media tanam sendiri. Dengan begitu, Anda bisa langsung mempelajari cara perawatan hingga jamur siap dipanen.
2. Pilih Tempat yang Teduh dan Lembap
Jamur kuping membutuhkan lingkungan yang lembap untuk tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, pilih tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, memiliki sirkulasi udara cukup, serta terlindung dari hujan deras.
Anda bisa menggunakan rak sederhana dari bambu atau kayu untuk menyusun baglog. Pastikan tempat tersebut mudah dibersihkan dan tidak terlalu tertutup agar udara tetap dapat bersirkulasi.
Mengutip informasi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Kupang, Kementerian Pertanian RI, jamur kuping dapat tumbuh pada suhu sekitar 20–30 derajat Celsius. Kebutuhan kelembapannya juga berbeda sesuai fase pertumbuhan, yakni sekitar 60–75 persen saat pembentukan miselium dan 80–90 persen ketika memasuki fase pertumbuhan tubuh buah.
Advertisement
3. Atur Suhu dan Kelembapan agar Jamur Tumbuh Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570616/original/084315500_1777533295-penyobekan_baglog.jpg)
Salah satu faktor penting dalam budidaya jamur kuping adalah menjaga suhu dan kelembapan lingkungan. Kondisi yang terlalu panas atau kering dapat menghambat pertumbuhan tubuh buah jamur.
Anda bisa menggunakan termometer dan higrometer sederhana untuk memantau kondisi ruangan. Jika udara terlalu kering, semprotkan air bersih menggunakan alat penyemprot halus pada area sekitar rak atau ruang budidaya.
Lakukan penyemprotan sesuai kondisi lingkungan. Hindari membuat area budidaya terlalu basah hingga air menggenang karena dapat meningkatkan risiko pembusukan dan kontaminasi.
4. Buka Baglog Ketika Miselium Sudah Berkembang
Setelah baglog disimpan dalam kondisi yang sesuai, miselium akan tumbuh dan menyebar memenuhi media tanam. Miselium merupakan jaringan berupa benang-benang halus berwarna putih yang menjadi tanda perkembangan bibit jamur.
Ketika miselium sudah berkembang dengan baik dan baglog siap memasuki fase produksi, buka bagian mulut plastik atau buat bukaan sesuai petunjuk dari penjual baglog.
Jangan terburu-buru membuka seluruh bagian plastik apabila miselium belum berkembang optimal. Perhatikan kondisi baglog dan ikuti petunjuk budidaya yang menyertainya agar pertumbuhan jamur tidak terganggu.
5. Lakukan Penyiraman Secara Teratur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315111/original/070835700_1755151860-jamur_6.jpg)
Penyiraman menjadi bagian penting dalam perawatan jamur kuping. Berbeda dengan tanaman yang disiram langsung pada tanah, budidaya jamur lebih mengutamakan pengaturan kelembapan udara dan media tanam.
Gunakan air bersih dengan alat penyemprot agar air tersebar dalam bentuk kabut halus. Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi suhu dan kelembapan ruangan.
Hindari menyiram secara berlebihan hingga air menggenang pada baglog. Kondisi yang terlalu basah dapat meningkatkan risiko pembusukan dan pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
6. Perhatikan Kebersihan Area Budidaya
Kebersihan menjadi salah satu kunci keberhasilan menanam jamur kuping di rumah. Media tanam yang lembap berisiko menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme lain apabila lingkungan tidak terjaga.
Bersihkan rak secara berkala, singkirkan sisa jamur yang membusuk, dan hindari menumpuk sampah organik di sekitar area budidaya.
Jika ditemukan baglog yang berbau tidak sedap atau menunjukkan kontaminasi, pisahkan dari baglog lainnya untuk mengurangi risiko penyebaran.
Advertisement
7. Panen Jamur Kuping Saat Ukurannya Sudah Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570618/original/099754300_1777533295-panen.jpg)
Jamur kuping dapat dipanen ketika tubuh buah sudah berkembang maksimal. Salah satu tandanya adalah bagian tepi tudung mulai bergelombang atau mengerut, dengan bentuk yang sudah cukup melebar.
Saat memanen, gunakan tangan yang bersih atau alat potong yang higienis. Lepaskan jamur secara hati-hati dari media tanam agar tidak merusak bagian tempat tumbuhnya.
Setelah panen pertama, baglog yang masih sehat berpeluang menghasilkan jamur kembali selama mendapatkan perawatan yang tepat. Karena itu, tetap jaga kelembapan dan kebersihan area budidaya setelah pemanenan.
Tips agar Budidaya Jamur Kuping di Rumah Berhasil
Agar hasil budidaya lebih optimal, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya diperhatikan:
- Gunakan baglog khusus jamur kuping dari penjual tepercaya.
- Letakkan baglog di tempat teduh dan tidak terkena matahari langsung.
- Jaga kelembapan ruangan secara konsisten.
- Gunakan air bersih untuk penyemprotan.
- Pastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik.
- Pisahkan baglog yang terindikasi terkontaminasi.
- Lakukan pemanenan ketika jamur sudah berkembang optimal.
Kunci utama budidaya jamur kuping bukan terletak pada luasnya lahan, melainkan kemampuan menjaga kondisi lingkungan agar tetap sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan jamur.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Jamur Kuping
1. Apakah jamur kuping bisa ditanam di rumah?
Bisa. Jamur kuping dapat dibudidayakan di rumah menggunakan baglog siap tanam. Anda hanya perlu menyiapkan tempat teduh dengan kelembapan yang terjaga.
2. Berapa lama jamur kuping bisa dipanen?
Waktu panen bergantung pada kualitas bibit, kondisi baglog, dan perawatan. Secara umum, jamur membutuhkan beberapa minggu hingga beberapa bulan sejak proses pembibitan sampai siap dipanen.
3. Apakah jamur kuping harus terkena sinar matahari?
Tidak perlu terkena sinar matahari langsung. Jamur kuping lebih cocok ditempatkan di area teduh dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup.
4. Berapa kali jamur kuping harus disiram?
Penyiraman disesuaikan dengan kondisi kelembapan lingkungan. Gunakan penyemprot halus untuk menjaga kelembapan tanpa membuat media tanam terlalu basah.
5. Apakah jamur kuping bisa tumbuh kembali setelah dipanen?
Bisa. Baglog yang masih sehat dan terawat dapat menghasilkan tubuh buah kembali setelah panen pertama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388777/original/057186300_1793680026-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570615/original/072982300_1777533295-Panen_Jamur_Kuping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389277/original/012892500_1793702896-feadc895-94ea-42db-9c6e-68acffa0a801.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389185/original/051131100_1793698792-ilustrasi_dapur_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3973757/original/078134400_1648108341-pexels-erik-karits-3743859.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154066/original/023634500_1741330260-top-view-spices-wooden-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389044/original/057210100_1793694024-Desain_garasi_kecil_dengan_kanopi_uPVC_yang_bisa_cegah_panas_dan_bising_saat_hujan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1645227/original/045639200_1499757467-nn20130611i1a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379032/original/091951300_1792571537-f20c41e4-828d-4598-9e20-975b7eb71fbc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455574/original/012498100_1766717374-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528398/original/032062200_1773283925-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)