Liputan6.com, Jakarta - Menjadi anak pertama sering kali membawa tanggung jawab lebih besar dibandingkan saudara lainnya. Sejak kecil, mereka diharapkan lebih mandiri, memahami keadaan, dan menjadi contoh bagi adik-adiknya. Tak jarang, kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak merasa tertekan muncul dalam keseharian keluarga.
Harapan tersebut bisa menjadi beban ketika orang tua terus menuntut tanpa memahami perasaan anak. Akibatnya, anak bisa merasa harus selalu sempurna dan tidak punya ruang untuk menunjukkan kelemahannya.
Dalam psikologi keluarga, kondisi ketika anak mendapat tanggung jawab orang dewasa yang tidak sesuai dengan usianya dikenal sebagai parentification. Berikut tujuh kalimat orang tua yang bisa membuat anak merasa tertekan, dirangkum Liputan6.com dari sejumlah penelitian psikologi pada Rabu (4/11/2026).
Advertisement
1. "Kamu Kan Anak Pertama, Harusnya Lebih Mengerti"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152085/original/032986300_1741233556-pexels-julia-m-cameron-8841296.jpg)
Kalimat ini biasanya diucapkan ketika anak pertama dianggap belum cukup memahami keadaan keluarga. Mereka diharapkan lebih cepat mengerti dan bersikap dewasa dibandingkan adik-adiknya.
Padahal, menjadi anak pertama bukan berarti harus selalu matang secara emosional. Mereka tetap membutuhkan waktu untuk belajar, melakukan kesalahan, dan mendapat perhatian orang tua. Jika terus mendapat tuntutan tersebut, anak bisa merasa harus selalu memenuhi harapan keluarga hingga mengabaikan kebutuhannya sendiri.
Penelitian Thomas Curran dan Andrew P. Hill dalam jurnal Psychological Bulletin (2022) menemukan bahwa ekspektasi dan kritik orang tua berkaitan dengan meningkatnya kecenderungan perfeksionisme pada anak muda. Tekanan untuk selalu memenuhi standar tertentu dapat membuat anak takut melakukan kesalahan dan khawatir terhadap penilaian orang lain.
Advertisement
2. "Adik Masih Kecil, Kamu yang Harus Mengalah"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380610/original/016554500_1792727626-IMG_2995.jpeg)
Meminta anak pertama mengalah sesekali memang wajar. Namun, jika terus-menerus diminta mendahulukan adik, mereka bisa merasa kebutuhan dan keinginannya kurang diperhatikan.
Anak pertama juga berhak menyampaikan pendapat, menjaga barang kesayangan, dan mendapatkan perlakuan yang adil. Usia yang lebih tua bukan berarti harus selalu mengalah.
Penelitian Meghan K. Loeser, Shawn D. Whiteman, dan Susan M. McHale dalam Journal of Child and Family Studies (2016) terhadap 197 keluarga menemukan bahwa perlakuan orang tua yang dianggap tidak adil berkaitan dengan kecemburuan antarsaudara, gejala depresi, dan penilaian diri yang lebih rendah. Sebaliknya, perlakuan yang dirasakan adil dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut.
3. "Kamu Harus Jadi Contoh yang Baik Buat Adik"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385639/original/026801400_1793262675-pexels-tiger-lily-8260489.jpg)
Orang tua tentu ingin anak-anaknya memberikan contoh yang baik kepada adik. Namun, jika anak pertama selalu dituntut menjadi panutan, mereka bisa merasa harus selalu benar dan tidak boleh melakukan kesalahan.
Tuntutan tersebut juga dapat membuat anak takut mencoba hal baru karena khawatir dianggap memberi pengaruh buruk kepada adiknya. Padahal, menjadi kakak bukan berarti harus selalu sempurna.
Penelitian dalam jurnal Personality and Individual Differences (2018) menemukan bahwa tekanan dari orang tua berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran anak terhadap kesalahan dan kecenderungan perfeksionisme.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak membebani anak pertama dengan tuntutan untuk selalu menjadi contoh. Beri mereka ruang untuk belajar dari kesalahan tanpa takut dinilai negatif.
Advertisement
4. "Jangan Bikin Mama dan Papa Tambah Pusing"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375482/original/063395700_1792148706-happy-cheerful-asian-family-dad-mom-daughter-playing-funny-game-as-doctor-having-fun-sofa-home.jpg)
Kalimat ini biasanya diucapkan saat orang tua sedang lelah atau menghadapi masalah. Namun, anak bisa merasa bahwa perasaan dan kebutuhannya justru menjadi beban keluarga.
Jika sering mendengarnya, anak pertama mungkin memilih memendam masalah agar tidak menambah kesulitan orang tua. Mereka juga bisa enggan bercerita saat sedih atau membutuhkan bantuan.
Padahal, anak tetap perlu merasa didengar. Penelitian John A. Lambie dan Anja Lindberg dalam jurnal Merrill-Palmer Quarterly (2016) terhadap 65 pasangan ibu dan anak usia 4–7 tahun menunjukkan bahwa respons ibu yang mengakui emosi anak berkaitan dengan kemampuan anak mengenali perasaannya sendiri.
Karena itu, orang tua perlu memberi ruang bagi anak untuk bercerita. Mengungkapkan kesedihan atau meminta bantuan bukan berarti menambah beban keluarga.
5. "Kamu Harus Bantu Jaga Adik, Mama dan Papa Mau Pergi"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4096665/original/032090000_1658410272-pexels-emma-bauso-2253879.jpg)
Meminta kakak membantu menjaga adik sesekali bukanlah masalah. Namun, tanggung jawab tersebut dapat menjadi tekanan ketika anak pertama terus-menerus diminta mengambil alih tugas pengasuhan yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua.
Anak bisa kehilangan waktu untuk bermain, belajar, beristirahat, atau melakukan kegiatan yang disukainya. Situasi ini juga dapat membuat mereka merasa bertanggung jawab atas keselamatan dan perilaku adiknya.
Dalam kajian psikologi, kondisi ketika anak mengambil peran orang dewasa secara berlebihan disebut parentification. Tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Children and Youth Services Review pada Juni 2026 mengaitkan kondisi ini dengan tekanan emosional, perubahan identitas, dan hubungan keluarga yang kurang harmonis.
Advertisement
6. "Masa Begitu Saja Menangis? Kamu Bukan Anak Kecil Lagi"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3972361/original/018076600_1648017397-pexels-yan-krukov-6210218.jpg)
Anak pertama terkadang dituntut untuk terlihat kuat ketika menghadapi masalah. Sayangnya, ucapan yang meremehkan tangisan dapat membuat mereka merasa bahwa menunjukkan kesedihan merupakan sesuatu yang memalukan.
Padahal, menangis merupakan salah satu cara anak mengekspresikan emosi. Mereka tetap membutuhkan dukungan dan pengertian orang tua, meskipun usianya lebih tua dibandingkan saudara lainnya.
Penelitian dalam jurnal Merrill-Palmer Quarterly menunjukkan adanya hubungan antara respons ibu yang mengakui atau mengabaikan emosi dengan kemampuan anak mengenali perasaannya. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung menghentikan tangisan, tetapi mencoba memahami penyebabnya.
7. "Kamu Harus Selalu Bisa Diandalkan"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3467177/original/055995500_1622181538-omar-lopez-zsXDWzlqpKU-unsplash.jpg)
Mengajarkan tanggung jawab memang penting dalam proses tumbuh kembang anak. Namun, jika anak pertama terus dianggap sebagai sosok yang harus selalu siap membantu, mereka bisa merasa tidak memiliki kesempatan untuk meminta bantuan.
Tuntutan tersebut dapat membuat anak terbiasa menyelesaikan berbagai persoalan sendiri. Mereka mungkin merasa bersalah ketika menolak permintaan keluarga atau tidak mampu memenuhi harapan orang tua.
Padahal, anak pertama juga membutuhkan dukungan dan perhatian. Orang tua perlu memberikan tanggung jawab sesuai usia serta memastikan anak tetap memiliki waktu untuk menjalani kehidupannya sebagai seorang anak.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Kalimat Orang Tua yang Tanpa Sadar Bikin Anak Merasa Tertekan
1. Mengapa anak pertama sering merasa terbebani?
Karena mereka terkadang mendapat tuntutan lebih besar untuk mandiri, mengalah, dan bertanggung jawab.
2. Apakah anak pertama harus selalu mengalah kepada adik?
Tidak. Kedua anak perlu belajar berbagi dan menghargai kebutuhan masing-masing.
3. Apa yang dimaksud dengan parentification?
Parentification adalah kondisi ketika anak mengambil tanggung jawab orang dewasa yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya.
4. Apakah ucapan orang tua bisa memengaruhi emosi anak?
Ya. Respons orang tua dapat memengaruhi cara anak memahami dan mengekspresikan perasaannya.
5. Bagaimana cara menghindari tekanan pada anak pertama?
Berikan tanggung jawab sesuai usia, dengarkan perasaannya, dan hindari membandingkan perlakuan dengan saudara.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/024211700_1793770227-HOAX.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519844/original/068556900_1772598514-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-04T112728.479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152100/original/084096600_1741234309-pexels-kindelmedia-8550840.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349195/original/030523300_1789477930-SaveClip.App_809386352_18483764719111122_5131348315844910027_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326633/original/013004600_1787029478-SaveClip.App_775687216_18612263077050577_6442472543683106843_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314987/original/030420900_1785820356-1200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311659/original/017409900_1785415903-LIP6sheninacinnamon_1785411031_3952633905991864256_215284982__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389750/original/058468800_1793770329-Gemini_Generated_Image_pt1eftpt1eftpt1e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389699/original/082006500_1793768401-01_headline_feng_shui.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4611236/original/097743500_1697356802-documents-paperwork-business-strategy-concept_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389584/original/070717000_1793761802-63456c66-d961-47ea-9b52-0feeea64e5a5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389560/original/095471600_1793759911-1245a808-289d-456f-a49d-14f36d9a43f4.jpg)