Liputan6.com, Washington, DC -Partai Demokrat berhasil meraih kemenangan besar dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) atau midterm elections, sekaligus mengambil alih kendali Kongres.
Meski partai yang berkuasa biasanya menghadapi tantangan dalam pemilu sela, besarnya kekalahan Partai Republik kali ini dinilai sebagai bentuk penolakan tegas masyarakat terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Donald Trump di Gedung Putih.
Sejumlah faktor turut berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik, mulai dari meningkatnya biaya hidup, ketidakpopuleran perang dengan Iran, hingga merosotnya dukungan terhadap Trump.
Advertisement
Berikut lima alasan yang dinilai menjadi penyebab kekalahan besar Partai Republik dalam pemilu sela AS, seperti dikutip dari BBC:
1. Biaya Hidup Melonjak
Meningkatnya biaya kebutuhan pokok menjadi salah satu persoalan utama yang dirasakan pemilih di berbagai wilayah AS. Kekecewaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi bahkan terlihat jelas dalam sejumlah persaingan pemilu yang ketat.
Seorang pemilih di North Carolina mengatakan kepada BBC menjelang pemilu bahwa harga bahan bakar, bahan makanan, dan berbagai kebutuhan lainnya terus meningkat. Dia mengaku mengalihkan dukungannya dari Partai Republik ke Partai Demokrat dalam pemilu kali ini.
Harga-harga meningkat 3,7 persen dalam setahun hingga September, terutama dipicu kenaikan harga bahan bakar dan energi.
Berdasarkan data pemerintah, harga rata-rata ritel diesel di AS pada awal Oktober hampir menyentuh rekor USD6,52 per galon yang tercatat pada September.
Dampak inflasi juga dirasakan sebagian besar masyarakat. Hasil jajak pendapat pemilih menunjukkan hampir delapan dari 10 responden atau 79 persen mengaku inflasi menyebabkan kesulitan ekonomi berat atau sedang bagi mereka dan keluarga dalam setahun terakhir.
Lebih dari enam dari 10 responden bahkan menyalahkan Trump. Mereka menilai kebijakan presiden menjadi penyebab harga-harga kebutuhan lebih tinggi dibandingkan biasanya.
2. Perang Iran Tidak Populer
Faktor besar lainnya yang mendorong kenaikan harga adalah perang dengan Iran yang dilancarkan AS dan Israel pada Februari.
Harga bahan bakar melonjak setelah Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz sebagai bentuk balasan. Langkah tersebut menghambat salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Akibatnya, masyarakat AS terus merasakan dampak perang tersebut melalui kenaikan harga bahan bakar.
Perang dengan Iran juga secara luas tidak populer di kalangan masyarakat Amerika. Bagi pendukung gerakan MAGA (Make America Great Again), keterlibatan AS dalam perang tersebut bahkan dianggap bertentangan dengan janji kampanye Trump melalui agenda America First.
Dalam kampanyenya, Trump sebelumnya berjanji tidak akan ada lagi perang.
Hasil jajak pendapat menunjukkan sekitar 63 persen responden menilai keputusan AS melakukan aksi militer terhadap Iran merupakan keputusan yang salah.
Secara terpisah, 74 persen pemilih menyebut konflik tersebut sebagai faktor penting atau sangat penting dalam menentukan pilihan mereka untuk anggota Kongres.
Sehari setelah pemilu, Trump mengakui perang dengan Iran turut berperan dalam kekalahan Partai Republik. Namun, dalam wawancara dengan Fox News, dia tetap bersikeras bahwa AS tidak memiliki pilihan lain selain melakukan intervensi untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
3. Pesan Kampanye Demokrat Lebih Terarah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389903/original/072598700_1793777915-Untitled.jpg)
Gelombang kemenangan Partai Demokrat juga didukung oleh sejumlah kandidat kuat yang mampu membangun citra autentik di hadapan pemilih, termasuk di wilayah-wilayah yang secara tradisional menjadi basis Partai Republik.
Mereka secara konsisten mengangkat persoalan biaya hidup dan akses terhadap layanan kesehatan sebagai pesan utama kampanye.
Mantan guru James Talarico dan pendeta Adam Hamilton, misalnya, turut membicarakan keyakinan agama mereka dengan pendekatan yang mendapat respons positif dari pemilih di Texas dan Kansas.
Di South Carolina, kandidat Demokrat Annie Andrews berhasil menciptakan kejutan dengan meraih kemenangan. Mantan dokter anak tersebut menjadikan keterjangkauan layanan kesehatan sebagai fokus kampanye, sebuah isu yang mendapat perhatian masyarakat karena banyak warga menilai sistem kesehatan AS bermasalah.
Sementara itu, mantan pejabat kesehatan masyarakat Abdul El-Sayed, yang menang di Michigan dan mempertahankan kursi tersebut untuk Demokrat, mengusung slogan utama tentang mengeluarkan uang dari politik dan mengembalikannya ke kantong masyarakat.
Senator Demokrat Jon Ossoff, yang kembali memenangkan pemilihan di Georgia, juga menjadikan biaya hidup dan korupsi sebagai pesan utama kampanyenya.
Kemenangan meyakinkan politikus berusia 39 tahun itu di negara bagian yang dua kali dimenangkan Trump semakin memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan pencalonannya dalam pemilihan presiden 2028.
Bahkan, Trump sendiri mengakui keberhasilan strategi lawannya. Dalam wawancara dengan Fox News, dia memuji Partai Demokrat dengan mengatakan bahwa mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik.
Sebaliknya, sejumlah kandidat Partai Republik, seperti Ken Paxton di Texas, mendapat kritik karena dinilai menjalankan kampanye yang kurang baik dan tidak cukup berfokus pada persoalan yang menjadi perhatian pemilih.
4. Ketidakpopuleran Trump Membebani Partai Republik
Dua persoalan yang paling banyak membuat pemilih tidak puas, yakni lonjakan harga dan perang Iran, berkaitan langsung dengan kebijakan Trump.
Tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden bahkan menurun di kalangan pemilih Partai Republik sendiri. Kondisi tersebut membuat sejumlah negara bagian yang mendukung Trump pada pemilihan presiden 2024 menjadi lebih rentan dalam pemilu sela kali ini.
Trump sempat meminta pemilih membayangkan dirinya ikut bertarung dalam pemilu untuk membangkitkan semangat para pendukungnya.
Namun, setelah lebih dari satu dekade menjadi tokoh sentral dalam politik AS, hasil pemilu kali ini dinilai menunjukkan bahwa daya tarik politik Trump mulai memudar.
Di tengah meningkatnya kemarahan masyarakat, menjadikan Trump sebagai pusat kampanye Partai Republik justru menjadi langkah berisiko dan tampaknya berbalik merugikan partainya.
Jajak pendapat dalam beberapa bulan menjelang pemilu menunjukkan banyak warga Amerika ingin Trump lebih memperhatikan keluhan mereka mengenai kenaikan harga kebutuhan hidup.
Dalam pidato kampanye terakhirnya pada Senin di Washington DC, Trump justru menghabiskan banyak waktu membicarakan proyek renovasi kontroversial Reflecting Pool yang berada di belakangnya.
Advertisement
5. Pemilih Hispanik dan Kulit Hitam Kembali Beralih ke Demokrat
Dua tahun lalu, pergeseran dukungan sebagian pemilih Hispanik dan kulit hitam ke Partai Republik membantu Trump meraih kemenangan besar dalam pemilihan presiden.
Namun, kecenderungan tersebut tampaknya berbalik dalam pemilu sela kali ini.
Partai Demokrat berhasil memenangkan ketiga persaingan kursi DPR di distrik-distrik kongres di sepanjang perbatasan Texas-Meksiko yang mayoritas penduduknya merupakan warga Hispanik.
Analisis The New York Times menunjukkan wilayah-wilayah dengan mayoritas penduduk Hispanik bergeser lebih dari 22 poin persentase menjauhi kandidat Partai Republik dalam pemilihan Senat dibandingkan pemilihan presiden 2024.
Menurut reporter data Jeff Adelson, perubahan tersebut lebih besar dibandingkan pergeseran dukungan kelompok demografi utama lainnya di AS.
Pergeseran ini terjadi di tengah meluasnya kemarahan masyarakat terhadap kebijakan penegakan imigrasi.
Berdasarkan data Pew Research Center, sebanyak 56 persen warga Amerika memiliki pandangan negatif terhadap ICE (Immigration and Customs Enforcement), lembaga yang bertanggung jawab atas penegakan hukum imigrasi.
Wilayah-wilayah dengan mayoritas penduduk kulit hitam juga menunjukkan pergeseran dukungan yang signifikan kepada kandidat Demokrat dalam pemilihan Senat.
Persaingan kursi Senat di Mississippi bahkan berlangsung sangat ketat. Negara bagian tersebut memiliki proporsi pemilih kulit hitam terbesar di AS, yakni sekitar 37 persen.
Jika Scott Colom berhasil menang, dia akan menjadi politikus Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator dari Mississippi sejak 1982.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390112/original/030554700_1793783300-cek_fakta_-_petugas_haji_terbaru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389848/original/059413000_1793775328-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_12.15.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4991280/original/076615400_1730769791-20241105-Pemilu_AS-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390326/original/096120800_1793800672-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5319064/original/014907000_1755503547-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369212/original/079116600_1791511954-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316786/original/087225900_1785989372-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389903/original/072598700_1793777915-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389786/original/013598600_1793772432-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_13.01.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310159/original/021650100_1785308308-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334516/original/094999500_1787874844-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546340/original/050246100_1775287307-7.jpg)