Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tidak jengkel dengan perilaku membuang sampah sembarangan? Jadi tak heran jika ada seseorang yang suka menegur orang lain ketika membuang bungkus makanan atau botol plastik sembarangan. Bagi sebagian orang, tindakan tersebut mungkin terlihat terlalu sensitif atau bahkan dianggap suka ikut campur urusan orang lain. Namun, kebiasaan menegur pelaku pembuangan sampah sembarangan bisa mencerminkan kepedulian terhadap kebersihan dan tanggung jawab sosial.
Orang yang berani mengingatkan orang lain biasanya tidak hanya memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya, tetapi juga memiliki standar tertentu mengenai perilaku yang dianggap pantas di ruang publik. Meski demikian, tidak semua orang yang melakukan hal tersebut mempunyai karakter yang sama. Ada yang terdorong oleh rasa tanggung jawab, ada pula yang ingin mengajak orang lain membangun kebiasaan lebih baik. Berikut sejumlah ciri yang mungkin terlihat dari perilakunya.
1. Memiliki Kepedulian Tinggi terhadap Lingkungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392292/original/074802200_1794034073-6a6c49bb-2dd5-48bf-9c4e-b35e6d9be4eb.jpg)
Salah satu ciri orang yang suka menegur orang yang buang sampah sembarangan adalah memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Mereka biasanya menyadari bahwa kebersihan bukan hanya urusan petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab setiap orang yang menggunakan fasilitas umum.
Ketika melihat seseorang membuang sampah di jalan, taman, sungai, atau tempat umum lainnya, mereka merasa ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Mereka tidak ingin menganggap perilaku tersebut sebagai hal biasa karena menyadari bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan banyak orang bisa berkontribusi terhadap persoalan lingkungan.
Kepedulian tersebut juga dapat terlihat dari kebiasaan sehari-hari, seperti membawa kantong untuk menyimpan sampah sementara, memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan tempat yang mereka kunjungi.
2. Memiliki Rasa Tanggung Jawab Sosial
Orang yang berani menegur pelaku pembuangan sampah sembarangan sering kali memiliki pandangan bahwa lingkungan merupakan ruang bersama. Artinya, setiap orang mempunyai hak untuk menikmati tempat yang bersih sekaligus kewajiban untuk menjaganya.
Mereka memahami bahwa sampah yang dibuang sembarangan tidak selalu berhenti menjadi masalah bagi orang yang membuangnya. Sampah tersebut bisa mengganggu kenyamanan pengguna jalan, mencemari saluran air, atau menambah pekerjaan orang lain yang bertugas membersihkan lingkungan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada 2024 berjudul The Model of Norm-Regulated Responsibility for Proenvironmental Behavior in the Context of Littering Prevention turut membahas hubungan antara norma pribadi, rasa tanggung jawab, dan perilaku mencegah sampah berserakan. Penelitian terhadap 1.400 warga Singapura tersebut menunjukkan bahwa rasa tanggung jawab pribadi menjadi salah satu aspek penting dalam perilaku pencegahan sampah.
Advertisement
3. Berani Menyampaikan Pendapat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392293/original/094928800_1794034111-6ab3d26f-8bf9-4360-9b7e-89ef98c99601.jpg)
Tidak semua orang nyaman menegur orang yang tidak dikenal, terlebih jika situasinya berpotensi menimbulkan perdebatan. Sebagian memilih diam karena takut dianggap sok mengatur atau khawatir mendapatkan respons negatif.
Namun, orang yang terbiasa mengingatkan pelaku pembuangan sampah sembarangan cenderung berani menyampaikan pendapat ketika melihat perilaku yang dianggap tidak tepat. Mereka merasa bahwa membiarkan tindakan tersebut tanpa teguran justru dapat membuat kebiasaan buruk semakin dianggap wajar.
Keberanian ini tidak harus diwujudkan melalui perkataan keras atau sikap konfrontatif. Seseorang bisa menyampaikan teguran secara singkat, misalnya dengan mengatakan, "Maaf, sampahnya bisa dibuang ke tempat sampah di sana." Cara tersebut menunjukkan bahwa keberanian dan kesopanan tetap bisa berjalan beriringan.
4. Memiliki Kesadaran terhadap Aturan dan Norma Sosial
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya berkaitan dengan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Orang yang suka menegur pelanggaran tersebut biasanya memahami bahwa ruang publik mempunyai aturan tidak tertulis yang perlu dihormati bersama.
Mereka mungkin merasa tidak nyaman ketika melihat seseorang mengabaikan kebiasaan yang sebenarnya sederhana, seperti menjaga kebersihan taman, tidak meninggalkan sampah di bangku umum, atau tidak membuang bungkus makanan dari kendaraan.
Sebuah penelitian berjudul Social Norm Enforcement in Ethnically Diverse Communities yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2018 mengamati reaksi masyarakat ketika seseorang sengaja membuang gelas di dekat tempat sampah. Penelitian tersebut menemukan bahwa mayoritas responden merasa terganggu dengan tindakan membuang sampah sembarangan, sementara lebih dari separuh menyatakan akan memberikan teguran secara langsung jika menghadapi situasi serupa. Baca penelitian tentang penegakan norma sosial.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa teguran terhadap perilaku membuang sampah sembarangan bukan sekadar persoalan karakter individu. Tindakan itu juga berkaitan dengan norma bersama yang dianggap penting untuk dipertahankan.
5. Tidak Mudah Menganggap Pelanggaran Kecil sebagai Hal Sepele
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392294/original/067770800_1794034144-f6ed17dd-ce6c-4d0b-b8ff-ea2e3b357e3c.jpg)
Ada orang yang memilih membiarkan sampah kecil seperti bungkus permen, tisu, atau puntung rokok tergeletak di jalan karena menganggapnya tidak terlalu mengganggu. Namun, orang yang peduli terhadap kebersihan biasanya mempunyai pandangan berbeda.
Mereka memahami bahwa ukuran sampah tidak selalu menentukan besar kecilnya persoalan. Jika banyak orang mempunyai kebiasaan membuang sampah kecil sembarangan, jumlahnya bisa menumpuk dan membuat lingkungan terlihat kotor.
Kebiasaan mengingatkan orang lain juga menunjukkan bahwa mereka tidak ingin perilaku buruk berkembang menjadi sesuatu yang dianggap normal. Mereka lebih memilih memberikan teguran sejak awal daripada membiarkan kebiasaan tersebut terus berulang.
6. Memikirkan Dampak Perilaku terhadap Orang Lain
Ciri berikutnya adalah mampu mempertimbangkan dampak tindakan seseorang terhadap lingkungan sosial. Mereka tidak hanya memikirkan kenyamanan pribadi, tetapi juga bagaimana perilaku membuang sampah sembarangan dapat memengaruhi orang lain.
Sebagai contoh, sampah plastik yang ditinggalkan di taman bisa membuat pengunjung berikutnya merasa tidak nyaman. Sementara itu, sampah yang masuk ke saluran air dapat menghambat aliran air dan menambah persoalan bagi warga sekitar.
Cara pandang seperti ini membuat mereka lebih peka terhadap tindakan yang mungkin dianggap sederhana oleh sebagian orang. Mereka memahami bahwa hidup berdampingan di ruang publik membutuhkan kesediaan untuk saling menghormati dan tidak membebankan akibat perbuatan pribadi kepada orang lain.
Advertisement
7. Memiliki Prinsip dan Konsisten dengan Nilai yang Diyakini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392295/original/053043700_1794034157-0f5b3722-73b8-4048-a1d3-ef20c56ace8a.jpg)
Orang yang suka menegur pelaku pembuangan sampah sembarangan umumnya mempunyai prinsip mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Prinsip tersebut tidak hanya berlaku ketika mereka berada di tempat yang ramai atau ketika ada orang lain yang memperhatikan.
Mereka juga berusaha menerapkannya dalam kehidupan pribadi, misalnya tidak meninggalkan sampah setelah makan di tempat umum, membersihkan area setelah beraktivitas, dan membiasakan diri membuang sampah sesuai tempatnya.
Konsistensi ini penting karena teguran akan terasa kurang meyakinkan apabila seseorang justru melakukan hal yang sama dengan orang yang ditegurnya. Kepedulian terhadap lingkungan idealnya dimulai dari perilaku pribadi sebelum mengharapkan perubahan dari orang lain.
Penelitian meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Global Environmental Change pada 2023, dengan menggabungkan 572 studi dari 56 negara dan melibatkan total 312.127 partisipan, menemukan bahwa norma pribadi merupakan salah satu prediktor terkuat perilaku prolingkungan. Hasil ini memperkuat pentingnya nilai dan prinsip yang tertanam dalam diri seseorang ketika mendorong tindakan menjaga lingkungan.
8. Ingin Mengajak Orang Lain Membentuk Kebiasaan Baik
Teguran yang diberikan tidak selalu bertujuan menyalahkan atau mempermalukan orang lain. Dalam beberapa situasi, seseorang mengingatkan pelaku pembuangan sampah sembarangan karena ingin mengajak mereka membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab.
Mereka mungkin percaya bahwa perubahan perilaku dapat dimulai dari tindakan sederhana. Ketika seseorang diingatkan dengan cara yang tepat, ada kemungkinan orang tersebut menjadi lebih sadar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Sikap ini juga memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa disebarkan melalui interaksi sehari-hari. Tidak harus selalu melalui kampanye besar, ajakan komunitas, atau kegiatan bersih-bersih. Satu teguran yang disampaikan dengan baik terkadang bisa menjadi pengingat bagi orang lain.
9. Berusaha Tegas Tanpa Merendahkan Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392296/original/072771900_1794034184-f36149a8-8d5c-4cdf-a07f-da27126993d6.jpg)
Kepedulian terhadap kebersihan tidak harus membuat seseorang bersikap kasar. Justru, salah satu bentuk kedewasaan sosial adalah kemampuan menyampaikan teguran tanpa mempermalukan orang yang melakukan kesalahan.
Orang yang mempunyai pendekatan seperti ini biasanya memilih kata-kata yang sopan, menjelaskan kesalahan secara langsung, dan tidak menyerang kepribadian orang yang ditegur. Mereka lebih fokus pada perilaku membuang sampah sembarangan daripada memberikan label negatif kepada pelakunya.
Sebagai contoh, kalimat "Sampahnya jangan ditinggalkan di sini, ya. Ada tempat sampah di dekat pintu masuk" terdengar lebih konstruktif dibandingkan perkataan yang bernada menghina. Teguran yang disampaikan dengan tenang juga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya konflik.
10. Memahami Bahwa Perubahan Lingkungan Membutuhkan Partisipasi Bersama
Orang yang peduli terhadap kebersihan biasanya tidak hanya mengandalkan teguran sebagai bentuk kontribusi. Mereka memahami bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari individu, keluarga, komunitas, hingga pemerintah.
Karena itu, mereka mungkin tertarik mengikuti kegiatan kerja bakti, membersihkan lingkungan sekitar, mengajak keluarga memilah sampah, atau mendukung program pengurangan sampah plastik.
Penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Ecology and Evolution pada 2024 juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan persepsi seseorang mengenai kemampuannya melakukan tindakan nyata berperan dalam membentuk niat untuk berperilaku prolingkungan. Studi tersebut melibatkan 2.702 mahasiswa dari enam negara Eropa. Baca penelitian tentang kepedulian lingkungan.
Artinya, kepedulian tidak cukup berhenti pada rasa tidak suka melihat sampah berserakan. Ada dorongan untuk mengambil bagian dalam perubahan, sekecil apa pun tindakan yang bisa dilakukan.
Advertisement
Mengapa Menegur Orang yang Buang Sampah Sembarangan Sebaiknya Dilakukan dengan Sopan?
Menegur seseorang yang membuang sampah sembarangan memang bisa menjadi bentuk kepedulian sosial. Namun, cara menyampaikannya tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah baru.
Teguran yang terlalu keras berpotensi membuat orang lain merasa diserang dan justru bersikap defensif. Sebaliknya, penyampaian yang tenang dapat membantu orang memahami kesalahannya tanpa merasa dipermalukan.
Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan ketika ingin mengingatkan orang lain:
- Gunakan bahasa yang sopan. Sampaikan teguran secara langsung tanpa kata-kata kasar atau hinaan.
- Fokus pada perilaku, bukan pribadi. Ingatkan tindakan membuang sampah sembarangan tanpa menyerang karakter seseorang.
- Perhatikan situasi. Jika orang yang ditegur terlihat agresif atau berpotensi melakukan kekerasan, utamakan keselamatan dan jangan memaksakan konfrontasi.
- Berikan solusi sederhana. Tunjukkan lokasi tempat sampah atau sarankan agar sampah disimpan sementara sampai menemukan tempat pembuangan yang sesuai.
Dengan pendekatan tersebut, teguran tidak hanya menjadi bentuk protes, tetapi juga bisa menjadi ajakan untuk menjaga kebersihan bersama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Suka Menegur Orang yang Buang Sampah Sembarangan
1. Apa arti orang yang suka menegur orang buang sampah sembarangan?
Kebiasaan tersebut dapat mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, rasa tanggung jawab sosial, serta keinginan untuk menjaga norma kebersihan di ruang publik. Namun, karakter seseorang tidak bisa dinilai hanya dari satu perilaku.
2. Apakah menegur orang yang membuang sampah sembarangan termasuk perilaku positif?
Ya, selama dilakukan dengan sopan dan tidak mengancam keselamatan. Teguran yang tepat dapat membantu mengingatkan orang lain agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
3. Mengapa ada orang yang berani menegur orang asing?
Keberanian tersebut bisa dipengaruhi oleh prinsip pribadi, kepedulian terhadap lingkungan, dan keyakinan bahwa setiap orang mempunyai tanggung jawab menjaga fasilitas umum. Tingkat keberanian setiap individu tentu berbeda.
4. Apakah orang yang suka menegur orang lain berarti perfeksionis?
Belum tentu. Menegur perilaku membuang sampah sembarangan tidak otomatis menunjukkan sifat perfeksionis. Sikap tersebut bisa muncul karena seseorang mempunyai kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan bersama.
5. Bagaimana cara menegur orang yang membuang sampah sembarangan tanpa menimbulkan konflik?
Gunakan kalimat singkat dan sopan, hindari mempermalukan orang tersebut di depan umum, serta fokus pada tindakan yang perlu diperbaiki. Jika situasinya tidak aman, sebaiknya hindari konfrontasi langsung.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392269/original/097811400_1794032742-8bda22ce-d588-40ab-bcbe-a1ef30b1e90d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373351/original/001339400_1791963112-01M4TDYZC2V7RR6FJ3ZGPXMKVZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382225/original/022013900_1792983333-d45f397c-c522-47a9-919d-2e7396d68388.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382321/original/087800800_1792989480-fasyah-halim-XE8NzdqkhKg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354848/original/083171500_1790065267-kUxrT7cmNUvbvMq7pIEossN67rpSWQF16mQ7jRUo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354875/original/099619200_1790065295-5LfiQMFvMm9YZWBKBg003J4slrJJNWY9NqGvf2N8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365322/original/002608500_1791173441-1wu6ylVCrp8MZloBOA0MnNersi1uYMGcpOGF2sLR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373157/original/021232400_1791953477-Gemini_Generated_Image_l2ovfcl2ovfcl2ov.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372688/original/060820700_1791887192-Gemini_Generated_Image_dbo9rrdbo9rrdbo9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372026/original/046463200_1791864583-1.jpg)