Liputan6.com, Jakarta - Ada kalanya seseorang terlihat baik-baik saja di hadapan orang lain, padahal sebenarnya sedang menghadapi tekanan emosional yang cukup berat. Ia mungkin sering merasa cemas, sulit tidur, kehilangan semangat, atau terus memikirkan masalah yang belum terselesaikan. Namun, ketika muncul keinginan untuk mencari bantuan psikologis, ada sesuatu yang membuatnya mengurungkan niat tersebut.
Sebagian orang memilih memendam perasaan karena takut dianggap berlebihan. Ada pula yang merasa harus mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, meskipun kondisi emosional semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit juga yang khawatir akan mendapat penilaian negatif dari keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar.
Fenomena ini bukan sekadar persoalan keberanian. Dalam psikologi, keputusan seseorang untuk mencari bantuan profesional dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari stigma sosial, pemahaman mengenai kesehatan mental, pengalaman pribadi, hingga ketersediaan layanan.
Advertisement
Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam International Journal of Social Psychiatry pada 2025 mengidentifikasi berbagai hambatan mencari bantuan psikologis di negara-negara ASEAN. Penelitian tersebut menemukan bahwa stigma, faktor sosial budaya, keinginan untuk mengatasi masalah sendiri, keterbatasan pengetahuan, serta biaya dan akses layanan menjadi beberapa penghalang yang sering muncul.
Lantas apa saja alasan seseorang enggan mencari bantuan psikologis meski sedang tidak baik-baik saja? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (7/11/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Takut Mendapat Stigma dan Dianggap Lemah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4874714/original/009795100_1719324822-pexels-pixabay-256657.jpg)
Salah satu alasan seseorang enggan mencari bantuan psikologis adalah takut mendapatkan penilaian negatif dari orang lain. Dalam sebagian lingkungan sosial, pergi ke psikolog masih dianggap sebagai tanda bahwa seseorang tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri. Ada pula anggapan bahwa orang yang membutuhkan bantuan profesional berarti memiliki masalah kejiwaan yang berat.
Pemikiran tersebut dapat membuat seseorang merasa malu untuk mengakui bahwa dirinya sedang mengalami kesulitan emosional. Bahkan, ia mungkin memilih menyembunyikan kondisinya agar tidak menjadi bahan pembicaraan keluarga, teman, atau rekan kerja. Akibatnya, kebutuhan untuk mendapatkan bantuan justru tertunda.
Penelitian sistematis yang diterbitkan dalam Psychological Medicine oleh Graham Thornicroft dan sejumlah peneliti pada 2016 menemukan bahwa stigma berkaitan dengan berkurangnya keinginan seseorang untuk mencari pertolongan kesehatan mental. Rasa malu, kekhawatiran terhadap penilaian sosial, dan ketakutan mengalami diskriminasi termasuk hambatan yang sering dilaporkan.
Advertisement
2. Merasa Masalah yang Dialami Belum Cukup Serius
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3989139/original/007119900_1649397050-taya-iv-1MrLUym1KmM-unsplash_1_.jpg)
Sebagian orang menganggap dirinya belum membutuhkan psikolog karena masalah yang dihadapi dinilai belum terlalu berat. Mereka mungkin membandingkan kondisi sendiri dengan orang lain yang mengalami persoalan lebih besar, sehingga merasa tidak pantas meminta bantuan.
Misalnya, seseorang terus-menerus merasa cemas, kehilangan motivasi, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, ia tetap meyakinkan diri bahwa kondisinya hanya kelelahan biasa dan akan membaik dengan sendirinya. Perasaan tersebut membuatnya menunda mencari pertolongan sampai masalah semakin mengganggu kehidupan.
Dalam tinjauan sistematis dan meta-analisis mengenai perilaku mencari bantuan kesehatan mental pada mahasiswa yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, persepsi bahwa bantuan belum diperlukan termasuk salah satu hambatan yang cukup sering dilaporkan. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kesulitan mengenali kebutuhan bantuan dapat membuat seseorang tidak segera mengakses layanan profesional.
3. Terbiasa Mengatasi Semua Masalah Sendirian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4689607/original/074166400_1702864604-Ilustrasi_khawatir__cemas__gelisah.jpg)
Ada orang yang sejak kecil terbiasa menyelesaikan persoalan tanpa meminta bantuan. Mereka mungkin tumbuh dengan pemahaman bahwa seseorang harus mandiri, tidak boleh merepotkan orang lain, dan sebisa mungkin mampu mengendalikan keadaan sendiri.
Kebiasaan tersebut sebenarnya dapat membantu seseorang menjadi lebih mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan. Namun, ketika diterapkan pada persoalan emosional yang semakin berat, keinginan untuk selalu menyelesaikan semuanya sendiri justru bisa menjadi penghalang. Ia mungkin merasa mencari bantuan psikolog berarti mengakui kegagalan dalam mengatasi masalah.
Penelitian tentang hambatan mencari bantuan profesional yang dilakukan Gulliver, Griffiths, dan Christensen pada 2010 menemukan bahwa keinginan untuk mengatasi masalah sendiri merupakan salah satu hambatan utama pada kelompok anak muda. Mereka cenderung mengandalkan kemampuan pribadi meskipun sedang mengalami kesulitan kesehatan mental.
Dengan demikian, seseorang perlu memahami bahwa kemandirian tidak selalu berarti harus menghadapi semua persoalan sendirian. Meminta bantuan ketika diperlukan juga merupakan bagian dari upaya merawat diri.
Advertisement
4. Takut Membuka Cerita Pribadi kepada Orang yang Belum Dikenal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4573729/original/055585400_1694589634-Ilustrasi_cemas__gelisah__resah.jpg)
Bagi sebagian orang, menceritakan masalah pribadi kepada orang lain bukanlah hal yang mudah. Mereka mungkin membutuhkan waktu lama untuk merasa nyaman, bahkan ketika sedang berbicara dengan orang terdekat. Kondisi ini bisa menjadi lebih menantang ketika harus menceritakan pengalaman emosional kepada psikolog yang baru ditemui.
Ada kekhawatiran bahwa cerita pribadi akan sulit dipahami, dianggap berlebihan, atau justru menimbulkan rasa tidak nyaman. Sebagian orang juga takut kehilangan kendali ketika harus membicarakan pengalaman yang selama ini sengaja disimpan sendiri.
Tinjauan sistematis yang dilakukan Rickwood dan kolega pada 2005 mengenai perilaku mencari bantuan kesehatan mental pada anak muda menemukan bahwa kesulitan mengungkapkan perasaan, kekhawatiran mengenai kepercayaan, dan kerahasiaan menjadi sejumlah hambatan penting. Artinya, rasa aman dan kepercayaan terhadap tenaga profesional dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk mencari pertolongan.
Meski begitu, psikolog terikat pada prinsip etika profesi dan kewajiban menjaga kerahasiaan informasi klien, dengan pengecualian tertentu sesuai ketentuan hukum dan keselamatan. Seseorang juga dapat menanyakan aturan kerahasiaan sebelum memulai sesi konsultasi.
5. Khawatir dengan Proses Konsultasi dan Penanganannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225256/original/071075000_1598953156-photo-1483410859390-6dbb1dc2337d.jpg)
Tidak semua orang memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang akan terjadi ketika datang ke psikolog. Sebagian mungkin membayangkan harus langsung menceritakan seluruh masalah, mendapatkan penilaian tertentu, atau menjalani proses yang terasa menakutkan.
Ada pula kekhawatiran bahwa konsultasi akan berujung pada diagnosis atau penanganan yang tidak diinginkan. Pengalaman kurang menyenangkan saat mencari bantuan sebelumnya juga dapat membuat seseorang ragu untuk mencoba kembali. Ketidakpastian mengenai proses inilah yang terkadang membuat niat mencari pertolongan semakin tertunda.
Tinjauan sistematis mengenai hambatan mencari bantuan psikologis pada orang dewasa di negara-negara ASEAN yang diterbitkan pada 2025 mengidentifikasi persoalan terkait pengetahuan, pengalaman pengobatan, dan kekhawatiran terhadap penanganan sebagai bagian dari faktor yang dapat memengaruhi keputusan mencari bantuan.
Padahal, konsultasi psikologis tidak selalu berarti seseorang harus langsung menjalani penanganan tertentu. Pada pertemuan awal, psikolog umumnya akan berusaha memahami keluhan, kebutuhan, dan kondisi klien sebelum membicarakan langkah selanjutnya.
Advertisement
6. Menganggap Biaya dan Akses Layanan Terlalu Membebani
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4043003/original/040595700_1654404129-pexels-andrea-piacquadio-3755755__3_.jpg)
Keinginan untuk mencari bantuan psikologis tidak selalu mudah diwujudkan karena berkaitan dengan biaya dan ketersediaan layanan. Sebagian orang mungkin memiliki keterbatasan keuangan, kesulitan menemukan psikolog di daerah tempat tinggal, atau harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan konsultasi.
Selain itu, jadwal pekerjaan dan tanggung jawab keluarga juga dapat membuat seseorang kesulitan meluangkan waktu. Meskipun sudah menyadari bahwa dirinya membutuhkan bantuan, berbagai pertimbangan praktis tersebut bisa membuat konsultasi terus ditunda.
Penelitian kualitatif mengenai akses layanan kesehatan mental di Indonesia yang diterbitkan pada 2023 dalam jurnal International Journal of Mental Health Systems menemukan bahwa biaya pengobatan, hambatan geografis, stigma, dan kurangnya dukungan sosial menjadi sejumlah kendala yang dialami partisipan. Penelitian tersebut melibatkan 90 orang berusia 18–32 tahun dengan pengalaman depresi, kecemasan, atau gangguan bipolar.
Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan mencari bantuan tidak hanya dipengaruhi kesiapan pribadi, tetapi juga kondisi layanan yang tersedia. Karena itu, informasi mengenai fasilitas kesehatan, pilihan konsultasi, dan pembiayaan perlu lebih mudah dijangkau masyarakat.
7. Tidak Tahu Harus Memulai dari Mana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4043110/original/066258100_1654412614-pexels-andrea-piacquadio-3794255__1_.jpg)
Alasan lainnya adalah kurangnya pemahaman mengenai kapan seseorang perlu mencari bantuan dan ke mana harus menghubungi tenaga profesional. Sebagian orang mungkin belum mengetahui perbedaan peran psikolog, psikiater, konselor, maupun fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan kesehatan mental.
Ketika informasi tersebut tidak tersedia dengan jelas, seseorang bisa merasa bingung menentukan langkah pertama. Ia mungkin mencari informasi melalui internet, bertanya kepada teman, atau mencoba menyelesaikan masalah sendiri tanpa mengetahui apakah pilihan tersebut sudah sesuai dengan kebutuhannya.
Tinjauan sistematis dan meta-analisis mengenai hambatan mencari bantuan kesehatan mental pada mahasiswa menemukan bahwa kurangnya pengetahuan mengenai tempat mendapatkan bantuan termasuk hambatan yang sering dilaporkan. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa keterbatasan waktu dan rendahnya literasi kesehatan mental dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk mengakses layanan profesional.
Untuk memulai, seseorang dapat mencari informasi melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, rumah sakit, atau layanan psikologi yang memiliki tenaga profesional dan informasi biaya yang jelas. Tidak perlu menunggu sampai kondisi terasa semakin berat untuk mulai mencari tahu pilihan bantuan yang tersedia.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Alasan Enggan Mencari Bantuan Psikologis
1. Mengapa seseorang enggan pergi ke psikolog meski sedang mengalami masalah emosional?
Ada berbagai alasan, seperti takut mendapat stigma, malu menceritakan masalah pribadi, merasa mampu mengatasinya sendiri, khawatir terhadap proses konsultasi, hingga keterbatasan biaya dan akses layanan.
2. Apakah mencari bantuan psikologis berarti seseorang mengalami gangguan mental?
Tidak. Seseorang dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk memahami emosi, menghadapi tekanan hidup, memperbaiki hubungan, atau mengembangkan strategi mengatasi masalah. Konsultasi tidak otomatis berarti seseorang memiliki gangguan mental.
3. Kapan seseorang sebaiknya mencari bantuan psikologis?
Ketika masalah emosional mulai mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan sosial, konsentrasi, atau aktivitas sehari-hari. Seseorang juga boleh mencari bantuan meskipun belum mengetahui secara pasti apa yang sedang dialaminya.
4. Apa perbedaan psikolog dan psikiater?
Psikolog memberikan layanan asesmen dan intervensi psikologis, termasuk psikoterapi sesuai kompetensinya. Psikiater merupakan dokter spesialis kedokteran jiwa yang dapat melakukan pemeriksaan medis dan meresepkan obat jika diperlukan.
5. Apakah cerita kepada psikolog akan dirahasiakan?
Pada prinsipnya, psikolog wajib menjaga kerahasiaan informasi klien sesuai kode etik profesi dan ketentuan yang berlaku. Namun, terdapat pengecualian tertentu, misalnya ketika menyangkut risiko keselamatan atau kewajiban hukum.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392237/original/023136300_1794028485-Gemini_Generated_Image_yufdx5yufdx5yufd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)